Baker Max: Irama Roti Pisang + Kuis

Baker Max: Irama Roti Pisang + Kuis

Penulis
authorAmber

Dalam cerita yang menyenangkan ini, Max menjadi koki yang ceria, memanggang roti pisang sambil menjelajahi suku kata dalam setiap bahannya. Anak-anak dapat bertepuk tangan bersama Max saat mereka belajar memecah kata-kata seperti pi-sang dan men-te-ga menjadi suku kata, menjadikan literasi dini menyenangkan dan lezat

age3 - 6 tahun
emotional intelligence
Humanities & History
Mungkin Kamu Suka
Baker Max: Roti Pisang Mengalahkan
Baker Max: Roti Pisang Mengalahkan

Dalam cerita yang menyenangkan ini, Max menjadi koki yang ceria, memanggang roti pisang sambil menjelajahi suku kata di setiap bahan. Anak-anak dapat bertepuk tangan bersama Max saat mereka belajar memecah kata-kata seperti ba-na-na, but-ter, dan flour menjadi suku kata, membuat literasi awal menjadi menyenangkan dan lezat!

Max Membuat Musik
Max Membuat Musik

Max sang musisi menciptakan lagunya sendiri dengan melapisi enam suara yang menyenangkan seperti ketukan, jentikan, dan tepukan. Sepanjang jalan, anak-anak menjelajahi kata-kata keluarga -ap yang berima dan menemukan bagaimana musik dan bahasa dapat bekerja sama!

Max Membuat Musik + Kuis
Max Membuat Musik + Kuis

Max si musisi menciptakan lagunya sendiri dengan melapisi enam suara yang menyenangkan seperti ketukan, jentikan, dan tepukan. Sepanjang jalan, anak-anak menjelajahi kata-kata keluarga -ap yang berima dan menemukan bagaimana musik dan bahasa dapat bekerja sama!

Max Memainkan Musik
Max Memainkan Musik

Sebuah cerita sederhana dan menarik untuk anak-anak kecil tentang karakter bernama Max yang memainkan berbagai alat musik, masing-masing dengan suara khasnya. Sempurna untuk memperkenalkan alat musik dan suara.

Max dan Pasta yang Menghilang
Max dan Pasta yang Menghilang

Ketika Max menyadari bahwa mangkuk-mangkuk pasta yang berat menjadi semakin ringan, hal itu membawanya dalam sebuah petualangan penuh mi untuk memecahkan misteri pasta yang menghilang.

Max dan Band Rock Reptil
Max dan Band Rock Reptil

Max mendengar musik di dalam hutan dan menemukan sebuah band reptil yang keren! Bisakah kamu menebak alat musik apa yang dimainkan setiap teman reptil?

Max Membangun Sebuah Band
Max Membangun Sebuah Band

Max menggunakan peralatan dari kotak peralatannya untuk membuat alat musiknya sendiri. Max siap bermain, menari, dan tampil di depan kerumunan teman kelinci yang bersorak-sorai.

Max Membuat Pizza
Max Membuat Pizza

Bergabunglah dengan Max, seekor kelinci yang ceria, saat ia membuat pizza lezat langkah demi langkah. Kisah sederhana ini memperkenalkan tindakan memasak dasar dan kosakata makanan, cocok untuk pembelajar awal untuk berlatih mendengarkan dan berbicara.

Band Suku Kata + Kuis
Band Suku Kata + Kuis

Max dan keluarganya memilih alat musik dengan mengambil nomor yang sesuai dengan jumlah suku kata nama alat musiknya. Mulai dari drum hingga harmonika, setiap kelinci belajar cara mengucapkan setiap suku kata. Kisah yang ceria ini membantu pembaca cilik belajar tentang suku kata sambil menikmati petualangan musik keluarga yang seru.

Mengapa Simpanse Bertepuk Tangan
Mengapa Simpanse Bertepuk Tangan

Kisah yang jenaka dan berirama tentang bagaimana para simpanse menemukan tepuk tangan untuk mengusir burung-burung dan akhirnya menciptakan musik bersama-sama di hutan. Kisah ini memadukan tokoh-tokoh hewan yang menyenangkan dengan pesan moral yang ringan tentang ritme dan kebersamaan, ideal untuk anak-anak.

Max Menggunakan Indra-Indranya
Max Menggunakan Indra-Indranya

Bergabunglah dengan Max, kelinci yang ramah, saat ia menjelajahi dunia menggunakan kelima indranya. Buku bergambar yang sederhana dan berulang ini sangat cocok untuk pembelajar bahasa Inggris pemula, memperkenalkan kosakata dasar melalui melihat, mendengar, mengecap, menyentuh, dan mencium benda-benda sehari-hari.

Pawai Mainan + Kuis
Pawai Mainan + Kuis

Dalam cerita yang menyenangkan ini, para mainan berdebat tentang siapa yang harus memimpin parade di taman hingga Max menunjukkan cara berbaris berdasarkan ketukan (suku kata) dalam nama mereka. Saat para mainan berbaris dengan teratur, (satu ketukan, dua ketukan, tiga ketukan, empat!) para pembaca cilik belajar cara memecah kata menjadi suku kata dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.