Apa Arti Ungkapan-ungkapan Ini?
“Saya mau” dan “Saya menginginkannya” keduanya mengungkapkan keinginan untuk memiliki sesuatu.
Keduanya memberi tahu seseorang bahwa Anda merasakan keinginan yang kuat untuk sebuah benda atau pengalaman.
Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika mereka melihat mainan, makanan ringan, atau kegiatan.
Keduanya berbagi perasaan rindu.
“Saya mau” berarti saya memiliki keinginan untuk memiliki atau mengalami hal ini.
Itu umum dan langsung.
Seorang anak mengatakannya ketika mengincar kue.
Rasanya jujur dan sehari-hari.
“Saya menginginkannya” berarti saya memiliki keinginan yang lebih dalam, lebih emosional untuk hal ini.
Kedengarannya jauh lebih kuat dan lebih formal.
Orang dewasa mengatakannya dalam konteks romantis atau pidato formal.
Rasanya terlalu intens untuk kue atau mainan.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa.
Keduanya mengatakan “Saya berharap untuk ini.”
Keduanya mengungkapkan kerinduan.
Tetapi yang satu untuk kehidupan sehari-hari sementara yang satu untuk momen-momen dramatis.
Apa Perbedaannya?
Yang satu sehari-hari. Yang satu dramatis.
“Saya mau” cocok untuk keinginan normal.
Sebuah mainan. Makanan ringan. Giliran di ayunan.
Itu sangat wajar bagi anak-anak.
“Saya menginginkannya” cocok untuk keinginan yang sangat kuat, seringkali emosional.
Cinta. Rumah impian. Tujuan hidup.
Kedengarannya aneh untuk hal-hal kecil.
Seorang anak yang mengatakannya terdengar seperti mereka meniru film.
Pikirkan seorang anak di toko permen.
“Saya mau lolipop itu” sangat sempurna.
“Saya menginginkan lolipop itu” sangat aneh.
Yang satu cocok dengan situasi. Yang satu melampaui batas.
Yang satu untuk anak-anak. Yang lainnya untuk orang dewasa di saat-saat serius.
“Saya mau” adalah apa yang dikatakan orang sungguhan.
“Saya menginginkannya” muncul dalam puisi dan novel romantis.
Ajarkan anak-anak kata itu tetapi tidak untuk penggunaan sehari-hari.
Juga, “keinginan” memiliki perasaan romantis atau dewasa.
Itu tidak salah, tetapi tidak seperti anak kecil.
Biarkan anak-anak terdengar seperti anak-anak.
Simpan “keinginan” untuk pelajaran kosakata.
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?
Gunakan “Saya mau” untuk sebagian besar keinginan.
Gunakan itu untuk hal-hal yang Anda lihat, rasakan, atau bayangkan.
Gunakan itu ketika Anda jujur tentang keinginan Anda.
Itu cocok dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh di rumah:
“Saya mau. Krayon biru itu adalah favorit saya.”
“Saya mau. Bisakah saya minta kue, tolong?”
“Saya mau. Permainan itu terlihat sangat menyenangkan.”
Gunakan “Saya menginginkannya” hampir tidak pernah sebagai seorang anak.
Gunakan itu hanya jika Anda sedang bercanda atau berakting dalam sebuah drama.
Gunakan itu untuk memahami cerita atau lagu.
Itu cocok dengan momen dramatis atau formal.
Contoh untuk drama:
“Saya tidak menginginkan apa pun selain kedamaian.” (pidato formal)
“Saya menginginkan harta itu.” (permainan bajak laut)
“Yang saya inginkan hanyalah seorang teman.” (puisi)
Sebagian besar anak-anak sebaiknya hanya mengatakan “Saya mau.”
Itu jujur, jelas, dan alami.
“Saya menginginkannya” baik untuk dipahami.
Tetapi untuk berbicara, tetaplah sederhana.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Saya mau:
“Saya mau. Itu warna favorit saya.”
“Saya mau. Bisakah saya giliran selanjutnya?”
“Saya mau. Tolong simpan itu untuk saya.”
Saya menginginkannya:
“Saya menginginkan medali berkilau itu.” (drama yang menyenangkan)
“Dalam cerita, ksatria itu menginginkan mahkota.” (membaca)
“Saya menginginkan dunia tanpa pekerjaan rumah.” (bercanda)
Perhatikan “Saya mau” terdengar seperti anak sungguhan.
“Saya menginginkannya” terdengar seperti karakter dalam sebuah buku.
Anak-anak harus mempelajari keduanya.
