Singa dan Burung Pelatuk
Seekor singa yang sombong tersangkut tulang di tenggorokannya dan dibantu oleh seekor burung pelatuk kecil. Ketika singa menolak untuk berbagi makanan sebagai balasannya, burung pelatuk memberinya pelajaran berharga tentang kebaikan dan rasa syukur.
Di bawah sinar mentari pagi yang hangat, Singa berjalan dengan bangga melintasi hutan. Surainya bersinar seperti api, dan rumput membungkuk di bawah langkahnya. Lalu dia terbatuk keras. "Ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokanku!"
Di atas dahan, Pelatuk berhenti mematuk. "Itu terdengar menyakitkan," katanya. Dia mengepakkan sayapnya turun di samping cakar besarnya.
"Biarkan aku melihatnya," tawarnya. "Kau?" Singa berkedip. "Kau sangat kecil." "Kecil—ya," katanya, "tapi aku baik dan suka menolong."
Singa membuka mulutnya lebar-lebar. Pelatuk mengintip ke dalam gua gelap mulutnya. "Satu tulang kecil," katanya. Ketuk—tarik—POP!
Singa mengibaskan surainya lega. "Aku bisa mengaum lagi!" katanya bangga. Pelatuk membungkuk. "Senang bisa membantu, Singa."
Kemudian hari itu, Singa berbaring di bawah naungan, menghabiskan makanan besar. Pelatuk mengawasi dari pohonnya. "Mungkin dia akan memanggilku untuk berbagi sedikit," harapnya.
Dia terbang kepadanya dengan lembut. "Singa," katanya, "ingat tulang yang kutarik dari tenggorokanmu?" Singa menguap. "Ya. Aku ingat."
"Aku bertanya-tanya," katanya lembut, "apakah kau mau berbagi sedikit makananmu?" Singa terkekeh, suara gemuruh yang dalam dan bangga. "Kau membantuku sekali—dan pekerjaan sekecil itu! Untuk itu kau mengharapkan ini?"
Bulu-bulu Pelatuk merunduk. Dia berdiri sangat diam. "Kalau begitu aku akan menyimpan bantuanku untuk mereka yang peduli pada kebaikan," katanya dengan tenang.
Dia mengangkat sayapnya dan terbang kembali ke dahan tingginya. Di bawahnya, Singa terus makan, keemasan dan megah di rumput. Dia tidak mendongak.
Setelah beberapa saat, Singa terbatuk lagi—lebih keras kali ini. "Argh—tulang lain… tersangkut lagi!" geramnya, mondar-mandir.
Dia melihat ke arah pohon Pelatuk. Tapi dahan kecil itu kosong. Pelatuk tidak terbang turun. Hanya daun-daun yang tenang berkibar di tempat dia pernah bertengger.
Singa terbatuk dan terbatuk, tenggorokannya sakit. Dan jauh di dalam hutan yang berdesir, seekor burung kecil bernyanyi jauh—sebuah pengingat bahwa kebaikan yang terlupakan mungkin tidak akan kembali.
Baa Baa Domba Hitam
Jari-jari kaki kecilku
Aku Mencintai Setiap Sisimu
Bebek Kecil Menggunakan Pispot
Hai, Diddle Diddle
Chicken Little
Laba-laba Kecil
Putri Duyung Kecil
Ayam Betina Merah Kecil
Tiga Babi Kecil
Itik Buruk Rupa
Sebuah sajak anak-anak klasik tentang domba hitam dengan banyak wol untuk dibagikan, menekankan kegembiraan memberi kepada orang lain.

Sebuah cerita sederhana dan interaktif untuk anak-anak yang sangat kecil, mengikuti Max saat ia mengenali dan mengucapkan selamat malam kepada berbagai bagian tubuhnya. Sempurna untuk mengembangkan kesadaran tubuh dan rutinitas tidur yang lembut.

Buku berima yang manis dan sederhana yang merayakan cinta tanpa syarat untuk seorang anak, merangkul semua sisi mereka, dari fitur fisik hingga berbagai suasana hati dan tindakan mereka, kemarin, hari ini, dan besok.

Buku papan yang hangat, lembut, dan membesarkan hati yang dirancang untuk membantu balita belajar menggunakan pispot. Ikuti Bebek Kecil saat ia melewati langkah-langkah pelatihan pispot, mulai dari mengenali kebutuhan untuk pergi, hingga menyeka, menyiram, dan mencuci tangan, merayakan pencapaian besarnya.

Sebuah sajak anak-anak klasik Inggris yang menampilkan kucing bermain biola, sapi melompati bulan, anjing tertawa, dan piring lari bersama sendok. Penuh dengan citra aneh dan omong kosong, sempurna untuk pembaca pemula.

Chicken Little percaya langit akan runtuh ketika sebuah biji pohon ek mengenai kepalanya. Dia mengumpulkan teman-temannya untuk memberitahu raja, tetapi mereka bertemu dengan rubah licik dalam perjalanan mereka. Kisah klasik ini mengajarkan tentang pemikiran kritis dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Sebuah sajak anak-anak klasik tentang perjalanan laba-laba kecil yang gigih menaiki saluran air, meskipun hujan.

Ini adalah cerita kosong. Tidak ada konten untuk diringkas atau dianalisis.

Kisah klasik tentang putri duyung kecil yang ingin menjelajahi dunia manusia dan jatuh cinta pada seorang pangeran, membuat pengorbanan sulit untuk bersamanya.

Fabel klasik ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kerja keras dan berkontribusi pada suatu kelompok. Ayam Merah Kecil bekerja tanpa lelah untuk menanam, memanen, dan memanggang, sementara teman-teman hewan ternaknya yang malas menolak membantu sampai tiba waktunya untuk memakan roti yang lezat.

Sebuah fabel klasik tentang tiga babi kecil yang membangun rumah dari bahan berbeda dan tantangan yang mereka hadapi ketika seekor serigala lapar mencoba merobohkannya. Ini mengajarkan pentingnya kerja keras dan membuat pilihan yang bijaksana.

Ini adalah kisah klasik tentang seekor anak itik yang merasa berbeda dan tidak dicintai karena penampilannya. Ia melakukan perjalanan penemuan diri, akhirnya menyadari bahwa ia adalah angsa yang cantik. Ini adalah kisah yang mengharukan tentang penerimaan diri dan menemukan tempat Anda di dunia.
© Hak Cipta 2024 - Giggle Academy
上海吉咯教育科技有限公司
Hak Cipta © 2026 - Giggle Academy
