Seorang orang tua dapat mengajari anaknya mengikat tali sepatu. Seorang guru membantu siswa mempelajari hal-hal baru. Kata-kata “mengajar, guru, pengajaran, dapat diajar” semuanya berasal dari satu keluarga. Setiap kata berbicara tentang berbagi pengetahuan. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Mempelajari keluarga kata ini membantu anak-anak menghargai pembelajaran dan instruksi. Mari kita jelajahi keempat kata ini bersama-sama.
Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu ide inti dapat berkembang menjadi banyak bentuk kata. Maknanya tetap sama di intinya. Tetapi kata tersebut mengubah akhirnya untuk peran baru. Misalnya, “mengajar” adalah kata kerja. “Guru” adalah kata benda. “Pengajaran” adalah kata benda atau bentuk kata kerja. “Dapat diajar” adalah kata sifat. Mengetahui keempat bentuk ini membantu seorang anak berbicara tentang pendidikan dan pertumbuhan.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya Kata ganti berubah dari “dia” menjadi “dia” atau “miliknya”. Keluarga kata kita berubah dengan menambahkan akhiran, bukan dengan mengubah orang. Pikirkan “mengajar” sebagai tindakan inti dari memberi instruksi. “Guru” mengubah tindakan itu menjadi seseorang. “Pengajaran” mengubah tindakan itu menjadi sebuah aktivitas. “Dapat diajar” mengubah ide itu menjadi deskripsi kesiapan. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan sederhana. Tindakan apa? Mengajar. Siapa yang memberi instruksi? Guru. Aktivitas apa? Pengajaran. Apa kualitas dari kesiapan untuk belajar? Dapat diajar.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini memiliki kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Mari kita mulai dengan kata kerja “mengajar”. Kata Kerja: Tolong ajari saya cara menggambar kucing. “Mengajar” berarti menunjukkan atau menjelaskan cara melakukan sesuatu.
Berikutnya adalah kata benda “guru”. Kata Benda: Seorang guru yang baik sabar dan baik hati. “Guru” berarti seseorang yang mengajar.
Kemudian kita memiliki “pengajaran” sebagai kata benda. Kata Benda: Pengajaran membutuhkan energi dan kreativitas. “Pengajaran” juga bisa menjadi bentuk kata kerja. Kata Kerja (sedang berlangsung): Pelatih sedang mengajarkan permainan baru.
Terakhir kata sifat “dapat diajar”. Kata Sifat: Seorang anak yang dapat diajar mengajukan pertanyaan dan mendengarkan. “Dapat diajar” berarti bersedia dan mampu belajar. Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata keterangan yang umum. Kita bisa mengatakan “dengan cara yang dapat diajar” dari “dapat diajar”, tetapi itu jarang terjadi.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas Kata bahasa Inggris Kuno “t?can” berarti menunjukkan atau menunjukkan. Dari akar ini, kami membangun sebuah keluarga tentang pendidikan. “Mengajar” mempertahankan arti kata kerja utama. Menambahkan -er menjadikan “guru” (orangnya). Menambahkan -ing menjadikan “pengajaran” (aktivitasnya). Menambahkan -able menjadikan “dapat diajar” (mampu diajar). Anak-anak dapat melihat pola yang sama dalam keluarga lain. Misalnya, “belajar, pelajar, pembelajaran, dapat dipelajari”. Mempelajari akhiran -able membantu anak-anak menggambarkan kemungkinan.
Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Perhatikan dengan seksama peran masing-masing kata. “Mengajar” adalah kata kerja. Contoh: Ajari adikmu aturan permainan.
“Guru” adalah kata benda. Contoh: Guru saya membacakan cerita kepada kami.
“Pengajaran” adalah kata benda atau bentuk kata kerja. Contoh kata benda: Pengajaran adalah pekerjaan yang sulit tetapi bermanfaat. Contoh kata kerja: Dia sedang mengajari saya cara membuat kue.
“Dapat diajar” adalah kata sifat. Contoh: Momen yang dapat diajar terjadi ketika kita melihat kupu-kupu. Masing-masing bentuk memiliki peran yang jelas. Hanya “pengajaran” yang memiliki dua peran.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Kita dapat membuat kata keterangan dari “dapat diajar”. Tambahkan -ly untuk mendapatkan “dengan cara yang dapat diajar”. Contoh: Anak itu menanggapi pelajaran dengan cara yang dapat diajar. Tetapi “dengan cara yang dapat diajar” sangat jarang. Untuk pelajar muda, fokuslah pada “dapat diajar” sebagai kata sifat. Peringatan sederhana: “Dapat diajar berarti Anda siap untuk belajar.”
