Halo, penjelajah kata kecil! Pernahkah kamu melihat bayi bebek? Ia mengikuti ibunya ke mana pun. Ia butuh bantuan. Beberapa bagian kalimat juga seperti itu. Mereka disebut Klausa Bergantung. Klausa Bergantung adalah sekelompok kata. Ia memiliki subjek dan kata kerja. Tetapi ia bukanlah pemikiran yang lengkap. Ia membutuhkan teman untuk masuk akal. Pemandumu adalah Danny si Bebek Kecil yang Bergantung. Danny tidak bisa berenang sendirian. Ia membutuhkan ibunya. Mari belajar tentang Klausa Bergantung di rumah, di taman bermain, di sekolah, dan di alam.
Apa itu Klausa Bergantung? Klausa Bergantung adalah penolong kalimat. Ia memberikan informasi tambahan. Tetapi ia tidak bisa berdiri sendiri. Ia bukanlah kalimat lengkap. Pikirkan seperti sepeda dengan roda bantu. Roda bantu membutuhkan sepeda. "Karena saya senang" adalah Klausa Bergantung. Ia memiliki "saya" dan "senang". Tetapi ia membuatmu bertanya-tanya. Mengapa? Apa yang terjadi? Ia membutuhkan ide utama. "Ketika bel berbunyi" adalah Klausa Bergantung. Apa yang terjadi kemudian? Kita perlu tahu. Danny berkata setiap Klausa Bergantung membutuhkan teman kalimat yang kuat.
Mengapa Klausa Bergantung adalah Penolong Ceritamu? Menggunakan Klausa Bergantung membuatmu menjadi pendongeng yang lebih baik. Ia membantu telingamu mendengarkan. Kamu dapat memahami alasan dan waktu dalam cerita. "Saya menangis karena saya jatuh." Ia membantu mulutmu berbicara. Kamu dapat menjelaskan mengapa kamu melakukan sesuatu. "Saya makan camilan saya karena saya lapar." Ia membantu matamu membaca. Kamu akan melihatnya di buku-buku dengan kata "karena" dan "ketika". Ia membantu tanganmu menulis. Kamu dapat menulis kalimat yang lebih panjang dan lebih menarik. Klausa Bergantung membantumu menghubungkan ide-idemu. Mereka menjawab pertanyaan seperti "mengapa?" dan "kapan?".
Ada Klausa Bergantung Jenis Apa Saja? Danny si Bebek Kecil menunjukkan teman-teman penolong yang berbeda. Semua Klausa Bergantung membutuhkan dukungan. Mereka sering dimulai dengan kata-kata khusus.
Penolong "Mengapa" (Klausa Keterangan Alasan). Klausa ini memberi tahu kita mengapa sesuatu terjadi. Ia dimulai dengan "karena" atau "sejak". Di rumah: "karena saya mencintaimu." Di sekolah: "karena guru berkata begitu." Di taman bermain: "karena menyenangkan." Di alam: "karena matahari bersinar."
Penolong "Kapan" (Klausa Keterangan Waktu). Klausa ini memberi tahu kita kapan sesuatu terjadi. Ia dimulai dengan "ketika", "setelah", "sebelum", "sementara". Di rumah: "ketika saya bangun." Di sekolah: "setelah kelas selesai." Di taman bermain: "sementara kita bermain." Di alam: "sebelum hujan."
Penolong "Jika" (Klausa Keterangan Kondisi). Klausa ini memberi tahu kita tentang kemungkinan. Ia dimulai dengan "jika" atau "kecuali". Di rumah: "jika kamu baik." Di sekolah: "jika kamu menyelesaikan pekerjaanmu." Di taman bermain: "jika hujan berhenti." Di alam: "jika seekor burung melihat makanan."
Bagaimana Kamu Dapat Mengenali Klausa Bergantung? Danny memiliki suara khusus untuk menemukan penolong. Carilah petunjuk berikut untuk menemukan Klausa Bergantung.
Dengarkan Kata Penolong. Banyak klausa bergantung dimulai dengan kata khusus. Kata-kata ini adalah: karena, ketika, jika, setelah, sebelum, sementara, sejak, sampai, kecuali, meskipun. Jika kamu mendengar kata-kata ini, klausa penolong mungkin dimulai.
