Apa Arti Ungkapan Ini? “Permisi” dan “maafkan saya” keduanya secara sopan menyela atau meminta maaf atas gangguan kecil. Keduanya memberi tahu seseorang bahwa Anda menyesal mengganggu mereka atau membutuhkan perhatian mereka. Anak-anak mendengar kata-kata ini di meja makan, toko, dan ruang kelas. Keduanya menunjukkan sopan santun.
“Permisi” berarti mohon maafkan saya atas gangguan kecil ini. Itu umum dan ramah. Seorang anak mengatakannya saat meraih sesuatu di seberang meja. Rasanya alami dan sopan.
“Maafkan saya” juga berarti mohon maafkan saya. Kedengarannya sedikit lebih formal dan kuno. Orang dewasa mengatakannya saat bersin atau menabrak seseorang. Rasanya lebih lembut tetapi kurang umum.
Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya meminta maaf atas ketidaknyamanan kecil. Keduanya mendapatkan perhatian seseorang dengan sopan. Tetapi yang satu untuk sehari-hari sementara yang lain untuk momen yang sangat formal.
Apa Perbedaannya? Yang satu untuk kehidupan sehari-hari. Yang satu untuk momen formal atau lembut. “Permisi” cocok untuk hampir setiap situasi. Mendapatkan perhatian. Melewati. Sendawa. Bersin. Itu adalah pilihan yang sempurna dan standar.
“Maafkan saya” sedikit lebih formal atau halus. Anda mungkin mengatakannya ketika Anda tidak mendengar seseorang. Atau ketika Anda membuat kesalahan sosial kecil. Itu kurang umum dalam ucapan anak-anak.
Pikirkan seorang anak di lorong yang ramai. “Permisi, tolong” sangat cocok. “Maafkan saya, tolong” juga berfungsi tetapi terdengar sangat formal. Yang satu cocok dengan suara anak. Yang satu terdengar seperti seorang pelayan.
Yang satu untuk mendapatkan perhatian. Yang lain untuk meminta maaf atas hal-hal kecil. “Permisi” memulai pertanyaan atau permintaan. “Maafkan saya” seringkali datang setelah bersin atau benturan. Gunakan yang pertama untuk memulai. Gunakan yang kedua untuk meminta maaf.
Juga, “maafkan saya” terkadang digunakan ketika Anda tidak mendengar. “Maafkan saya? Apa yang kamu katakan?” berhasil. “Permisi? Apa yang kamu katakan?” juga berhasil. Keduanya baik-baik saja. Yang satu sedikit lebih lembut.
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing? Gunakan “permisi” untuk sebagian besar situasi. Gunakan itu untuk mendapatkan perhatian, lewat, atau menyela dengan sopan. Gunakan itu setelah sendawa atau suara kecil. Itu cocok untuk kehidupan sehari-hari.
Contoh di rumah dan sekolah: “Permisi, bisakah saya minta jus lagi?” “Permisi, saya harus pergi ke tempat duduk saya.” “Permisi. Saya tidak bermaksud menabrak Anda.”
Gunakan “maafkan saya” untuk momen formal atau permintaan maaf yang sangat lembut. Gunakan itu saat Anda bersin, batuk, atau membuat kesalahan sosial kecil. Gunakan itu ketika Anda ingin terdengar sangat sopan. Itu cocok untuk momen lembut.
Contoh untuk formalitas: “Maafkan saya karena telah menyela.” (sangat formal) “Maafkan saya. Saya tidak mendengar apa yang Anda katakan.” “Maafkan saya.” (setelah bersin pelan)
Anak-anak dapat menggunakan keduanya. “Permisi” untuk hampir semuanya. “Maafkan saya” untuk momen yang sangat formal atau lembut. Keduanya sopan. Yang satu lebih umum.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Permisi: “Permisi, bolehkah saya giliran?” “Permisi. Saya harus melewati Anda.” “Permisi. Itu kesalahan saya.”
Maafkan saya: “Maafkan saya. Saya tidak bermaksud menumpahkannya.” (lembut) “Maafkan saya? Bisakah Anda mengatakannya lagi?” “Maafkan saya karena terlambat.” (formal)
Perhatikan “permisi” terdengar seperti tepukan ramah di bahu. “Maafkan saya” terdengar seperti membungkuk kecil. Anak-anak mempelajari keduanya. Tetapi mereka harus mengatakan “permisi” hampir sepanjang waktu.
Orang tua dapat menggunakan keduanya. Saat makan malam: “permisi, tolong.” Setelah bersin: “maafkan saya.” Anak-anak mempelajari berbagai tingkat formalitas.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “maafkan saya” untuk segalanya. Itu terdengar terlalu formal untuk kehidupan sehari-hari. Di taman bermain, katakan “permisi.” