Apakah Lebih Aman Bertanya “Siapa Itu?” atau “Siapa di Sana?” di Pintu?

Apakah Lebih Aman Bertanya “Siapa Itu?” atau “Siapa di Sana?” di Pintu?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Siapa itu?” dan “siapa di sana?” sama-sama menanyakan identitas seseorang. Mereka mencari tahu nama atau peran seseorang yang tidak dikenal. Anak-anak mendengar pertanyaan-pertanyaan ini sebelum membuka pintu. Kedua frasa ini menciptakan momen keamanan.

“Siapa itu?” berarti beri tahu saya siapa orang ini. Ini menanyakan nama atau hubungan tertentu. Seorang anak menanyakannya ketika seseorang mengetuk. Ia mengharapkan jawaban seperti “Ini Nenek.”

“Siapa di sana?” berarti umumkan dirimu dari balik pintu. Ini meminta identifikasi sebelum masuk. Seorang anak meneriakkannya ketika merasa waspada. Ia mengharapkan jawaban seperti “Ini tukang pos.”

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya melindungi dari membuka pintu untuk orang asing. Keduanya berhenti sejenak sebelum membiarkan seseorang masuk. Tetapi yang satu terasa lebih umum sementara yang lain terasa lebih waspada.

Apa Perbedaannya?

Yang satu untuk pengunjung yang diharapkan. Yang lain untuk situasi yang tidak diketahui. “Siapa itu?” mengasumsikan seseorang mungkin memang ada di sana. Anda tahu seseorang mungkin datang. Anda hanya perlu namanya.

“Siapa di sana?” mengasumsikan Anda tidak tahu siapa yang ada di luar. Anda merasa lebih waspada atau terkejut. Anda ingin orang itu berbicara terlebih dahulu. Kedengarannya lebih waspada.

Pikirkan seorang anak yang sendirian di rumah. Orang tua pulang lebih awal. Anak itu bertanya “Siapa itu?” Itu tenang. Jika orang asing mengetuk pada malam hari, anak itu bertanya “Siapa di sana?” Itu menunjukkan lebih banyak kehati-hatian.

Yang satu lebih netral. Yang lain lebih protektif. “Siapa itu?” cocok untuk keluarga dan teman. “Siapa di sana?” cocok untuk ketukan yang tidak terduga. Anak-anak belajar untuk mencocokkan nada dengan tingkat keamanan.

Juga, “siapa di sana?” muncul dalam cerita-cerita menakutkan. “Siapa itu?” muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pilihlah berdasarkan seberapa aman yang Anda rasakan. Percayalah pada insting Anda.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “siapa itu?” untuk situasi yang diharapkan. Gunakan itu ketika Anda tahu seseorang mungkin akan berkunjung. Gunakan itu pada siang hari atau di lingkungan yang aman. Itu cocok untuk kehidupan keluarga yang normal.

Contoh di rumah: “Seseorang ada di pintu. Siapa itu?” “Bel berdering. Siapa itu, ya?” “Saya mendengar ketukan. Siapa itu, Bu?”

Gunakan “siapa di sana?” untuk momen yang tidak terduga atau menakutkan. Gunakan itu pada malam hari atau saat sendirian. Gunakan itu ketika Anda tidak mengundang siapa pun. Itu cocok untuk kehati-hatian dan pengaturan batasan.

Contoh untuk keamanan: “Saya mendengar langkah kaki di luar kamar saya. Siapa di sana?” “Kamu mengejutkanku. Siapa di sana dalam gelap?” “Semak-semak berdesir. Siapa di sana?”

Anak-anak harus mempelajari kedua frasa tersebut. Tetapi ajarkan “siapa di sana?” sebagai alat keamanan. Itu membeli waktu. Itu memperingatkan orang asing bahwa Anda waspada. Detik tambahan itu penting.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak

Siapa itu? “Seseorang mengetuk pintu depan. Siapa itu?” “Ayah berkata seorang teman akan datang. Siapa itu?” “Telepon berdering. Siapa yang menelepon selarut ini?”

Siapa di sana? “Saya mendengar suara di lemari. Siapa di sana?” “Buka pintunya jika kamu ramah. Siapa di sana dulu?” “Anjing menggonggong di gerbang. Siapa di sana?”

