The Cloud Who Wanted to Hug
A lonely data cloud, holding everyone's precious memories, longs for a hug. After a storm, a little girl's kind words bring it the warmth it craved, illustrating the connection between technology and human emotion.
Panci BesarKisah yang menawan dan lembut tentang Landak, yang suka menunjukkan kasih sayang melalui pelukan tetapi menyadari bahwa duri-durinya membuat pelukan terasa menyakitkan bagi teman-temannya. Dengan bantuan Burung Hantu, ia menemukan cara baru yang penuh perhatian untuk mengungkapkan kasih sayang tanpa menyakiti orang lain. Dongeng yang mengharukan ini mengajarkan anak-anak tentang kebaikan, empati, dan pemecahan masalah yang kreatif dengan nada yang ceria dan lembut.
Sebuah cerita yang sangat sederhana tentang karakter yang kedinginan dan mendaftar berbagai hal yang mereka butuhkan untuk merasa hangat dan nyaman.
Buku ini adalah buku bergambar nonfiksi yang lembut yang membantu pembaca muda menyadari bagaimana langit berubah dari hari ke hari. Sempurna untuk usia 3–8 sebagai langkah pertama dalam ilmu cuaca.

Sebuah cerita yang sangat sederhana tentang sebuah panci yang menyebabkan masalah, membuat orang tua kesal, tetapi pada akhirnya diakhiri dengan pelukan yang menenangkan. Ideal untuk pembaca yang sangat muda yang belajar kata-kata dan emosi dasar.
Sebuah kisah yang diceritakan dari sudut pandang Matahari, yang belajar pelajaran berharga tentang keseimbangan saat mencoba membantu kebun seorang gadis kecil. Kisah ini menyoroti pentingnya malam dan hujan di samping sinar matahari agar kehidupan dapat tumbuh subur.
Seorang pengembara debu bintang yang kesepian menemukan cahaya-cahaya lembut Bumi—penuntun, penuh sukacita, dan hangat—yang semuanya dinyalakan oleh manusia untuk sesamanya. Ia berubah menjadi bintang penjaga, selamanya mengawasi planet ini, tempat kebaikan bersinar paling terang dalam kegelapan.
Bayangan, Pelangi! adalah cerita lembut berirama tentang seekor kucing hitam penasaran yang menemukan bagaimana cahaya matahari dan hujan menciptakan pendar pelangi. Melalui warna-warna lembut dan kata-kata sederhana, buku ini mengajarkan para pembaca cilik bahwa cahaya dan keajaiban dapat bersinar bahkan setelah hujan reda.
Pada suatu sore yang hujan, rasa bosan kakak beradik Lila dan Theo sirna oleh kedatangan seorang pengunjung unik yang mengenakan topi tinggi berhiaskan awan. Melalui sihir menyenangkan yang melibatkan pesawat kertas dan syal, tamu misterius itu mengubah hari yang tenang menjadi petualangan yang seru, mengajarkan tentang kesenangan, kekacauan, dan kerapian dalam suasana rumah pinggiran kota yang nyaman. Kisah ini menampilkan humor ringan, fantasi penuh imajinasi, dan momen keluarga yang hangat, sangat cocok untuk anak-anak.
Inspirasi Pelangi—simbol cahaya dan harapan yang bersinar—menginspirasi buku ini, menyampaikan kehangatan dan kenyamanan melalui seni dan teks. Konten Bibi Ma, seorang perajut yang kehilangan semangatnya setelah kematian suaminya, kembali menemukan harapan (dan kecintaannya pada merajut) saat seorang anak laki-laki bernama Cuaca Buruk meminta hadiah. Seni yang hidup dan penuh cahaya menyelimuti pembaca dalam harapan. Teknik Warna-warni pelangi yang cerah (menggemakan cahaya), sapuan lembut, seorang anak laki-laki yang ceria, dan teks yang ringkas merajut suasana penuh harapan.
The picture book tells of the protagonist who gets lost at a crossroads at dusk and encounters a warm, bright wandering cloud. Chasing the cloud, they traverse unknown dangers, journey through years, and finally leave confusion behind, finding spiritual direction and comfort in the pursuit.
Sebuah cerita sederhana yang memperkenalkan berbagai jenis kondisi cuaca melalui kalimat-kalimat pendek dan deskriptif.
Sebuah kisah tentang Lumi, seekor kelinci kecil yang tinggal di kota yang selalu diguyur hujan, yang belajar tentang kesabaran dan harapan di tengah hari-hari hujan yang seakan tak ada habisnya.
© Hak Cipta 2024 - Giggle Academy
上海吉咯教育科技有限公司
Hak Cipta © 2026 - Giggle Academy