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Mengajar” tidak memiliki huruf ganda. Tambahkan -er untuk membuat “guru”. Mengajar + er = guru (tidak ada perubahan). Tambahkan -ing untuk membuat “pengajaran”. Mengajar + ing = pengajaran (tidak ada perubahan). Tambahkan -able untuk membuat “dapat diajar”. Mengajar + able = dapat diajar (tidak ada perubahan). Kesalahan umum adalah menulis “mengajar” sebagai “teech”. Katakan “Mengajar memiliki ea, seperti peach dan reach.” Kesalahan lainnya adalah “guru” dieja “teecher”. Katakan “Guru memiliki ea dan er.” Kesalahan lainnya adalah “pengajaran” dieja “teeching”. Katakan “Pengajaran memiliki ea.” Kesalahan lainnya adalah “dapat diajar” dieja “teachible” (dengan i). Katakan “Dapat diajar memiliki a, seperti breakable dan reachable.”
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda. Bacalah masing-masing dengan lantang. Pilih kata yang benar dari keluarga tersebut.
Bisakah kamu ______ saya cara bersiul? Jawaban: mengajar (kata kerja)
Seorang ______ membantu siswa mengembangkan pikiran mereka. Jawaban: guru (kata benda)
______ orang lain membutuhkan kesabaran dan latihan. Jawaban: pengajaran (kata benda)
Seorang siswa yang ______ terbuka terhadap ide-ide baru. Jawaban: dapat diajar (kata sifat)
Ibuku adalah ____ pertama saya. Jawaban: guru (kata benda)
Kelinci itu sedang ______ bayi-bayinya untuk bersembunyi. Jawaban: pengajaran (bentuk kata kerja)
______ adalah profesi yang mengubah hidup. Jawaban: pengajaran (kata benda)
Pembelajar terbaik adalah ______. Jawaban: dapat diajar (kata sifat)
Silakan ______ saya kata-kata lagu itu. Jawaban: mengajar (kata kerja)
Seorang ______ yang baik mendengarkan sebanyak yang mereka bicarakan. Jawaban: guru (kata benda)
Setelah latihan, tanyakan satu pertanyaan kepada anak Anda. Apakah kata ini merupakan tindakan, orang, aktivitas, atau kesiapan untuk belajar? Pertanyaan sederhana itu mengajarkan tata bahasa melalui kegembiraan belajar.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Gunakan hobi untuk mengajar “mengajar”. Katakan “Saya akan mengajari Anda cara melipat kertas menjadi bangau.” Gunakan kunjungan sekolah untuk mengajar “guru”. Katakan “Guru Anda membantu Anda menemukan hal-hal baru.” Gunakan momen les privat untuk mengajar “pengajaran”. Katakan “Mengajari teman sebuah permainan itu menyenangkan.” Gunakan momen rasa ingin tahu untuk mengajar “dapat diajar”. Katakan “Anda sangat dapat diajar ketika Anda penasaran.”
Mainkan “isi bagian yang kosong” saat berkendara. Katakan “Silakan ______ saya untuk membuat sandwich.” (mengajar) Katakan “Seorang ______ yang baik menjawab pertanyaan dengan baik.” (guru) Katakan “______ adalah tindakan cinta.” (pengajaran) Katakan “Kesalahan adalah momen yang dapat diajar.” (dapat diajar)
Bacalah sebuah cerita tentang seorang siswa dan seorang guru. Tanyakan “Apa yang diajarkan guru?” Tanyakan “Apakah tokoh utama dapat diajar?”
Ubah aktivitas menggambar menjadi pelajaran kata. Gambar seseorang yang menunjuk ke papan tulis. Beri label “mengajar”. Gambar seseorang di sebelah meja. Beri label “guru”. Gambar sekelompok anak mendengarkan. Beri label “mengajarkan sebuah pelajaran”. Gambar seorang anak dengan buku terbuka dan bola lampu. Beri label “dapat diajar”.
Saat anak Anda melakukan kesalahan, tetaplah tenang. Jika mereka mengatakan “Saya sedang mengajar,” katakan “Hampir. Saya sedang mengajar. Atau saya seorang guru. Pengajaran adalah aktivitasnya. Guru adalah orangnya.” Jika mereka mengatakan “Jadilah ajari,” katakan “Hampir. Jadilah dapat diajar. Mengajar adalah tindakannya. Dapat diajar menggambarkan Anda.”
Tuliskan keempat kata tersebut di catatan tempel. Letakkan di dinding dekat area belajar. Setiap kali Anda membantu mengerjakan pekerjaan rumah, tunjuklah “mengajar”.
Ingatlah bahwa setiap orang dapat mengajarkan sesuatu. Gunakan kata-kata ini untuk membangun kepercayaan diri. “Anda dapat mengajari adik perempuan Anda sebuah lagu.” Segera anak Anda akan mengajar orang lain dengan bangga. Mereka akan menghormati guru mereka. Mereka akan menemukan kegembiraan dalam mengajar. Dan mereka akan tetap dapat diajar selamanya. Itulah kekuatan seumur hidup dari mempelajari satu keluarga kata kecil bersama-sama.

