Halo, pemanah kata! Apa yang terjadi ketika kamu melempar bola? Bola itu menuju target! Apa yang terjadi ketika kamu membaca buku? Matamu tertuju pada kata-kata! Dalam sebuah kalimat, sebuah tindakan juga membutuhkan target. Target ini disebut objek. Objek adalah bagian dari kalimat yang menerima tindakan. Ia menjawab pertanyaan: apa? atau siapa? Hari ini, kita akan membidik delapan puluh target kalimat yang luar biasa! Pemandu kita adalah Ollie, Burung Hantu Objek. Ia hebat dalam menemukan target dari sebuah tindakan. Ia akan membantu kita menemukan objek di rumah, taman bermain, sekolah, dan di hutan. Mari kita mulai membidik!
Apa Itu Objek? Objek adalah target dari tindakan. Dalam sebuah kalimat, seseorang atau sesuatu (subjek) melakukan sebuah tindakan (kata kerja). Objek adalah benda atau orang yang menjadi sasaran tindakan tersebut. Ia adalah jawaban dari pertanyaan: "Subjek + Kata Kerja + Apa?" atau "Subjek + Kata Kerja + Siapa?". Di rumah, "Saya menendang bola." Tindakannya adalah "menendang". Apa yang saya tendang? Bola. "Bola" adalah objeknya. Di taman bermain, "Dia mendorong ayunan." Objeknya adalah "ayunan". "Ollie, Burung Hantu mengumpulkan delapan puluh contoh objek yang wajib dikuasai di buku catatannya." Mengetahui objek membuat kalimatmu lengkap dan jelas.
Mengapa Kita Membutuhkan Target Kalimat? Objek adalah kekuatan detailmu! Ia membantu telingamu mendengarkan. Kamu tahu persis tentang apa tindakan itu. "Saya mau jus" lebih jelas daripada hanya "Saya mau." Ia membantu mulutmu berbicara. Kamu bisa meminta hal-hal tertentu. "Tolong ambilkan garam." Ia membantu matamu membaca. Kamu memahami gambaran lengkap dari apa yang sedang terjadi. Ia membantu tanganmu menulis. Kamu bisa menulis pikiran lengkap yang menceritakan seluruh cerita. Menemukan objek membuatmu menjadi komunikator yang tepat.
Apa Saja Jenis Targetnya? Ada dua jenis utama objek: target langsung dan target tidak langsung.
Objek Langsung: Ini adalah target utama. Ia mendapatkan tindakan secara langsung. Ia menjawab "apa?" atau "siapa?" setelah kata kerja tindakan. "Saya membaca buku. Ibu mencintaiku. Anjing mengejar kucing."
Objek Tidak Langsung: Ini adalah target yang mendapat manfaat. Ia memberi tahu kepada siapa atau untuk siapa tindakan itu dilakukan. Ia seringkali datang bersama dengan objek langsung. "Ayah memberiku hadiah." (Memberi kepada siapa? Saya. Hadiah adalah objek langsung). "Dia membacakan kami sebuah cerita." (Membaca kepada siapa? Kami).
Kadang-kadang, sebuah kalimat hanya memiliki objek langsung. Kadang-kadang ia memiliki keduanya.
Bagaimana Kamu Bisa Menemukan Targetnya? Menemukan objek adalah perburuan tiga langkah yang sederhana. Ikuti pertanyaan bijak Ollie.
Pertama, temukan subjeknya. Tanyakan: "Siapa atau apa yang melakukan tindakan itu?" Kedua, temukan kata kerja tindakannya. Tanyakan: "Apa yang sedang dilakukan subjek?" Ketiga, ajukan pertanyaan target. Arahkan kata kerja dan tanyakan: "Apa?" atau "Siapa?"
Jawabannya adalah objekmu! Ingat, tidak semua kalimat memiliki objek. Beberapa kata kerja, seperti "tidur" atau "tersenyum", tidak membutuhkan target.
Lihat contoh Ollie. "Anak laki-laki itu melempar bola." Subjek: anak laki-laki. Kata kerja: melempar. Melempar apa? Bola. Objek: bola. "Nenek menceritakan sebuah rahasia kepadaku." Subjek: Nenek. Kata kerja: menceritakan. Menceritakan kepada siapa? Saya. (Objek tidak langsung). Menceritakan apa? Sebuah rahasia. (Objek langsung).
