Memahat lubang di dinding untuk mencuri cahaya

Memahat lubang di dinding untuk mencuri cahaya

Penulis
author李嘟嘟

Kisah melubangi dinding untuk mencuri cahaya mengajarkan kita bahwa kondisi belajar eksternal yang sulit bukanlah alasan untuk menghalangi pengejaran ilmu. Keinginan akan ilmu dan kegigihan untuk secara aktif mengatasi kesulitan adalah kunci untuk mencapai pengembangan diri.

age4 - 8 tahun
emotional intelligence
Habit Formation
Detail Cerita

Pada masa Dinasti Han, ada seorang pemuda bernama Kuang Heng yang sangat rajin dan tekun belajar.

Karena keluarganya sangat miskin, ia harus melakukan banyak pekerjaan di siang hari untuk mencari nafkah.

Hanya pada malam hari ia bisa duduk dan membaca dengan tenang.

Tetapi ia tidak mampu membeli lilin, sehingga ia tidak bisa membaca saat hari mulai gelap.

Kuang Heng merasa sedih karena waktu yang terbuang sia-sia dan sangat menderita.

Keluarga tetangganya sangat kaya. Pada malam hari, mereka akan menyalakan lilin di beberapa ruangan, membuat rumah menjadi terang benderang.

Suatu hari, Kuang Heng memberanikan diri untuk berjalan ke pintu tetangganya, mengetuk pintu dan berkata:

Saya ingin membaca di malam hari, tetapi saya tidak mampu membeli lilin. Bolehkah saya meminjam sedikit tempat di rumah Anda?

Tetangga itu selalu memandang rendah orang yang lebih miskin dari mereka, jadi mereka berkata dengan jahat: Jika kamu terlalu miskin untuk membeli lilin, untuk apa membaca buku?

Kuang Heng sangat marah setelah mendengar ini, tetapi ia menjadi lebih bertekad untuk belajar dengan giat.

Kuang Heng kembali ke rumah dan diam-diam memahat lubang kecil di dinding, yang melaluinya cahaya lilin dari rumah tetangga masuk.

Dengan cahaya dari sebelah, Kuang Heng membaca semua buku dengan penuh semangat, tetapi ia masih merasa bahwa buku-buku ini jauh dari cukup.

Ada sebuah keluarga kaya di dekat situ yang memiliki banyak koleksi buku.

Suatu hari, Kuang Heng datang ke pintu sebuah keluarga kaya dengan membawa gulungan alas tidurnya.

Ia berkata kepada tuannya: Tolong terima saya, saya akan bekerja untuk Anda tanpa imbalan apa pun, biarkan saja saya membaca semua buku Anda.

Pemiliknya tergerak oleh semangatnya dan menyetujui permintaannya untuk meminjam buku.

Kuang Heng belajar dengan tekun.

Kemudian, ia menjadi perdana menteri Kaisar Yuan dari Han dan menjadi seorang sarjana terkenal di Dinasti Han Barat.

Kuang Heng belajar dengan tekun dan menimba ilmu dengan giat dalam lingkungan yang begitu sulit. Karena kita hidup di lingkungan materi yang begitu baik, bukankah seharusnya kita belajar lebih giat lagi? Apa pun keadaan kita, kita harus belajar dengan tekun. Pengetahuan adalah kekuatan, pengetahuan adalah sumber, dan itu dapat membuat dunia lebih sempurna.

Mungkin Kamu Suka
Meet the Color Monster
Meet the Color Monster

Learn about colors in fruits with the monsters

Dino Cahaya Bulan
Dino Cahaya Bulan

Cahaya bulan membangunkan fosil dinosaurus di museum. Ia menyelinap keluar untuk menjelajahi kota yang tertidur: meniup kelopak bunga, menyentuh tangan seorang anak laki-laki, mengejar aroma roti yang lezat, menari di bawah air mancur. Sebelum bulan terbenam, sang dino melambaikan selamat tinggal, menyelipkan malam penuh cahaya bintang ke dalam museum.