Tetapi mereka harus menggunakan “Saya mau” 99 persen dari waktu.
Orang tua dapat menggunakan “mau” setiap hari.
Gunakan “keinginan” untuk mengajar kata-kata baru.
“Karakter ini menginginkan harta karun itu. Itu berarti dia sangat menginginkannya.”
Pembelajaran terjadi dalam momen-momen kecil.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa anak mengatakan “Saya menginginkannya” agar terdengar pintar.
Itu menjadi bumerang. Teman mungkin tertawa.
Simpan kata mewah untuk membaca.
Gunakan “Saya mau” untuk kehidupan nyata.
Salah: “Saya menginginkan susu cokelat itu.”
Benar: “Saya mau susu cokelat itu, tolong.”
Kesalahan lain: merengek “Saya mau.”
Frasa itu baik-baik saja. Merengek adalah masalahnya.
Ucapkan dengan suara yang tenang.
Tambahkan “tolong” untuk kebaikan.
Salah: “SAYA MAU!” (merengek)
Benar: “Saya mau, tolong. Bolehkah saya memilikinya?”
Beberapa pelajar lupa bahwa “keinginan” terdengar sangat kuat.
Jangan gunakan untuk hal-hal kecil.
Pensil bukanlah keinginan. Itu adalah keinginan.
Cocokkan kata dengan ukuran perasaan.
Juga hindari mengatakan “Saya mau” ketika Anda tidak bisa memilikinya.
Belajar menerima “tidak” adalah sebuah keterampilan.
Menginginkan itu baik-baik saja. Menuntut tidak.
Minta dengan baik. Terima jawaban.
Tips Memori Mudah
Pikirkan “Saya mau” sebagai tangan terbuka seorang anak.
Tangan meraih kue.
Sederhana. Jujur. Jelas.
Menginginkan setiap hari.
Pikirkan “Saya menginginkannya” sebagai makan malam dengan lilin.
Romantis. Dramatis. Serius.
Untuk momen dewasa.
Bukan untuk mainan.
Trik lain: ingat kekuatannya.
“Mau” seperti tarikan lembut.
“Keinginan” seperti tarikan kuat.
Tarikan lembut mendapat “mau.”
Tarikan kuat mendapat “keinginan.”
Tetapi anak-anak memiliki tarikan lembut hampir setiap hari.
Orang tua dapat mengatakan:
“Mau untuk sehari-hari. Keinginan untuk cara bermain.”
Itu berarti kehidupan nyata mendapat “mau.”
Berpura-pura atau membaca mendapat “keinginan.”
Berlatih di toko.
Lihat mainan: “Saya mau.”
Baca cerita: “Karakter itu menginginkan cincin ajaib.”
Dua dunia yang berbeda. Satu pelajaran kosakata.
Waktu Latihan Cepat
Mari kita coba latihan kecil.
Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Anak Anda melihat lolipop di bank. Mereka menginginkannya. a) “Saya menginginkan lolipop itu.” b) “Saya mau lolipop itu, tolong.”
Anda sedang membaca dongeng tentang seorang raja yang merindukan kekuasaan. a) “Raja menginginkan kekuasaan.” b) “Raja menginginkan kekuasaan di atas segalanya.”
Jawaban:
1 – b. Seorang anak yang menginginkan permen cocok dengan “Saya mau.”
2 – b. Sebuah cerita formal cocok dengan “keinginan” yang lebih kuat.
Isi bagian yang kosong:
“Ketika saya melihat teka-teki baru di toko, saya mengatakan ______.”
(“Saya mau” adalah pilihan yang alami dan jujur.)
Satu lagi:
“Dalam puisi romantis, penulis mengatakan ______ dengan sepenuh hati.”
(“Saya menginginkan” cocok dengan bahasa formal, emosional, atau puitis.)
Menginginkan sesuatu itu manusiawi.
“Saya mau” itu jujur.
“Saya menginginkannya” itu dramatis.
Ajarkan anak Anda keduanya.
Ajarkan mereka kapan harus menggunakan masing-masing.
Itulah hadiah kosakata.
Ringkasan
“Saya mau” mengungkapkan keinginan sehari-hari. “Saya menginginkannya” mengungkapkan keinginan yang sangat kuat, seringkali dramatis.
Gunakan “Saya mau” untuk mainan, makanan ringan, dan hal-hal sehari-hari. Pahami “Saya menginginkannya” untuk cerita dan bahasa Inggris formal.
Menginginkan yang jujur itu baik-baik saja.
Kata-kata yang baik membuat keinginan lebih baik untuk semua orang.

