Embun Beku dan Gula

Embun Beku dan Gula

Penulis
authorEVA LOOI XIN HUI Moe

Beberapa hal terjadi dalam keadaan yang tidak biasa, hal-hal yang nyaris tidak bisa kita pahami. Terkadang, rasa petualangan datang dengan sedikit sentuhan keajaiban secara tak terduga, tanpa sepengetahuan dan dugaan kita.

age12 - 13 tahun
emotional intelligence
Detail Cerita

"Di mana tempat ini? Kenapa aku di sini?" Sebuah ingatan kosong muncul. "Ini dia, kan? Aku mulai berhalusinasi," gumamnya.

Saat itu juga, ia melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya; permen tongkat tergantung di dahan beberapa pohon tertentu. Pohon-pohon yang dihiasi permen tongkat itu mengarah ke suatu arah di dalam hutan.

Pikirannya mengatakan bahwa itu adalah semacam desa hutan; jenis desa dengan rumah-rumah kayu yang kokoh dan cerobong asap bata langka yang jarang ia lihat di kota tempat ia tinggal.

Pintu yang sedikit retak itu terbuka dan di ambang pintu yang terang berdirilah... seorang manusia kue jahe... dan seukuran manusia pula.

"A- wow, sebenarnya kau ini apa?" tanya Evan, menatap lurus ke dua mata permen manusia kue jahe itu. Hening sejenak. "Aku... biskuit Natal." Terdengar jawaban ragu-ragu.

"Baik. Oke, aku sedang berhalusinasi, jadi ini bukan kenyataanku." Evan berkata pelan pada dirinya sendiri. Ia terkejut, ya, tapi ini cukup mengasyikkan. Hal-hal seperti ini biasanya tidak terjadi padanya.

"Sangat tidak biasa." Si biskuit menyimpulkan. "Tapi kami memang sering menerima pengunjung di waktu seperti ini. Hanya saja... jangan makan perabotan kue keringku. Spesiesmu sepertinya selalu punya kebiasaan ini. Suatu kali seorang manusia datang dan menggigit mejaku." Ia mendengus.

Mereka bahkan minum teh panas dalam cangkir marshmallow yang langsung meleleh dan balok gula untuk makan siang. Akhirnya, Evan memutuskan untuk pulang dari mimpi gila ini. Manusia kue jahe itu sangat baik meminjamkannya babi terbang untuk perjalanan pulang dan bahkan memberinya beberapa cokelat dan secarik kertas kecil.

Rasa dingin mengganggu tidurnya, Evan terduduk, bingung dan heran. Pohon-pohon mengelilingi tempat terbuka tempat ia berbaring; tak diragukan lagi sebuah kenyamanan yang hampa.

Mungkin Kamu Suka
Cuaca di Sekitar Kita untuk Pembaca Pemula
Cuaca di Sekitar Kita untuk Pembaca Pemula

Buku bergambar non-fiksi yang menarik untuk pembelajar muda yang menjelajahi berbagai jenis cuaca, mulai dari hari-hari cerah dan langit berawan hingga hujan, salju, dan badai.

Tidak, terima kasih!
Tidak, terima kasih!

Sebuah cerita sederhana dan manis tentang preferensi seorang anak untuk camilan dingin di hari yang panas, menampilkan dialog berulang yang bagus untuk pembaca muda.

Apa itu?
Apa itu?

Sebuah cerita sederhana dan berulang yang sempurna untuk anak kecil yang belajar mengucapkan frasa percakapan umum, seperti bertanya "apa itu?" dan menjawab "Saya tahu."

Saya Kedinginan
Saya Kedinginan

Sebuah cerita yang sangat sederhana tentang karakter yang kedinginan dan mendaftar berbagai hal yang mereka butuhkan untuk merasa hangat dan nyaman.

Bayi Benih Tertidur
Bayi Benih Tertidur

Perjalanan Pertumbuhan Cuz

Why Does Light Bend?
Why Does Light Bend?

Light is like a magician! It zooms, bounces, and even bends. Join us on a bright adventure to discover the secrets of physics—from sunlight to lenses. This book is perfect for curious little scientists who love to ask 'Why?'

Semut dan Belalang
Semut dan Belalang

Kisah ulang fabel klasik Aesop ini menggambarkan pentingnya perencanaan dan pandangan ke depan melalui kisah seekor semut pekerja keras dan belalang yang riang. Ketika musim dingin tiba, belalang belajar pelajaran berharga tentang persiapan, dan persahabatan mereka berkembang dari pemahaman bersama.

Cuaca
Cuaca

Sebuah cerita sederhana yang memperkenalkan berbagai jenis kondisi cuaca melalui kalimat-kalimat pendek dan deskriptif.

Satu hari lagi yang cerah
Satu hari lagi yang cerah

Sebuah kisah tentang Lumi, seekor kelinci kecil yang tinggal di kota yang selalu diguyur hujan, yang belajar tentang kesabaran dan harapan di tengah hari-hari hujan yang seakan tak ada habisnya.

Haruskah Aku Berbagi Es Krimku?
Haruskah Aku Berbagi Es Krimku?

Tom mendapatkan es krim besar dan lezat tetapi kesulitan dengan gagasan untuk membaginya. Setelah beberapa pemikiran, dia memutuskan untuk berbagi dengan Max, tetapi menemukan es krimnya telah meleleh. Kisah sederhana ini mengeksplorasi tema berbagi, persahabatan, dan keputusan cepat untuk pembaca muda.

Halo!
Halo!

Max sedang bersiap-siap untuk pesta ulang tahunnya! Saat teman-temannya tiba, mereka saling menyapa dengan "Halo" dan "Hai." Sebuah cerita sederhana dan menyenangkan untuk membantu pelajar muda melatih sapaan pertama mereka.

U - U - Atas
U - U - Atas

Kisah bergambar yang cerah ini mengikuti Max si Kelinci saat ia naik balon udara panas, memberikan banyak kesempatan kepada pembaca muda untuk mendengar dan mengucapkan bunyi u pendek /ʌ/. Diceritakan dengan teks satu kata per halaman yang sederhana dan ilustrasi yang jelas serta menarik, anak-anak menyaksikan Max merasa senang, lalu uh-oh saat api padam dan ia turun dengan selamat ke tanah, memperkuat bunyi u pendek melalui pengulangan dan penceritaan visual.