Halo, pesulap kata kecil! Apakah kamu tahu tentang sorotan di panggung? Sorotan itu menyinari aktor. Semua orang melihat aktor tersebut. Dalam kalimat, kita juga bisa menyinari sorotan! Ini disebut voice pasif. Dalam kalimat voice pasif, sorotan tertuju pada penerima tindakan. Hal yang menerima tindakan adalah bintangnya. Pelaku mungkin berada di belakang panggung. Hari ini, kita akan menyinari sorotan pada enam puluh bintang kalimat yang luar biasa. Pemandu kita adalah Polly, si Burung Beo Pasif. Polly suka menyoroti penerima! Dia akan menunjukkan kepada kita voice pasif di rumah, di taman bermain, di sekolah, dan di hutan. Mari kita mulai pertunjukannya!
Apa Itu Voice Pasif? Voice pasif adalah sorotan kalimatmu. Dalam sebuah kalimat, kita biasanya mengatakan siapa yang melakukan suatu tindakan. Tetapi terkadang, apa yang dilakukan lebih penting. Kita menyinari penerimanya. Kita menggunakan bentuk kata kerja "to be" (seperti is, are, was, were) dan past participle dari kata kerja utama. Di rumah, kamu mengatakan "Mainan itu disukai olehku." Sorotan tertuju pada "mainan". Itu sedang disukai. Pelaku, "olehku", berada di belakang panggung. Di taman bermain, kamu mengatakan "Bola itu dilempar oleh temanku." Bola itu menjadi sorotan. Di sekolah, kamu mengatakan "Buku itu dibaca oleh guru." Di alam, Polly berkata "Sarang itu dibangun oleh burung." "Polly dikagumi oleh teman-temannya." Mempelajari kalimat voice pasif yang wajib diketahui ini membantumu fokus pada apa yang terjadi pada benda dan orang.
Mengapa Kita Membutuhkan Sorotan? Voice pasif adalah alat fokusmu! Ini membantu telingamu mendengarkan. Kamu dapat mendengar apa yang terjadi pada orang atau benda utama. Ini membantu mulutmu berbicara. Kamu dapat berbicara tentang apa yang dilakukan, terutama jika pelakunya tidak penting. "Jendela itu dipecahkan." (Kita tidak tahu oleh siapa). Ini membantu matamu membaca. Kamu akan melihat voice pasif di buku-buku sains dan berita. "Kue itu dipanggang." Ini membantu tanganmu menulis. Kamu dapat menulis tentang peristiwa di mana hasilnya adalah kunci. Menggunakan sorotan membuatmu menjadi pembicara dan penulis yang fleksibel.
Bagaimana Kamu Bisa Mengenali Kalimat Sorotan? Mengenali voice pasif adalah permainan cari dan temukan. Carilah dua hal. Pertama, bentuk kata kerja "to be" (am, is, are, was, were, be, been). Kedua, kata kerja utama dalam bentuk past participle-nya (seringkali berakhiran -ed). Subjek kalimat sedang mengalami sesuatu yang dilakukan padanya. Juga, carilah kata "oleh" yang mungkin memberi tahu siapa yang melakukannya. Lihat sorotan Polly. "Biji itu ditanam oleh tukang kebun." Subjeknya adalah "Biji". Itu sedang ditanam. Kata kerja "is planted" memiliki "is" (to be) dan "planted" (past participle). Kamu menemukan kalimat voice pasif! Trik lainnya: Kalimat tersebut seringkali menjawab "Apa yang terjadi pada ini?"
Bagaimana Kita Menyinari Sorotan? Menggunakan voice pasif adalah tentang memulai dengan penerima. Polanya adalah: Penerima + is/are/was/were + past participle + (oleh + pelaku). "Pintu itu dibuka oleh Ayah." Kamu dapat menghilangkan "oleh Ayah" jika pelakunya tidak penting. "Pintu itu dibuka." Polly menunjukkan kepada kita. "Pisang itu dimakan oleh monyet." Mulailah dengan hal yang menerima tindakan. Pikirkan sesuatu yang dilakukan setiap hari. "Sarapan dimakan."
Mari Kita Perbaiki Beberapa Kesalahan Sorotan. Kadang-kadang sorotan kita sedikit meleset. Mari kita perbaiki itu. Kesalahan umum adalah menggunakan voice pasif ketika aktif lebih jelas. Seorang anak mungkin berkata "Bola itu dilempar olehku." Ini baik-baik saja, tetapi voice aktif lebih kuat: "Aku melempar bola." Gunakan pasif ketika penerima adalah bintangnya. Kesalahan lainnya adalah melupakan kata kerja "to be". "Buku dibaca" bukanlah pasif. "Buku itu dibaca" adalah pasif. Juga, past participle harus benar. "Kue itu dimakan" salah. "Kue itu dimakan" benar. Gunakan voice pasif untuk alasan yang baik.
Bisakah Kamu Menjadi Master Sorotan? Kamu adalah master yang hebat! Mari kita bermain game. Game "Aktif atau Pasif?". Aku akan mengucapkan sebuah kalimat. Kamu beri tahu aku apakah itu aktif atau pasif. "Anjing itu mengejar kucing." Kamu berkata: "Aktif!" "Kucing itu dikejar oleh anjing." Kamu berkata: "Pasif!" Hebat! Ini tantangan yang lebih sulit. Ubah kalimat aktif. Ubah menjadi kalimat pasif. Aktif: "Ibu mencuci mobil." Pasif: "Mobil itu dicuci oleh Ibu."
