Saat Sibuk, Haruskah Anak Berkata “Nanti Dulu” atau “Nanti Ya” untuk Menunda Permintaan Teman dengan Sopan?

Saat Sibuk, Haruskah Anak Berkata “Nanti Dulu” atau “Nanti Ya” untuk Menunda Permintaan Teman dengan Sopan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini?

“Nanti dulu” dan “nanti ya” sama-sama memberi tahu seseorang bahwa kamu tidak dapat melakukan apa yang mereka minta saat ini. Mereka meminta orang tersebut untuk menunggu dan mencoba lagi di waktu yang berbeda. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika mereka sedang sibuk, lelah, atau belum siap. Keduanya menetapkan batasan yang lembut.

“Nanti dulu” berarti saat ini tidak memungkinkan, tetapi lain waktu mungkin saja. Ungkapan ini singkat dan langsung. Seorang anak mengatakannya ketika seorang teman meminta untuk bermain saat sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Ungkapan ini jujur tanpa bermaksud jahat.

“Nanti ya” berarti saya akan melakukannya di lain waktu, jadi harap tunggu. Ungkapan ini lebih lembut dan lebih sopan. Seorang anak mengatakannya ketika orang tua meminta bantuan saat mereka sedang melakukan sesuatu. Ungkapan ini memberikan harapan untuk masa depan.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya mengatakan “Saya tidak bisa melakukannya sekarang.” Keduanya mencegah perasaan terluka. Tetapi yang satu adalah pernyataan sederhana sementara yang lain adalah permintaan kesopanan untuk bersabar.

Apa Perbedaannya?

Yang satu adalah pernyataan fakta. Yang satu adalah permintaan untuk menunggu. “Nanti dulu” menyatakan situasi saat ini. Ungkapan ini tidak menjanjikan apa pun. Ungkapan ini hanya mengatakan “saat ini tidak baik.”

“Nanti ya” menyertakan kata “nanti,” yang menjanjikan waktu di masa depan. Ungkapan ini meminta orang tersebut untuk bersabar. Ungkapan ini lebih baik karena memberikan harapan. Ungkapan ini memberi tahu orang tersebut bahwa kamu akan melakukannya pada akhirnya.

Pikirkan seorang anak yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Seorang teman meminta untuk bermain. “Nanti dulu, aku sibuk” itu baik. “Nanti ya, aku harus menyelesaikan ini” lebih baik. Yang satu mengatakan tidak. Yang satu mengatakan belum.

Yang satu bisa terasa seperti penolakan. Yang lain terasa seperti penundaan. “Nanti dulu” saja bisa terdengar seperti “pergi sana.” “Nanti ya” terdengar seperti “Aku peduli, tetapi aku butuh waktu.” Gunakan yang kedua untuk menjaga persahabatan tetap hangat.

Juga, “nanti ya” menyiratkan sebuah janji. Jika kamu mengatakan nanti, kamu perlu ingat untuk menindaklanjutinya. “Nanti dulu” tidak memiliki janji. Pilihlah berdasarkan apakah kamu benar-benar ingin melakukannya nanti.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “nanti dulu” untuk penundaan yang cepat dan jujur. Gunakan saat kamu sedang melakukan sesuatu. Gunakan untuk saudara kandung atau teman dekat yang mengerti kamu. Ungkapan ini cocok untuk saat-saat sibuk.

Contoh di rumah: “Nanti dulu. Aku sedang mengerjakan pekerjaan rumahku.” “Nanti dulu. Tanyakan padaku dalam sepuluh menit.” “Nanti dulu. Aku sedang menelepon.”

Gunakan “nanti ya” untuk penundaan yang lebih sopan atau yang dijanjikan. Gunakan dengan orang tua, guru, atau teman baru. Gunakan saat kamu benar-benar berencana untuk melakukannya nanti. Ungkapan ini cocok untuk saat-saat yang baik.

Contoh untuk kesopanan: “Nanti ya. Aku akan membantumu setelah acara TV-ku.” “Nanti ya. Aku sedang makan sekarang.” “Nanti ya. Aku berjanji aku akan bermain denganmu.”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya. “Nanti dulu” untuk kejujuran yang cepat. “Nanti ya” untuk kebaikan dan janji. Keduanya baik-baik saja. Yang satu lebih hangat.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Nanti dulu: “Nanti dulu. Aku sedang membaca buku.” “Nanti dulu. Mungkin dalam lima menit.” “Nanti dulu. Aku harus menyelesaikan ini dulu.”

Nanti ya: “Nanti ya. Aku akan bermain setelah makan malam.” “Nanti ya. Aku hampir selesai.” “Nanti ya. Aku berjanji aku akan membantumu.”

