Kamu merasa sedih. Matamu dipenuhi air. Air mata mengalir di pipimu.
Itu adalah menangis. Hari ini kita akan mempelajari empat kata.
“Menangis,” “tukang menangis,” “menangis,” dan “menangis.”
Masing-masing kata berbagi gagasan tentang meneteskan air mata. Masing-masing melakukan pekerjaan yang berbeda.
Orang tua dan anak-anak dapat mempelajari kata-kata ini bersama-sama. Kata-kata ini membantu dengan emosi.
Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Satu tindakan mengambil bentuk yang berbeda. Tindakan di sini adalah mengeluarkan air mata karena kesedihan atau rasa sakit.
“Menangis” adalah kata kerja. “Tolong jangan menangis; aku akan membantumu.” Tindakan.
“Menangis” juga merupakan kata benda. “Tangisan keras datang dari bayi itu.” Teriakan atau panggilan.
“Tukang menangis” adalah kata benda. “Adikku adalah tukang menangis yang hebat.” Orang.
“Menangis” adalah kata benda atau kata sifat. “Menangis adalah cara alami untuk melepaskan emosi.” Aktivitas. “Bayi yang menangis membutuhkan perhatian.” Menggambarkan.
“Menangis” adalah kata kerja lampau. “Dia menangis ketika ikannya mati.” Tindakan di masa lalu.
Akar yang sama. Akhiran yang berbeda. Pekerjaan yang berbeda. Air mata tetap ada.
Kata Ganti Pribadi Mengubah Bentuknya
Kata ganti berubah untuk tata bahasa. “Saya” menjadi “saya.” “Kami” menjadi “kami.”
Kata-kata kita berubah untuk peran dan waktu. “Saya menangis selama film sedih.” Sekarang.
“Tukang menangis membutuhkan pelukan.” Orang. “Menangis membantumu merasa lebih baik.” Aktivitas.
“Dia menangis kemarin.” Lampau.
Kata ganti membantu kita berbicara lebih cepat. Keluarga kata membantu kita berbicara tentang perasaan.
Ketika anak-anak mengetahui keempat kata ini, mereka mengungkapkan kesedihan dan kebutuhan akan kenyamanan.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
“Menangis” berfungsi sebagai kata kerja. “Menangislah jika kamu perlu; tidak apa-apa.” Tindakan.
“Menangis” juga berfungsi sebagai kata benda. “Kami mendengar teriakan minta tolong.” Teriakan.
“Tukang menangis” adalah kata benda. “Dia adalah tukang menangis; dia mudah meneteskan air mata.” Orang.
“Menangis” adalah kata benda. “Menangis dapat melepaskan stres.” Aktivitas.
“Menangis” juga merupakan kata sifat. “Anak yang menangis menginginkan ibunya.” Menggambarkan.
“Menangis” adalah kata kerja lampau. “Dia menangis di akhir film.” Tindakan lampau.
Kita tidak memiliki kata keterangan yang umum. “Dengan menangis” sangat jarang. Lewati saja.
Enam makna. Sangat berguna untuk kosakata emosional.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas
Akar “menangis” berasal dari bahasa Prancis Kuno “crier,” yang berarti berteriak atau menangis. Bahasa Latin “quiritare” juga berkontribusi.
Dari akar itu, kita menambahkan “-er” untuk menyebut orang tersebut. “Tukang menangis” berarti orang yang menangis.
Kita menambahkan “-ing” untuk menyebut aktivitas atau untuk menggambarkan seseorang yang menangis.
Kita menambahkan “-ed” untuk bentuk lampau.
Bantu anak Anda melihat pola ini. Menangis adalah tindakan atau teriakan. Tukang menangis adalah orangnya. Menangis adalah aktivitas atau deskripsi. Menangis berarti lampau.
Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
Lihatlah “menangis” dalam sebuah kalimat. Tanyakan: Apakah itu sebuah tindakan? Atau apakah itu teriakan?
“Bayi itu akan menangis jika lapar.” Tindakan. Kata kerja.
“Kami mendengar teriakan dari halaman.” Teriakan. Kata benda.
Kata yang sama. Dua pekerjaan. Konteks memberitahumu.
Sekarang lihatlah “tukang menangis.” Selalu kata benda. “Tukang pengumuman kota mengumumkan berita itu.”
“Menangis” adalah kata benda atau kata sifat. “Menangis itu sehat.” Kata benda. “Seorang bayi yang menangis.” Kata sifat.
“Menangis” selalu merupakan kata kerja lampau. “Dia menangis ketika dia jatuh.”