Luma dan Cahaya Kecilnya
Luma dan Cahaya Kecilnya

Luma, seekor ikan kecil dengan cahaya terang di kepalanya, merasa malu karena cahayanya membuatnya berbeda. Namun, ketika awan pasir yang gelap menelan teman-temannya, anugerah unik Luma menjadi pemandu mereka dan menyelamatkan keadaan, mengajarkan semua orang tentang pentingnya menerima apa yang membuat mereka istimewa.

Cahaya Telah Tiba
Cahaya Telah Tiba

Buku sains bergambar untuk pembaca pemula yang dirancang untuk membangun kosakata warna, kemampuan mengamati, dan kepercayaan diri membaca — dengan menjelajahi bagaimana cahaya membuat dunia penuh warna terlihat melalui irama, pengulangan, dan penemuan yang menyenangkan.

Cahaya: Keajaiban yang Membuat Kita Bisa Melihat
Cahaya: Keajaiban yang Membuat Kita Bisa Melihat

Perjalanan yang cerah dan menyenangkan untuk mempelajari sains tentang cahaya! Anak-anak akan menemukan bagaimana cahaya bersinar, merambat, dan membantu kita melihat warna, bayangan, dan pelangi. Fakta-fakta sederhana, bahasa yang ringan, dan ilustrasi yang hangat menjadikan pembelajaran tentang cahaya terasa menyenangkan dan penuh keajaiban.

Light and Shadow, We Are a Team
Light and Shadow, We Are a Team

Old Goat invited Piglet and Little Monkey to perform a show together. However, the pair didn't know how to cooperate with each other at first. As they spent time together, they learned to work as a team, became good friends, and put on a wonderful performance.

Leo dan Teman Cahayanya
Leo dan Teman Cahayanya

Leo, seekor anak singa, memimpikan Sunfield, sebuah padang rumput keemasan yang diceritakan ibunya. Ketika terpisah dari ibunya dan dipindahkan ke kebun binatang lain, Leo menemukan teman baru, Glint, secercah cahaya yang memandunya dalam pelarian penuh petualangan kembali ke Sunfield dan sebuah reuni yang mengharukan.

Menguak Misteri Cahaya dan Keajaibannya
Menguak Misteri Cahaya dan Keajaibannya

mempelajari sifat-sifat cahaya dengan cara yang menyenangkan

Sebuah Pohon Buah
Sebuah Pohon Buah

Sebiji benih mungil, hati yang penuh kasih, dan sebuah mimpi yang tumbuh. Dari celah bebatuan hingga pohon yang penuh buah jeruk, cinta seorang pekebun kecil membuat segalanya mekar.

Why Does Light Bend?
Why Does Light Bend?

Light is like a magician! It zooms, bounces, and even bends. Join us on a bright adventure to discover the secrets of physics—from sunlight to lenses. This book is perfect for curious little scientists who love to ask 'Why?'

A Glowing Seed
A Glowing Seed

A little girl found a glowing seed, so she took it home, planted it, and took good care of it. But the seed still hadn’t sprouted. When she noticed all the plants outside her window were thriving, she finally realized what the seed needed. 小女孩发现了一颗会发光的种子,于是她把种子带回家种下并细心照顾,但是种子却迟迟不发芽。小女孩发现窗外的植物都生长得茂盛,终于明白了种子需要什么。

Cahaya Hati
Cahaya Hati

“Seekor monster memakan hati semua orang di kota ini. Orang-orang bergegas membeli segala macam alat pemanas, berharap bisa mendapatkan kehangatan kembali, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil - jadi mereka mulai saling bertarung. Sekelompok orang hampa dengan berani memasuki sarang monster itu, mengambil kembali hati-hati itu, dan membuat semua orang hangat kembali. Bahkan monster itu merasakan cinta dan berubah kembali menjadi manusia! Ternyata semua konflik berasal dari kurangnya cinta - cinta adalah hal yang paling penting.”