Studio Sorotanmu yang Berisi 60 Kalimat Voice Pasif yang Wajib Diketahui. Siap melihat studionya? Berikut adalah enam puluh kalimat voice pasif yang luar biasa. Polly si Burung Beo telah mengumpulkannya. Mereka dikelompokkan berdasarkan adegan. Sorotan tertuju pada penerima.
Studio Rumah (15 Sorotan).
- Tempat tidur dibuat olehku.
- Makan malam dimasak oleh Ibu.
- Lantai disapu oleh Ayah.
- Mainan diambil oleh anak-anak.
- Lampu dimatikan olehmu.
- Cerita dibacakan oleh Nenek.
- Kue dipanggang oleh koki.
- Rumah dibersihkan oleh keluarga kita.
- Surat dikirim oleh kurir.
- Tanaman disiram oleh kita.
- Lagu dinyanyikan oleh saudara perempuanku.
- Meja diatur oleh semua orang.
- Sampah dibuang oleh Ayah.
- Jendela dibuka olehku.
- Cinta dirasakan oleh semua.
Studio Taman Bermain (15 Sorotan).
- Ayunan didorong oleh temanku.
- Bola dilempar oleh pelatih.
- Perosotan dinaiki oleh anak-anak.
- Permainan dimenangkan oleh tim kita.
- Istana pasir dibangun oleh kita.
- Tangga dinaiki oleh orang-orang pemberani.
- Komidi putar diputar oleh anak-anak.
- Aturan dijelaskan oleh guru.
- Lapangan disiram oleh hujan.
- Camilan dibagikan oleh teman-teman.
- Giliran diambil oleh setiap anak.
- Taman dinikmati oleh semua orang.
- Lomba lari oleh pelari cepat.
- Frisbee ditangkap oleh anjing.
- Kesenangan dirasakan oleh semua.
Studio Sekolah (15 Sorotan).
- Pelajaran diajarkan oleh guru.
- Buku dibaca oleh kelas.
- Kertas diwarnai oleh siswa.
- Lagu dinyanyikan oleh anak-anak.
- Pertanyaan dijawab olehku.
- Barisan dibentuk oleh siswa.
- Lonceng dibunyikan oleh kepala sekolah.
- Proyek diselesaikan oleh kelompok kita.
- Pekerjaan rumah dikerjakan oleh anak-anak.
- Cerita didengarkan oleh kita.
- Ruangan didekorasi oleh kelas.
- Ujian diambil oleh semua orang.
- Penghargaan diberikan oleh guru.
- Kesalahan diperbaiki oleh siswa.
- Pengetahuan diperoleh oleh pelajar.
Studio Alam dan Hewan (15 Sorotan).
- Bunga diserbuki oleh lebah.
- Pohon didaki oleh tupai.
- Sarang dibangun oleh burung.
- Madu dibuat oleh lebah.
- Biji ditanam oleh tukang kebun.
- Jaring laba-laba dibuat oleh laba-laba.
- Sungai diseberangi oleh rusa.
- Buah dimakan oleh monyet.
- Rumput dimakan oleh sapi.
- Kepompong dibuat oleh ulat.
- Kolam dikunjungi oleh bebek.
- Jalan setapak dilalui oleh pejalan kaki.
- Cangkang ditemukan oleh anak.
- Planet dilindungi oleh kita.
- Keindahan dilihat oleh semua.
Enam puluh kalimat ini adalah contoh voice pasif yang wajib kamu ketahui. Mereka adalah kalimat sorotanmu. Gunakan mereka untuk fokus pada apa yang dilakukan.
Menyinari Cahaya pada Apa yang Terjadi. Kamu berhasil! Kamu sekarang akrab dengan voice pasif. Kamu tahu voice pasif menyinari sorotan pada penerima tindakan. Kamu tahu itu menggunakan bentuk "to be" dan past participle. Kamu dapat mengenalinya dan menggunakannya ketika fokusnya pada apa yang terjadi. Polly si Burung Beo Pasif bangga dengan keterampilan sorotanmu. Sekarang kamu dapat memilih ke mana harus mengarahkan cahaya dalam kalimatmu. Mendongengmu akan memiliki lebih banyak alat.
Inilah yang dapat kamu pelajari dari petualangan studio kita. Kamu akan tahu apa itu voice pasif. Kamu akan mengerti bahwa itu menekankan penerima tindakan. Kamu dapat mengidentifikasi kalimat voice pasif. Kamu dapat membentuk kalimat voice pasif sederhana dengan "is/are" dan past participle. Kamu memiliki studio yang berisi enam puluh kalimat voice pasif kunci.
Sekarang, mari kita lakukan beberapa latihan kehidupan! Misimu adalah hari ini. Jadilah master sorotan. Carilah sesuatu yang dilakukan. Ucapkan dalam voice pasif. Beri tahu orang dewasa: "Meja diatur. Lantai dibersihkan. Mainan disimpan." Kamu baru saja menggunakan voice pasif! Terus sinari sorotan katamu. Selamat bersenang-senang, pesulap kecil!