Ajarkan anak-anak untuk melihat akhiran. “-er” kata benda (orang). “-ing” kata benda atau kata sifat. “-ed” kata kerja lampau.
“Menangis” saja bisa menjadi kata kerja sekarang atau kata benda.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Kita tidak menambahkan “-ly” ke kata-kata ini. Tidak ada “dengan menangis.” Tidak ada “dengan menangis.”
Jika Anda ingin menggambarkan bagaimana seseorang menangis, gunakan kata keterangan yang terpisah. “Dia menangis dengan lembut.” “Dia menangis dengan keras.”
Keluarga ini tetap sederhana. Fokus pada kata kerja dan kata benda.
Anak-anak sering menggunakan “menangis,” “menangis,” dan “menangis.”
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya)
Ejaan memiliki satu perubahan. Untuk “menangis,” ubah “y” menjadi “i” dan tambahkan “ed.”
Menangis → ubah “y” menjadi “i” → cri + ed = menangis.
Untuk “tukang menangis,” ubah “y” menjadi “i” dan tambahkan “er.” Cri + er = tukang menangis.
Untuk “menangis,” pertahankan “y” dan tambahkan “ing.” Menangis + ing = menangis.
Jadi aturannya: Ubah “y” menjadi “i” untuk “-ed” dan “-er.” Pertahankan “y” untuk “-ing.”
Berlatih dengan anak Anda. Tulis “menangis.” Ubah “y” menjadi “i.” Tambahkan “ed.” Anda mendapatkan “menangis.” Tambahkan “er.” Anda mendapatkan “tukang menangis.” Pertahankan “y,” tambahkan “ing.” Anda mendapatkan “menangis.”
Tidak ada huruf ganda.
Mari Berlatih – Bisakah Kamu Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba kalimat-kalimat ini. Isilah bagian yang kosong dengan menangis, tukang menangis, menangis, atau menangis.
Tolong jangan _____; kita bisa memperbaiki mainan itu. (kata kerja tindakan)
Adik bayi saya adalah seorang _____ yang hebat di dokter. (orang)
_____ adalah cara normal untuk menunjukkan kesedihan. (aktivitas)
Dia _____ ketika dia kehilangan pensil kesayangannya. (kata kerja lampau)
Bayi yang _____, membangunkan seluruh rumah. (kata sifat)
Kami mendengar _____ minta tolong dari ruangan sebelah. (kata benda, teriakan)
Dia _____ air mata bahagia karena kejutan itu. (kata kerja lampau)
Tukang _____ kota pernah mengumumkan berita di alun-alun. (orang)
Jawaban: 1 menangis, 2 tukang menangis, 3 Menangis, 4 menangis, 5 menangis, 6 menangis, 7 menangis, 8 tukang menangis.
Nomor 3 dimulai dengan huruf kapital karena memulai kalimat.
Nomor 5 menggunakan “menangis” sebagai kata sifat yang menggambarkan bayi.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Model menangis itu baik-baik saja. “Terkadang saya menangis ketika saya sangat lelah.”
Sebutkan nama tukang menangis. “Kamu adalah tukang menangis ketika kamu frustrasi.”
Bicaralah tentang menangis sebagai hal yang sehat. “Menangis membantu tubuh kita melepaskan stres.”
Gunakan bentuk lampau. “Kemarin, saya menangis di iklan.”
Mainkan sebuah game. Anda membuat wajah menangis. Anak Anda berkata “Kamu sedang menangis.”
Bacalah buku tentang emosi. “The Color Monster” membantu menyebutkan perasaan.
Jangan mengoreksi setiap kesalahan. Jika anak Anda mengatakan “menangis” untuk saat ini, katakan dengan lembut “Hari ini kamu menangis. Kemarin kamu menangis.”
Rayakan ketika anak Anda menggunakan “tukang menangis.” Kata itu menunjukkan bahwa mereka memahami kecenderungan seseorang.
Jelaskan bahwa “tukang pengumuman kota” adalah orang yang meneriakkan berita di zaman dahulu.
Besok Anda mungkin menangis karena memotong bawang. Anda akan mengenal tukang menangis di keluarga Anda. Anda akan melihat bayi yang menangis di bus. Anda akan mengingat saat Anda menangis.
Anak Anda mungkin berkata “Tidak apa-apa untuk menangis.” Anda akan memeluk mereka.
Teruslah membiarkan air mata. Teruslah menyebutkan nama tukang menangis. Teruslah menerima tangisan. Teruslah menggunakan menangis untuk kemarin.
Anak Anda akan tumbuh dalam bahasa dan kesehatan emosional. Air mata adalah kata-kata yang diucapkan tubuh.

