Milo si Rubah Rembulan

Milo si Rubah Rembulan

Penulis
authorChamp

Milo si rubah klasik 🦊

age3 - 6 tahun
emotional intelligence
Emotional Intelligence
Detail Cerita

Di sebuah bukit tempat pohon-pohon tinggi tumbuh, di bawah bintang-bintang yang berkelip dan bersinar, hiduplah Milo, si rubah cahaya bulan, dengan ekor yang berkelap-kelip!

Setiap malam, Milo menari melewati bayangan dan sungai, menjalin kumisnya ke dalam mimpi anak-anak. Tapi dia terlalu cepat dan senyap untuk bisa terlihat!

"Aku harap aku punya teman untuk bermain," kata Milo. Dia bertanya pada seekor burung hantu pemarah, “Apakah kamu mau bermain?” Burung hantu itu berkata, “Aku terlalu sibuk—aku bersuara 'huu' sampai fajar setiap hari.”

Kemudian Milo menemukan seekor beruang yang mengantuk meringkuk di bawah pohon. “Jangan sekarang, rubah muda,” kata beruang itu, “Alam mimpi memanggilku.”

Milo menghela napas dan berputar, ekor peraknya menyapu tanah, merasa sedikit kesepian saat dia mencari teman.

Lalu sebuah suara kecil mencicit, “Halo!” Itu adalah Luna, seekor anak kucing awan yang lembut melayang tinggi di langit. Dia berkata, “Aku telah melihatmu berlari dan berputar, aku ingin sekali bergabung dengan pusaran cahaya bulanmu!”

Milo dan Luna melesat melewati padang rumput dan menari di atas danau, melukis bintang-bintang dengan serpihan komet yang berkilauan. Betapa menyenangkannya punya teman!

Saat matahari mulai terbit, Milo tersenyum dengan mata mengantuk. “Aku menemukan seorang teman,” katanya lembut, meringkuk di hamparan bunga, ekornya bersinar lembut. Dua sahabat di bawah langit biru!