Rune dan Api yang Terlupakan

Rune dan Api yang Terlupakan

Penulis
authorElaineNareen

Di Cindera, setiap anak memiliki api yang berpendar. Api Rune menyala merah—langka dan ditakuti. Ketika kegelapan merenggut cahaya orang lain, ia harus mengungkap kebenaran tentang apinya. Sebuah kisah tentang keberanian, sihir kuno, dan seorang gadis yang menolak untuk diremehkan.

age4 - 6 tahun
emotional intelligence
fantasyadventuremagicheroinecouragecoming of agefriendshipmythical creatureslight vs darkself-discoverynaturesquirrelsancient spiritscolor symbolismchildhood
Detail Cerita

Di negeri Cindera yang jauh, setiap anak dilahirkan dengan api kecil yang menyala di dada mereka. Emas berarti sukacita. Biru berarti kebijaksanaan. Hijau berarti kedamaian. Namun, ketika seorang gadis bernama Rune ditemukan di antara abu hutan yang terbakar, cahayanya berkelip merah tua—dan tak ada yang tahu apa artinya.

Para tetua merasa takut. "Merah adalah warna sihir api yang terlupakan," kata mereka sambil menggelengkan kepala. "Sihir itu pernah mengguncang gunung dan menghancurkan kuil. Tetaplah diam, jangan menonjol, dan jangan menghalangi jalan," mereka memperingatkannya.

Namun Rune tidaklah kecil. Hatinya menyala dengan percikan yang dahsyat. Suatu malam yang gelap, bayangan merayap ke seluruh negeri, mencuri cahaya dari hati anak-anak. Api mereka yang menyala lenyap seperti percikan diembus angin.

Rune tidak bisa tinggal diam. Dia mengemasi sebuah tas kecil, dan dari semak-semak melompatlah Moss, seekor tupai keras kepala dengan mata yang cerah. "Aku akan membantumu," cicitnya. Mereka berangkat bersama di bawah bintang-bintang perak.

Pertama, mereka tiba di reruntuhan sunyi tempat angin dingin berbisik di antara bebatuan yang pecah. Rune mengangkat tinggi cahaya merahnya. Tiba-tiba, bayangan-bayangan itu mencoba memadamkannya! Namun Moss melesat ke kiri dan ke kanan, menjatuhkan biji-biji ek kecil yang bersinar biru. Bayangan-bayangan itu menjerit dan melarikan diri.

Selanjutnya, mereka mendaki bukit tempat para raksasa tidur berbaring di bawah lumut dan dedaunan. Napas para raksasa berbau seperti tanah dan hujan. Rune memanggil angin dan bintang dengan lembut, dan seorang anak laki-laki yang bisa berbicara bahasa mereka pun muncul, matanya berkelip seperti langit malam.

Bersama-sama, mereka menemukan percikan terakhir dari roh kuno yang tersembunyi di bawah ibu jari raksasa. Roh itu membisikkan kisah-kisah tentang sihir api kuno dan keberanian. Api merah Rune tumbuh menjadi hangat dan kuat.

Mereka berlari kembali, lebih cepat dari bayangan. Kali ini, api Rune menyala terang. Bayangan-bayangan itu menjerit dan lenyap tak berbekas, dan cahaya anak-anak kembali berkelip—emas, biru, hijau—semuanya bersinar dengan sukacita lagi.

Para tetua menyaksikan dengan takjub saat api merah Rune bersinar, bukan dengan ketakutan tetapi dengan bangga. Sihir api yang terlupakan itu bukanlah kutukan—itu adalah cahaya yang bisa menyelamatkan mereka semua.

Dan sejak hari itu, tak ada lagi yang menyuruh Rune untuk diam atau tidak menonjol. Karena gadis pemberani dengan api merah itu adalah jantung yang membuat dunia mereka tetap menyala terang.

Mungkin Kamu Suka
Fire: The Living Light of Our World
Fire: The Living Light of Our World

Fire: The Living Light of Our World is a nonfiction picture book that explores fire — from the first sparks in prehistoric times to forests, volcanoes, the Sun, and modern human life. Children can discover how fire brings warmth, energy, color, and renewal to our world, while also learning to respect its power.

There is a lamp in my heart
There is a lamp in my heart

A little girl is blind, but she can see with her heart. Throughout an ordinary day, she experiences the world through her senses of touch and hearing, believing that being unable to see is not frightening. In everyone’s heart, there is a light that illuminates the world, making it bright and beautiful.

The Lantern That Remembered It Was a Star
The Lantern That Remembered It Was a Star

Solu, a forgotten paper lantern in a quiet attic, hasn’t glowed in a hundred years. When a sudden storm sparks her wick, she rises into the night carrying the wishes of the girl who once loved her. Through wind, rain, and starlight, Solu discovers she was never just a lantern—she was always meant to become a warm red-gold star. A gentle, uplifting story about courage, memory, and finding your true light.