Bagaimana Kita Menggunakan Target Kita dengan Benar? Menggunakan objek adalah tentang menempatkannya setelah kata kerja tindakan. Urutan yang paling umum adalah: [Subjek] + [Kata Kerja Tindakan] + [Objek].
Untuk kalimat dengan dua objek, polanya seringkali adalah: [Subjek] + [Kata Kerja] + [Objek Tidak Langsung] + [Objek Langsung]. Kamu juga bisa mengatakan: [Subjek] + [Kata Kerja] + [Objek Langsung] + ke/untuk + [Objek Tidak Langsung]. "Ibu memberi anjing itu camilan." atau "Ibu memberi camilan kepada anjing itu."
Ollie menunjukkan kepada kita. Target sederhana: "Saya melihat pohon." Dua target: "Saya mengirim surat kepada teman saya." atau "Saya mengirimkan sebuah surat kepada teman saya."
Mari Kita Perbaiki Beberapa Target yang Terlewatkan. Kadang-kadang kalimat kita melewatkan target. Mari kita perbaiki itu.
Kesalahan umum adalah melupakan objek ketika kata kerja membutuhkannya. "Saya mau." Mau apa? Rasanya tidak lengkap. Tambahkan targetnya: "Saya mau susu."
Kesalahan lainnya adalah menempatkan kata-kata dalam urutan yang salah. "Bola menendang anak laki-laki itu." Ini berarti bola yang melakukan tendangan! Perbaiki urutannya: "Anak laki-laki itu menendang bola."
Juga, membingungkan objek dengan subjek. "Saya dan teman saya bermain." Di sini, "Saya dan teman saya" adalah subjek yang melakukan tindakan. Seharusnya adalah bentuk subjek: "Saya dan teman saya bermain." Gunakan "saya" sebagai objek: "Bola itu memukul saya."
Bisakah Kamu Menjadi Master Target? Kamu adalah master target yang hebat! Mari kita bermain "Temukan Targetnya!" Saya akan mengucapkan sebuah kalimat. Kamu temukan objeknya. "Gadis itu menggambar sebuah gambar." Apa objeknya? Kamu katakan: "sebuah gambar!" "Ayah saya membacakan saya sebuah cerita." Apa dua objeknya? Kamu katakan: "saya (tidak langsung) dan sebuah cerita (langsung)!" Hebat! Ini adalah tugas yang lebih sulit. Lihatlah piring makan malammu. Buatlah sebuah kalimat tentangnya dengan sebuah objek. Katakan: "Saya memakan semua kacang polong saya." atau "Saya suka sup ini."
Daftar Target Ollie yang Berisi 80 Objek yang Wajib Dikuasai. Siap untuk melihat daftarnya? Berikut adalah delapan puluh target kalimat yang luar biasa. Ollie, Burung Hantu menemukannya semua. Mereka dikelompokkan berdasarkan adegan. Setiap kelompok memiliki dua puluh contoh objek. Lihat semua target langsung (D) dan tidak langsung (ID)!