Perhatikan “nanti dulu” jujur dan cepat. “Nanti ya” baik dan penuh harapan. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk kecepatan. Yang satu untuk kehangatan.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. “Nanti dulu, aku sedang memasak.” “Nanti ya, aku akan membacakan untukmu setelah aku melipat cucian.” Anak-anak mempelajari gaya penundaan yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “nanti dulu” dengan nada jahat. Ungkapan ini bisa terdengar seperti “jangan pernah bicara padaku.” Ucapkan dengan nada lembut. Tambahkan “mungkin nanti” untuk melembutkannya.

Salah: “Nanti dulu!” (berteriak, marah) Lebih baik: “Nanti dulu, aku sibuk. Silakan tanyakan padaku sebentar lagi.”

Kesalahan lain: mengatakan “nanti ya” tetapi tidak pernah menindaklanjuti. Jika kamu mengatakan nanti, ingatlah untuk kembali. Jika kamu lupa, kamu melanggar kepercayaan. Hanya janjikan nanti jika kamu bersungguh-sungguh.

Salah: “Nanti ya” (lalu tidak pernah melakukannya). Lebih baik: “Nanti ya. Aku akan mencarimu ketika aku sudah selesai.”

Beberapa pelajar lupa memberikan alasan. “Nanti dulu” saja bisa terasa dingin. Katakan “nanti dulu, aku sedang melakukan sesuatu.” Alasan membantu orang mengerti.

Juga hindari menggunakan “nanti dulu” untuk menghindari seseorang sepenuhnya. Jika kamu tidak pernah ingin melakukannya, katakan “terima kasih, tidak.” “Nanti dulu” memberikan harapan palsu. Jujurlah tentang niatmu.

Tips Memori yang Mudah Pikirkan “nanti dulu” sebagai pintu yang tertutup. Pintu tertutup untuk saat ini. Mungkin akan terbuka nanti. Jujur tetapi tidak menjanjikan.

Pikirkan “nanti ya” sebagai jam dengan tombol “nanti.” Kamu menekan tombolnya. Bel berdering nanti. Menjanjikan dan baik. Untuk saat kamu bersungguh-sungguh.

Trik lain: ingat janjinya. “Nanti dulu” tidak memiliki janji. “Nanti ya” memiliki janji. Tidak ada janji mendapatkan “nanti dulu.” Janji mendapatkan “nanti ya.”

Orang tua dapat mengatakan: “Nanti dulu untuk dahi yang sibuk. Nanti untuk sumpah yang lembut.” Itu berarti saat-saat sibuk mendapatkan “nanti dulu.” Janji untuk nanti mendapatkan “nanti ya.”

Berlatih di rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah: “nanti dulu.” Makan malam: “nanti ya, aku akan bermain setelahnya.”

Dua penundaan yang berbeda. Satu anak yang jujur.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak sedang mengerjakan teka-teki. Seorang saudara kandung meminta untuk bermain. Anak tersebut tidak dapat berhenti sekarang tetapi mungkin akan bermain nanti. a) “Nanti dulu. Aku sedang mengerjakan teka-teki.” b) “Nanti ya. Aku akan bermain ketika aku menyelesaikan teka-teki ini.”

Seorang anak sangat lelah dan sama sekali tidak ingin bermain sekarang. Mereka tidak ingin berjanji nanti. a) “Nanti ya.” b) “Nanti dulu. Aku lelah. Tanyakan padaku lain kali.”

Jawaban: 1 – b. Rencana untuk bermain nanti cocok dengan “nanti ya” yang menjanjikan. 2 – b. Tidak ada janji nanti yang cocok dengan “nanti dulu” yang jujur.

Isi bagian yang kosong: “Ketika aku sedang mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak bisa bermain, aku mengatakan ______.” (“Nanti dulu” adalah pilihan yang jujur, sibuk, dan tidak berkomitmen.)

Satu lagi: “Ketika aku hampir selesai dengan camilanku dan berjanji untuk bermain setelahnya, aku mengatakan ______.” (“Nanti ya” cocok dengan penundaan yang baik dan menjanjikan.)

Mengatakan tidak itu sulit. “Nanti dulu” mengatakan tidak untuk saat ini. “Nanti ya” mengatakan ya nanti. Ajarkan anakmu keduanya. Seorang anak yang menunda dengan baik menjaga teman.

Ringkasan “Nanti dulu” adalah cara yang jujur dan langsung untuk mengatakan bahwa kamu tidak dapat melakukan sesuatu saat ini tanpa membuat janji. “Nanti ya” adalah penundaan yang lebih baik dan menjanjikan yang memberi tahu seseorang bahwa kamu akan melakukannya setelah tugasmu saat ini. Gunakan “nanti dulu” ketika kamu sibuk dan tidak ingin berjanji. Gunakan “nanti ya” ketika kamu benar-benar berniat untuk melakukannya setelah kamu selesai. Kedua frasa menetapkan batasan yang lembut. Seorang anak yang dapat mengatakan “nanti dulu” atau “nanti ya” dengan kebaikan akan selalu dihormati.