

Kisah yang lembut tentang Leo, seorang anak laki-laki yang belajar pentingnya mendengarkan sebelum membantu. Melalui persahabatannya dengan Mia dan teman-teman sekelasnya, Leo menemukan bahwa kebaikan dimulai dengan sungguh-sungguh mendengarkan ide orang lain, yang menuntun mereka untuk menciptakan taman persahabatan yang indah bersama-sama.
Leo suka menolong orang. Namun terkadang, ia terlalu bersemangat dan menyela teman-teman sekelasnya sebelum mereka selesai berbicara. Suatu hari, di kelas, Mia mencoba menjelaskan idenya untuk sebuah proyek kelompok. Namun Leo menyela dan berkata, “Aku tahu! Kita bisa membuat rumah burung!” Mia menunduk. Ia tidak mengatakan apa-apa.
Sepulang sekolah, Leo bercerita kepada Nenek tentang ide rumah burungnya. Namun Nenek bertanya dengan lembut, “Apakah Mia sudah mengatakan apa yang ia inginkan terlebih dahulu?” Leo terdiam. “Aku… kurasa tidak.” Nenek tersenyum. “Menolong itu luar biasa. Namun kebaikan sejati dimulai dengan mendengarkan.”
Malam itu, Leo duduk di tempat tidurnya, menatap bintang-bintang di luar. Ia teringat betapa sedihnya raut wajah Mia. “Aku tidak mendengarkan. Aku hanya ingin menolong,” bisiknya. Ia menulis di jurnal kebaikannya: “Lain kali, dengarkan dulu.”
Keesokan harinya, Leo menemui Mia saat istirahat. “Maaf aku memotong pembicaraanmu,” katanya. “Aku ingin mendengar idemu.” Mia tersenyum perlahan. “Terima kasih, Leo. Aku ingin membuat taman persahabatan.” Leo mengangguk. “Kedengarannya luar biasa. Ayo kita wujudkan idemu.”
Leo, Mia, dan teman-teman sekelasnya bekerja sama membangun sebuah taman kecil di dekat pagar sekolah. Mereka menanam bunga, mengecat papan nama, dan membuat sebuah bangku yang bertuliskan: “Kebaikan Tumbuh di Sini.” Leo mendengarkan setiap ide — dan merasa bangga dengan timnya.
Malam itu, Leo menatap bintang-bintang lagi. Ia tersenyum dan berbisik, “Satu benih tertanam… kali ini dengan telingaku.”
Leo, seekor anak singa, memimpikan Sunfield, sebuah padang rumput keemasan yang diceritakan ibunya. Ketika terpisah dari ibunya dan dipindahkan ke kebun binatang lain, Leo menemukan teman baru, Glint, secercah cahaya yang memandunya dalam pelarian penuh petualangan kembali ke Sunfield dan sebuah reuni yang mengharukan.
Join Lio and his dog Mimo on a curious adventure to discover what light truly is. From sunrises and rainbows to fireflies and shadows, this story explores the science of light and how kindness can be a light we share with others.
Bibo, a playful bunny, loves his toys but hates cleaning up! One day, he discovers Sweepy, a magical dustpan with a giggly smile and sparkly powers. Together, they tackle the mess. Can Bibo learn the magic of responsibility? Join their adventure!
Pada malam hari, sebuah bintang kecil muncul dari balik awan, berteman dengan sebuah bayangan yang lahir dari cahayanya. Mereka bermain bersama, dan sang bintang menyadari bayangan itu memudar saat cahaya terhalang—namun muncul kembali dengan cahaya kunang-kunang setelah melihat bayangan hutan dan sungai. Mereka berjanji: selama sang bintang bersinar, bayangan itu akan selalu menjadi temannya.
Saat museum luar angkasa tutup, Cuz membangun roket, mengubah perjalanan yang gagal menjadi petualangan ke bulan yang tak terlupakan
Max menjelajahi sebuah gua yang gelap dan bertemu bayangan-bayangan aneh yang membuatnya takut! Namun dalam perjalanannya, ia bertemu teman-teman yang membantunya menemukan arti persahabatan. Cerita ini membantu pembaca pemula dalam mempelajari bunyi huruf awal, dengan fokus khusus pada bunyi /c/.
Sebuah kisah yang lembut dan mengharukan berlatar di hutan yang sunyi, di mana tindakan tanpa pamrih seekor kelinci yang baik hati membuat dewa bulan terkesan. Kisah ini menyoroti tema kebaikan, pengorbanan, dan kebijaksanaan, yang dituturkan dalam prosa sederhana dan jelas, cocok untuk pembaca muda.
Sebuah cerita sederhana yang memperkenalkan anak-anak kecil pada tempat-tempat umum di komunitas mereka seperti sekolah, perpustakaan, rumah, taman, rumah sakit, restoran, pusat perbelanjaan, dan bioskop.
Light is a universal language used by people around the world to express gratitude, celebrate harvests, and convey hope. On a lonely night, the little fox Happy embarked on a unique journey.
Kisah bergambar yang menyenangkan ini mengikuti Max dalam petualangan di danau, memberikan banyak kesempatan kepada pembaca muda untuk mendengar dan mengucapkan bunyi /l/. Melalui ilustrasi cerah dan format satu kata per halaman yang sederhana, anak-anak belajar huruf L sambil menjelajahi kehidupan di danau bersama Max.
Seekor monyet cerdik dan seekor buaya yang baik hati menjadi teman, berbagi buah dan cerita di tepi sungai. Namun, ketika istri Buaya menuntut jantung monyet, persahabatan mereka diuji dalam kisah yang lucu dan menegangkan, mengajarkan tentang kepercayaan dan kejujuran.
Kisah yang dapat diuraikan ini membantu pembaca awal melatih bunyi /ch/ melalui kata-kata menyenangkan seperti chips, chicken, chin, dan chat, bersama dengan kata-kata penglihatan sederhana seperti the, is, on, dan it. Max dan Tom sedang makan siang di bangku ketika mereka bertemu ayam nakal yang suka makan keripik!
© Hak Cipta 2024 - Giggle Academy
上海吉咯教育科技有限公司
Hak Cipta © 2026 - Giggle Academy