Perhatikan “siapa di sana?” terdengar lebih mendesak. Itu menggunakan “sana” untuk seseorang pada jarak tertentu. “Siapa itu?” menggunakan “itu” untuk seseorang yang lebih dekat. Keduanya membantu anak-anak mengidentifikasi pengunjung dengan aman.

Orang tua dapat mempraktikkan keduanya di rumah. Mainkan peran mengetuk pintu. Mintalah anak Anda mengajukan setiap pertanyaan. Bicaralah tentang mana yang terasa lebih aman untuk waktu yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak tidak pernah mengajukan pertanyaan apa pun. Mereka membuka pintu tanpa memeriksa. Itu berbahaya. Ajarkan mereka untuk selalu bertanya terlebih dahulu.

Kesalahan lain: bertanya terlalu pelan. Orang di luar harus mendengar Anda. Bicaralah dengan keras dan jelas. Biarkan suara Anda menunjukkan kepercayaan diri.

Salah: (berbisik) “Siapa di sana?” Benar: (suara jelas) “Siapa di sana? Beri tahu saya nama Anda.”

Beberapa anak bertanya “siapa itu?” tetapi kemudian membuka pintu untuk jawaban apa pun. Itu tidak aman. Ajarkan mereka untuk mengenali suara yang dikenal. Jika mereka tidak tahu suaranya, jangan buka.

Salah: Orang asing berkata “Ini teman.” Anak membuka pintu. Benar: Orang asing berkata “Ini teman.” Anak berkata “Saya tidak mengenalmu. Pergi sana.”

Juga hindari mengajarkan rasa takut. Ajarkan kesadaran, bukan teror. Sebagian besar ketukan aman. Tetapi anak-anak harus selalu memeriksa terlebih dahulu.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “siapa itu?” sebagai lambaian ramah. Anda melambai karena Anda mengharapkan seorang teman. Anda merasa santai. Itu cocok untuk kunjungan siang hari.

Pikirkan “siapa di sana?” sebagai pintu berjeruji yang terkunci. Kunci membuat Anda aman. Anda bertanya sebelum membuka kunci. Itu cocok untuk kejutan dan malam hari.

Trik lain: ingat perasaannya. “Apakah itu” terasa seperti “apakah ini normal?” “Apakah ada” terasa seperti “apakah sesuatu bersembunyi?” Normal dapat “siapa itu.” Bersembunyi dapat “siapa di sana.”

Orang tua dapat berkata: “Itu untuk yang dikenal. Sana untuk yang tidak dikenal.” Baris sederhana itu membantu anak-anak memilih. Berlatihlah dengan ketukan yang berbeda. Ketukan yang dikenal mendapat “siapa itu?” Ketukan aneh mendapat “siapa di sana?”

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Sekarang pukul 3 sore. Anda tahu ibu Anda akan segera pulang. Anda mendengar ketukan. a) “Siapa di sana?” b) “Siapa itu?”

Sekarang pukul 10 malam. Semua orang sedang tidur. Anda mendengar ketukan di jendela Anda. a) “Siapa itu?” b) “Siapa di sana?”

Jawaban: 1 – b. Kunjungan yang diharapkan di siang hari mendapat pertanyaan yang lebih tenang. 2 – b. Kejutan di malam hari membutuhkan pertanyaan yang hati-hati.

Isi bagian yang kosong: “Ketika pengantar pizza mengetuk, saya bertanya ______.” (“Siapa itu?” cocok karena Anda mengharapkan pengiriman.)

Satu lagi: “Ketika saya mendengar seseorang memanggil nama saya dari halaman belakang saat senja, saya bertanya ______.” (“Siapa di sana?” cocok untuk situasi luar ruangan yang tidak terduga.)

Keamanan lebih penting daripada tata bahasa yang sempurna. Ajarkan anak Anda untuk mempercayai perasaan mereka. Jika ada sesuatu yang terasa salah, katakan “siapa di sana?” dengan keras. Kemudian segera hubungi orang dewasa yang dipercaya.

Ringkasan

“Siapa itu?” menanyakan nama dalam situasi yang diharapkan. “Siapa di sana?” menanyakan identitas dengan hati-hati. Gunakan “siapa itu?” untuk kunjungan harian. Gunakan “siapa di sana?” untuk kejutan atau malam hari. Kedua pertanyaan menjaga anak-anak tetap aman di pintu dan jendela. Jangan pernah membuka pintu tanpa bertanya terlebih dahulu. Suara Anda adalah perisai pertama Anda.