Lakukan Uji Berdiri Sendiri. Ucapkan sekelompok kata itu sendiri. Apakah terasa lengkap? "Saya makan kue." terasa lengkap. Itu tidak bergantung. "Karena saya makan kue." terasa belum selesai. Itu bergantung. Ia membuatmu bertanya "jadi apa?".
Rasakan Pemikiran yang Tidak Lengkap. Klausa bergantung hanya memberikan sebagian dari ide. Ia membuatmu menunggu lebih banyak. "Setelah saya selesai minum susu..." Apa yang terjadi setelahnya? Kita membutuhkan sisanya dari kalimat.
Carilah Subjek dan Kata Kerja. Meskipun bergantung, ia tetap memiliki subjek dan kata kerja. "Ketika anjing menggonggong..." memiliki "anjing" (subjek) dan "menggonggong" (kata kerja). Tetapi itu bukanlah kalimat lengkap.
Bagaimana Kita Menghubungkan Klausa Bergantung? Menghubungkan Klausa Bergantung seperti menghubungkan Danny dengan ibunya. Kita menggunakan tanda baca dan penempatan.
Penolong Pertama, Koma di Tengah. Ketika klausa bergantung memulai kalimat, gunakan koma setelahnya. Klausa Bergantung + koma + Klausa Tidak Bergantung. "Karena saya lelah, saya akan tidur." "Ketika bel berbunyi, kita pulang."
Kuat Pertama, Tidak Perlu Koma. Ketika klausa tidak bergantung berada di urutan pertama, seringkali tidak diperlukan koma. Klausa Tidak Bergantung + Klausa Bergantung. "Saya akan tidur karena saya lelah." "Kita pulang ketika bel berbunyi."
Aturan "Meskipun" Khusus. Klausa yang dimulai dengan "meskipun" atau "bahkan meskipun" sering menggunakan koma dengan cara apa pun. "Meskipun hujan, kita akan bermain." "Kita akan bermain meskipun hujan."
Mari Perbaiki Beberapa Bebek Kecil yang Hilang! Kadang-kadang klausa bergantung kita hilang. Mari bantu Danny menemukan ibunya.
Klausa Bergantung yang Kesepian. Salah: "Karena saya suka es krim." Ini adalah klausa bergantung saja. Ini adalah fragmen kalimat. Ia membutuhkan teman tidak bergantungnya. Benar: "Saya tersenyum karena saya suka es krim." Sekarang klausa bergantung terhubung dengan pemikiran yang lengkap.
Koma yang Hilang. Salah: "Ketika saya menyelesaikan permainan saya, saya akan makan." Ketika klausa bergantung berada di urutan pertama, kita membutuhkan koma setelahnya. Benar: "Ketika saya menyelesaikan permainan saya, saya akan makan."
Koma di Tempat yang Salah. Salah: "Saya sedih, karena mainan saya rusak." Ketika klausa tidak bergantung berada di urutan pertama, kita biasanya tidak membutuhkan koma sebelum "karena". Benar: "Saya sedih karena mainan saya rusak." Atau "Karena mainan saya rusak, saya sedih."
Penolong yang Berlebihan. Salah: "Saya punya bola, warnanya merah." Ini mencoba menghubungkan dua klausa tidak bergantung hanya dengan koma. Itu adalah koma sambung. Benar: "Saya punya bola. Warnanya merah." Atau "Saya punya bola, dan warnanya merah." Atau "Saya punya bola yang berwarna merah." (Di sini "yang berwarna merah" adalah jenis klausa bergantung yang berbeda!).
Bisakah Kamu Menjadi Pencari Penolong? Mari bermain. Saya akan mengucapkan sekelompok kata. Kamu beri tahu saya apakah itu Klausa Bergantung. "Setelah kita makan malam." Ya! Ia dimulai dengan "setelah" dan terasa tidak lengkap. "Kucing itu tidur." Tidak. Itu tidak bergantung. "Jika kamu melihat pelangi." Ya! "Kami menyanyikan lagu." Tidak. Kerja bagus, pencari penolong!
Daftar Penolong Besar Danny: 100 Klausa Bergantung Umum. Berikut adalah seratus bebek kecil yang membantu. Mereka adalah Klausa Bergantung umum yang dapat kamu gunakan. Ingat, masing-masing membutuhkan teman kalimat yang kuat untuk menjadi lengkap.
