Sebelum Mencapai Ujung Jalan, Haruskah Orang Tua Mengatakan “Ayo Menyeberang Jalan” atau “Waktunya Menyeberang” kepada Anak?

Sebelum Mencapai Ujung Jalan, Haruskah Orang Tua Mengatakan “Ayo Menyeberang Jalan” atau “Waktunya Menyeberang” kepada Anak?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan Ini? “Ayo menyeberang jalan” dan “waktunya menyeberang” sama-sama mengumumkan bahwa Anda akan menyeberang jalan bersama. Keduanya memberi tahu anak bahwa saatnya untuk bergerak dari satu trotoar ke trotoar lainnya telah tiba. Anak-anak mendengar kata-kata ini di penyeberangan jalan, lampu lalu lintas, atau di dekat bus sekolah. Keduanya mengajarkan keselamatan di jalan.

“Ayo menyeberang jalan” berarti kita akan menyeberang jalan bersama sekarang. Ini adalah ajakan yang jelas. Orang tua mengatakannya sambil memegang tangan anak di penyeberangan jalan. Rasanya kooperatif dan baik.

“Waktunya menyeberang” berarti saat untuk menyeberang telah tiba. Ini lebih singkat dan lebih faktual. Orang tua mengatakannya setelah memeriksa mobil. Rasanya seperti pengumuman sederhana.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya mengatakan “kita akan menyeberang jalan sekarang.” Keduanya menandakan tindakan sedang dimulai. Tetapi yang satu adalah ajakan kooperatif sementara yang satu adalah pernyataan sederhana.

Apa Perbedaannya? Yang satu adalah ajakan. Yang satu adalah pernyataan fakta. “Ayo menyeberang jalan” melibatkan anak dalam keputusan. Ini mengatakan “kita akan melakukan ini bersama.” Rasanya hangat dan kooperatif.

“Waktunya menyeberang” adalah pengumuman sederhana. Ini mengatakan “saat menyeberang adalah sekarang.” Ini lebih singkat dan lebih langsung. Ini mengasumsikan anak sudah siap.

Pikirkan tentang orang tua di penyeberangan jalan. Lampu berubah menjadi hijau. Orang tua melihat ke kedua arah. “Ayo menyeberang jalan” adalah ajakan yang baik. “Waktunya menyeberang” adalah arahan cepat. Keduanya berhasil. Yang satu lebih hangat.

Yang satu untuk momen belajar. Yang lainnya untuk rutinitas. “Ayo menyeberang jalan” baik untuk anak-anak kecil yang sedang belajar. “Waktunya menyeberang” baik untuk anak-anak yang tahu rutinitasnya. Gunakan yang pertama untuk belajar. Gunakan yang kedua untuk kecepatan.

Juga, “ayo menyeberang” melibatkan orang dewasa dalam tindakan. “Waktunya menyeberang” berfokus pada saat itu. Keduanya membuat anak menyeberang dengan aman.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “ayo menyeberang jalan” untuk mengajar dan bekerja sama. Gunakan itu dengan anak-anak kecil yang sedang belajar keselamatan di jalan. Gunakan itu saat Anda ingin bersikap baik dan sabar. Itu cocok untuk momen belajar.

Contoh di rumah: “Ayo menyeberang jalan. Pegang tanganku.” “Ayo menyeberang jalan sekarang. Lampunya hijau.” “Ayo menyeberang bersama. Lihatlah kedua arah terlebih dahulu.”

Gunakan “waktunya menyeberang” untuk rutinitas atau momen cepat. Gunakan itu dengan anak-anak yang lebih besar yang tahu aturannya. Gunakan itu saat Anda sedang terburu-buru. Itu cocok untuk penyeberangan rutin.

Contoh untuk rutinitas: “Waktunya menyeberang. Tanda jalan menyala.” “Waktunya menyeberang. Tidak ada mobil yang datang.” “Waktunya menyeberang. Tetaplah dekat denganku.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Ayo menyeberang jalan” untuk belajar. “Waktunya menyeberang” untuk rutinitas. Keduanya mengajarkan keselamatan.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Ayo menyeberang jalan: “Ayo menyeberang jalan. Aku memegang tanganmu.” “Ayo menyeberang jalan saat lampu berubah menjadi hijau.” “Ayo menyeberang jalan bersama. Siap?”

Waktunya menyeberang: “Waktunya menyeberang. Lihat kiri, lihat kanan.” “Waktunya menyeberang. Mobil-mobil telah berhenti.” “Waktunya menyeberang. Tetaplah di penyeberangan jalan.”

Perhatikan “ayo menyeberang jalan” terdengar seperti upaya tim. “Waktunya menyeberang” terdengar seperti arahan sederhana. Anak-anak belajar keduanya. Satu untuk kerja tim. Satu untuk rutinitas.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Mengajar balita: “ayo menyeberang jalan.” Berjalan dengan anak yang lebih besar: “waktunya menyeberang.” Anak-anak belajar nada yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa orang tua mengatakan “waktunya menyeberang” kepada anak yang masih sangat kecil. Anak itu mungkin tidak mengerti apa arti “menyeberang”. Katakan “ayo menyeberang jalan” dan jelaskan langkah-langkahnya. Mengajar membutuhkan kata-kata.

Salah: “Waktunya menyeberang” (kepada anak berusia 3 tahun yang belum pernah menyeberang). Lebih baik: “Ayo menyeberang jalan. Kita berpegangan tangan dan mencari mobil.”

Kesalahan lain: mengatakan “ayo menyeberang” tanpa memeriksa mobil. Selalu lihat dulu. Selalu aman. Kata-kata tidak cukup. Tindakan penting.

Salah: “Ayo menyeberang” (melangkah ke jalan tanpa melihat). Benar: Melihat ke kedua arah. Melihat tidak ada mobil. Mengatakan “ayo menyeberang.”

Beberapa pelajar lupa untuk memegang tangan anak saat menyeberang. Bahkan dengan kata-kata, selalu pegang tangan mereka. Tangan menjaga anak-anak tetap aman. Kata-kata mengajar. Tangan melindungi.

Juga hindari mengatakan “waktunya menyeberang” saat lampu merah menyala. Tunggu tanda jalan atau lampu hijau. Anak Anda belajar dari contoh Anda. Ikuti aturan.

Tips Memori Mudah Pikirkan “ayo menyeberang jalan” sebagai tangan yang terulur. Tangan mengundang anak untuk bergabung dengan Anda. Kooperatif dan baik. Untuk mengajar dan kerja tim.

Pikirkan “waktunya menyeberang” sebagai jam yang berdetak. Jam mengatakan “sekarang.” Cepat dan faktual. Untuk penyeberangan rutin.

Trik lain: ingat audiensnya. “Ayo menyeberang” untuk anak-anak kecil. “Waktunya menyeberang” untuk anak-anak yang lebih besar. Yang kecil mendapat “ayo menyeberang.” Yang lebih besar mendapat “waktunya menyeberang.”

Orang tua dapat mengatakan: “Ayo untuk yang kecil. Waktu untuk yang menengah.” Itu berarti mengajar anak-anak kecil mendapat “ayo menyeberang jalan.” Rutinitas cepat dengan anak-anak yang lebih besar mendapat “waktunya menyeberang.”

Berlatih di tepi jalan. Ajari balita: “ayo menyeberang jalan.” Berjalan dengan anak berusia 7 tahun: “waktunya menyeberang.” Dua usia berbeda. Dua frasa berbeda. Keselamatan yang sama.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang orang tua sedang mengajari anak berusia 4 tahun cara menyeberang jalan untuk pertama kalinya. a) “Waktunya menyeberang.” b) “Ayo menyeberang jalan. Pegang tanganku dan lihatlah kedua arah.”

Seorang orang tua sedang berjalan dengan anak berusia 9 tahun di penyeberangan jalan yang sudah dikenal. Lampu berubah menjadi hijau. a) “Ayo menyeberang jalan bersama sekarang juga.” b) “Waktunya menyeberang. Lampunya hijau.”

Jawaban: 1 – b. Anak kecil yang sedang belajar membutuhkan frasa pengajaran “ayo menyeberang jalan.” 2 – b. Anak yang lebih besar yang tahu rutinitasnya cocok dengan “waktunya menyeberang” yang cepat.

Isi bagian yang kosong: “Saat balita saya sedang belajar keselamatan di jalan, saya mengatakan ______.” (“Ayo menyeberang jalan” adalah pilihan yang sabar dan mengajar.)

Satu lagi: “Saat anak saya tahu rutinitasnya dan kita menyeberang dengan cepat, saya mengatakan ______.” (“Waktunya menyeberang” cocok untuk penyeberangan yang cepat dan rutin.)

Menyeberang jalan adalah keterampilan hidup. “Ayo menyeberang jalan” mengajarkannya dengan kebaikan. “Waktunya menyeberang” melakukannya dengan kecepatan. Ajarkan anak Anda keduanya. Anak yang menyeberang dengan aman tumbuh menjadi mandiri.

Ringkasan “Ayo menyeberang jalan” adalah frasa kooperatif dan mengajar untuk anak-anak kecil yang sedang belajar keselamatan di jalan. “Waktunya menyeberang” adalah frasa cepat dan rutin untuk anak-anak yang lebih besar yang tahu aturannya. Gunakan “ayo menyeberang jalan” untuk momen belajar. Gunakan “waktunya menyeberang” untuk penyeberangan yang sudah dikenal dan rutin. Kedua frasa tersebut membuat anak-anak menyeberang jalan dengan aman. Penyeberangan yang aman dimulai dengan kata-kata yang jelas dan tangan yang digenggam.