Target Objek di Rumah (20). Saya mencintai keluarga saya. (D) Ibu memelukku. (D) Ayah memasak makan malam. (D) Adikku berbagi mainannya. (D) Kami menonton film. (D) Saya memberi makan kucing. (D) Dia menemukan bukunya. (D) Dia membuka jendela. (D) Mereka membersihkan ruangan. (D) Nenek menceritakan lelucon kepada kami. (ID: kami, D: lelucon) Saya mau kue. (D) Apakah kamu melihat kunci saya? (D) Tolong berikan saya roti. (ID: saya, D: roti) Saya mendengar suara. (D) Dia membutuhkan tidur. (D) Kami bersenang-senang. (D) Saya suka lagu ini. (D) Dia membuat kekacauan. (D) Saya merindukan teman saya. (D) Kami menikmati ketenangan. (D)
Target Objek di Taman Bermain (20). Kami memainkan sebuah permainan. (D) Dia menendang bola. (D) Dia melempar frisbee. (D) Saya mendorong teman saya di ayunan. (D) Mereka memanjat gym hutan. (D) Saya mendengar tawa. (D) Kami merasakan sinar matahari. (D) Dia menemukan kepik. (D) Dia membantuku berdiri. (D) Saya minum air. (D) Kami berbagi seluncuran. (D) Mereka memulai sebuah perlombaan. (D) Saya melihat guru saya. (D) Kami menyukai taman ini. (D) Dia membawakan kami makanan ringan. (ID: kami, D: makanan ringan) Saya butuh istirahat. (D) Dia menghindari genangan air. (D) Mereka membangun istana pasir. (D) Saya menangkap bola. (D) Kami melambaikan tangan selamat tinggal. (D)
Target Objek di Sekolah (20). Guru mengajari kami matematika. (ID: kami, D: matematika) Saya menulis nama saya. (D) Dia membaca sebuah cerita. (D) Dia menggambar sebuah lingkaran. (D) Kami mempelajari kata-kata baru. (D) Saya mengangkat tangan saya. (D) Dia mengajukan pertanyaan. (D) Dia membawa tas punggungnya. (D) Kami melukis gambar. (D) Saya suka sains. (D) Dia membutuhkan pensil. (D) Kami mendengar bel. (D) Mereka membersihkan papan tulis. (D) Saya lupa pekerjaan rumah saya. (D) Kami berlatih mengeja. (D) Dia menunjukkan pekerjaannya kepada saya. (ID: saya, D: pekerjaan) Dia kehilangan penghapusnya. (D) Saya tahu jawabannya. (D) Kami menyanyikan sebuah lagu. (D) Mereka membentuk sebuah barisan. (D)
Target Alam dan Hewan (20). Matahari menghangatkan bumi. (D) Burung membangun sarang. (D) Saya melihat kelinci. (D) Kucing mengejar kupu-kupu. (D) Anjing mengambil tongkat. (D) Kami menanam benih. (D) Saya mendengar angin. (D) Dia mencium bunga. (D) Dia menyentuh kulit kayu. (D) Sungai membawa air. (D) Lebah membuat madu. (D) Saya mengamati awan. (D) Mereka memanjat pohon. (D) Laba-laba membuat jaring. (D) Saya memetik beri. (D) Kami melindungi alam. (D) Burung hantu melihat tikus. (D) Saya mencintai hewan. (D) Dia memotret burung itu. (D) Dia menyirami tanaman. (D)
Memukul Target dalam Kalimatmu Sendiri. Kamu berhasil! Kamu sekarang adalah ahli objek. Kamu tahu objek adalah target dari tindakan. Ia menjawab "apa?" atau "siapa?" setelah kata kerja. Kamu tahu tentang objek langsung dan objek tidak langsung. Ollie, Burung Hantu Objek bangga dengan bidikanmu. Sekarang kamu bisa membangun kalimat lengkap yang menceritakan seluruh cerita. Kata-katamu akan tepat sasaran setiap saat.
Inilah yang bisa kamu pelajari dari latihan target kita. Kamu akan tahu apa itu objek. Kamu akan tahu bagaimana menemukan objek dalam sebuah kalimat. Kamu akan melihat objek langsung dan tidak langsung. Kamu bisa menggunakan objek dengan benar dalam kalimatmu. Kamu memiliki daftar delapan puluh contoh objek yang wajib dikuasai.
Sekarang, mari kita lakukan beberapa latihan kehidupan! Misimu adalah hari ini. Jadilah pengamat objek. Selama satu jam berikutnya, dengarkan apa yang orang katakan. Ketika kamu mendengar sebuah tindakan, ajukan pertanyaan target dalam pikiranmu. "Apa yang mereka lakukan?" "Kepada apa/siapa?" Kemudian, ceritakan kepada seseorang tentang harimu menggunakan tiga kalimat dengan objek yang jelas. Katakan: "Saya bermain sebuah permainan. Saya memakan sebuah apel. Saya memeluk ibu saya." Kamu baru saja memukul tiga target kalimat yang sempurna! Teruslah membidik objek yang jelas. Selamat bersenang-senang, pemanah kecil!

