

Mr. Silas is sad when his beloved chime stops singing. He searches everywhere, fearing it's a bad sign, until a young boy named Leo helps him discover the surprising and humorous truth behind its silence.
Di mana Topinya?
Saya Tidak Mengerti
Mari Berima Hari Ini! (kata-kata -ap)
Kisah sederhana dan berulang yang sempurna untuk pembaca pemula, memperkenalkan kosakata dasar dan konsep lokasi dengan topi, topi pet, dan pemukul.

Sebuah cerita yang lucu dan sederhana di mana Max tidak mengerti apa yang coba dikatakan hewan-hewan kepadanya, yang mengarah pada kesimpulan yang mengejutkan dan relevan tentang waktu makan siang.
Kisah yang jenaka dan berirama tentang bagaimana para simpanse menemukan tepuk tangan untuk mengusir burung-burung dan akhirnya menciptakan musik bersama-sama di hutan. Kisah ini memadukan tokoh-tokoh hewan yang menyenangkan dengan pesan moral yang ringan tentang ritme dan kebersamaan, ideal untuk anak-anak.
Buku ini memperkenalkan anak-anak kecil pada peralatan dapur umum melalui frasa sederhana, berulang, dan ilustrasi yang jelas. Buku ini berfokus pada pembangunan kosakata dan pengenalan benda sehari-hari seperti pemanggang roti, ketel, oven, kompor, microwave, dan blender.
Max dan keluarganya memilih alat musik dengan mengambil nomor yang sesuai dengan jumlah suku kata nama alat musiknya. Mulai dari drum hingga harmonika, setiap kelinci belajar cara mengucapkan setiap suku kata. Kisah yang ceria ini membantu pembaca cilik belajar tentang suku kata sambil menikmati petualangan musik keluarga yang seru.
Pada suatu sore yang hujan, rasa bosan kakak beradik Lila dan Theo sirna oleh kedatangan seorang pengunjung unik yang mengenakan topi tinggi berhiaskan awan. Melalui sihir menyenangkan yang melibatkan pesawat kertas dan syal, tamu misterius itu mengubah hari yang tenang menjadi petualangan yang seru, mengajarkan tentang kesenangan, kekacauan, dan kerapian dalam suasana rumah pinggiran kota yang nyaman. Kisah ini menampilkan humor ringan, fantasi penuh imajinasi, dan momen keluarga yang hangat, sangat cocok untuk anak-anak.
Dalam cerita yang menyenangkan ini, para mainan berdebat tentang siapa yang harus memimpin parade di taman hingga Max menunjukkan cara berbaris berdasarkan ketukan (suku kata) dalam nama mereka. Saat para mainan berbaris dengan teratur, (satu ketukan, dua ketukan, tiga ketukan, empat!) para pembaca cilik belajar cara memecah kata menjadi suku kata dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.

Sebuah cerita berima sederhana yang mengeksplorasi kata-kata yang berakhiran bunyi "ap" melalui kalimat-kalimat pendek dan lucu.
Dalam cerita yang menyenangkan ini, mainan-mainan berdebat tentang siapa yang harus memimpin parade di taman sampai Max menunjukkan kepada mereka cara berbaris berdasarkan ketukan (suku kata) dalam nama mereka. Saat mainan-mainan berbaris berurutan, (satu ketukan, dua ketukan, tiga ketukan, empat!) pembaca muda belajar cara memecah kata menjadi suku kata dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.
Polisi Max sedang dalam misi untuk memecahkan misteri hilangnya huruf P dari tanda taman! Dia mencari ke sana kemari di seluruh taman untuk mencari tahu siapa yang mengambilnya!
Dalam cerita yang menyenangkan ini, Max menjadi koki yang ceria, memanggang roti pisang sambil menjelajahi suku kata di setiap bahan. Anak-anak dapat bertepuk tangan bersama Max saat mereka belajar memecah kata-kata seperti ba-na-na, but-ter, dan flour menjadi suku kata, membuat literasi awal menjadi menyenangkan dan lezat!
Max dan keluarganya memilih alat musik dengan mengambil nomor yang sesuai dengan jumlah suku kata pada nama alat musik tersebut. Mulai dari drum hingga harmonika, setiap kelinci menemukan cara melafalkan bagian-bagian dari kata mereka. Kisah yang menyenangkan ini membantu pembaca pemula mempelajari tentang suku kata sambil menikmati petualangan musik keluarga yang seru.
© Hak Cipta 2024 - Giggle Academy
上海吉咯教育科技有限公司
Hak Cipta © 2026 - Giggle Academy