Felix Finds His Flame
Felix Finds His Flame

Felix, a small cat in Moonberry Woods, guides others with his lantern. A storm snuffs it out, leaving him doubtful and afraid. Hearing lost friends, he chooses kindness over fear, leads them safely home, and his inner courage rekindles the flame—showing true light lives in brave, caring hearts for all. Story & Art: Felix VO: Nandini Ayu

Sang Beo Pemberani
Sang Beo Pemberani

Sebuah kisah yang menyentuh hati tentang keberanian dan tekad, 'Si Burung Beo Pemberani' menceritakan seekor burung beo merah kecil yang dengan berani memadamkan kebakaran hutan dengan berulang kali membawa air meskipun diberitahu bahwa usahanya sia-sia. Kisah ini menonjolkan tema keberanian, kegigihan, dan welas asih dengan latar hutan yang penuh kehidupan, sehingga cocok untuk pembaca muda dan keluarga mereka.

Cahaya Hati
Cahaya Hati

“Seekor monster memakan hati semua orang di kota ini. Orang-orang bergegas membeli segala macam alat pemanas, berharap bisa mendapatkan kehangatan kembali, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil - jadi mereka mulai saling bertarung. Sekelompok orang hampa dengan berani memasuki sarang monster itu, mengambil kembali hati-hati itu, dan membuat semua orang hangat kembali. Bahkan monster itu merasakan cinta dan berubah kembali menjadi manusia! Ternyata semua konflik berasal dari kurangnya cinta - cinta adalah hal yang paling penting.”

Kelinci Bijaksana
Kelinci Bijaksana

Sebuah kisah yang lembut dan mengharukan berlatar di hutan yang sunyi, di mana tindakan tanpa pamrih seekor kelinci yang baik hati membuat dewa bulan terkesan. Kisah ini menyoroti tema kebaikan, pengorbanan, dan kebijaksanaan, yang dituturkan dalam prosa sederhana dan jelas, cocok untuk pembaca muda.

Temukan Item (u, b, v, w, x, z)
Temukan Item (u, b, v, w, x, z)

Ini adalah cerita sederhana dan berulang yang dirancang untuk anak-anak yang sangat kecil untuk berlatih mengidentifikasi benda-benda umum dan mengajukan pertanyaan 'Di mana...?'

Jika Ada Pelangi di Cakrawala
Jika Ada Pelangi di Cakrawala

Inspirasi​ Pelangi—simbol cahaya dan harapan yang bersinar—menginspirasi buku ini, menyampaikan kehangatan dan kenyamanan melalui seni dan teks.​ Konten​ Bibi Ma, seorang perajut yang kehilangan semangatnya setelah kematian suaminya, kembali menemukan harapan (dan kecintaannya pada merajut) saat seorang anak laki-laki bernama Cuaca Buruk meminta hadiah. Seni yang hidup dan penuh cahaya menyelimuti pembaca dalam harapan.​ Teknik​ Warna-warni pelangi yang cerah (menggemakan cahaya), sapuan lembut, seorang anak laki-laki yang ceria, dan teks yang ringkas merajut suasana penuh harapan.

Bagaimana Sinar Matahari Menghasilkan Listrik
Bagaimana Sinar Matahari Menghasilkan Listrik

"Bagaimana Sinar Matahari Menghasilkan Listrik" adalah buku Nonfiksi sains yang menyenangkan untuk para pembaca cilik. Ikuti Shey saat ia menjelaskan bagaimana Sinar Matahari berubah menjadi Listrik yang kita gunakan setiap hari. Dengan kata-kata sederhana dan ilustrasi yang cerah, anak-anak akan belajar bagaimana Matahari dan Panel Surya bekerja sama untuk menyuplai listrik ke rumah kita.

Cahaya Duniawi Sang Pengembara Debu Bintang
Cahaya Duniawi Sang Pengembara Debu Bintang

Seorang pengembara debu bintang yang kesepian menemukan cahaya-cahaya lembut Bumi—penuntun, penuh sukacita, dan hangat—yang semuanya dinyalakan oleh manusia untuk sesamanya. Ia berubah menjadi bintang penjaga, selamanya mengawasi planet ini, tempat kebaikan bersinar paling terang dalam kegelapan.

Voices of Light
Voices of Light

“Voices of Light” is a gentle picturebook about friendship and understanding. Lulu loves her cat and dog, but her playful “Meow-Meow” and “Boof-Boof” names make them wonder if she sees only their sounds. A warm beam of golden sunlight reveals the truth: Lulu’s silly sounds are small pieces of love. Together, they learn that every voice carries its own light—and friendship shines brightest when we truly see one another.