Penolong "Karena" (Alasan): karena saya senang. karena saya sedih. karena saya lapar. karena saya lelah. karena saya mencintaimu. karena menyenangkan. karena hujan. karena ibu saya berkata begitu. karena saya suka. karena sudah waktunya. karena anjing itu menggonggong. karena matahari panas. karena teman saya ada di sini. karena saya menyelesaikan pekerjaan saya. karena musiknya keras. karena kuenya enak. karena airnya dingin. karena saya punya mainan baru. karena kamu adalah teman saya. karena kita terlambat.
Penolong "Kapan" (Waktu): ketika saya bangun. ketika saya tidur. ketika saya sarapan. ketika saya pulang. ketika TV menyala. ketika teman saya datang. ketika gelap. ketika saya melihat guru saya. ketika anjing menggonggong. ketika telepon berdering. ketika bel berbunyi. ketika sekolah selesai. ketika cerita selesai. ketika mobil berhenti. ketika hujan mulai. ketika salju turun. ketika angin bertiup. ketika burung bernyanyi. ketika bunga mekar. ketika bulan terbit.
Penolong "Jika" (Kondisi): jika saya baik. jika saya menghabiskan makanan saya. jika kamu berbagi dengan saya. jika besok cerah. jika saya mendapatkan mainan. jika kamu adalah teman saya. jika saya bisa pergi. jika kita punya waktu. jika saya membersihkan kamar saya. jika kamu membantu saya. jika bolanya hilang. jika pintunya terbuka. jika lampunya mati. jika susunya tumpah. jika kucing itu tidur. jika busnya terlambat. jika permainannya menyenangkan. jika bukunya menarik. jika kuenya besar. jika lagunya bagus.
Penolong "Setelah": setelah saya selesai bermain. setelah sekolah selesai. setelah saya makan camilan saya. setelah film selesai. setelah kamu menyikat gigi. setelah hujan berhenti. setelah ayah pulang. setelah saya memakai sepatu saya. setelah kita menyanyikan lagu. setelah permainan. setelah pesta. setelah tidur siang. setelah berjalan. setelah mandi. setelah pertunjukan. setelah cerita. setelah makan malam. setelah pelukan. setelah tawa. setelah hari.
Penolong "Sebelum": sebelum saya pergi ke sekolah. sebelum kita makan malam. sebelum kamu pergi keluar. sebelum tidur. sebelum pertunjukan dimulai. sebelum ibu memanggil saya. sebelum saya minum susu saya. sebelum kita meninggalkan rumah. sebelum saya mencuci tangan. sebelum kamu membuka kotak. sebelum matahari terbenam. sebelum kelas dimulai. sebelum perjalanan. sebelum kuenya dipotong. sebelum mainannya rusak. sebelum bel berbunyi. sebelum anjing makan. sebelum burung terbang. sebelum bunganya layu. sebelum malam tiba.
Kamu Adalah Pakar Penolong Kalimat! Kamu berhasil! Kamu tahu bahwa Klausa Bergantung adalah penolong kalimat. Danny memberimu lencana penolong yang berkilau. Kamu telah mempelajari seratus Klausa Bergantung umum. Kamu dapat mengenalinya dan menghubungkannya. Kalimatmu akan penuh dengan detail yang menarik.
Inilah yang kamu pelajari dari petualangan bebek kecil kita. Kamu tahu bahwa klausa bergantung memiliki subjek dan kata kerja. Tetapi itu bukanlah pemikiran yang lengkap. Ia sering dimulai dengan kata-kata seperti "karena", "ketika", "jika", "setelah", "sebelum". Kamu dapat menemukannya dengan mendengarkan kata-kata penolong. Kamu dapat menguji apakah ia berdiri sendiri. Kamu dapat menghubungkannya dengan klausa tidak bergantung. Kamu menggunakan koma ketika penolong datang pertama kali. Kamu dapat memperbaiki klausa bergantung yang kesepian.
Sekarang, mari lakukan beberapa latihan kehidupan! Misimu adalah hari ini. Jadilah Pencari Penolong. Dengarkan ayahmu atau seorang teman. Cobalah untuk menemukan satu klausa bergantung yang mereka katakan. Itu mungkin dimulai dengan "karena" atau "ketika". Ucapkan kembali kepada mereka. Atau, buat kalimatmu sendiri dengan penolong. Katakan: "Saya akan bermain setelah saya selesai minum susu saya." atau "Saya senang karena kamu ada di sini." Kamu adalah pembangun kalimat yang luar biasa.

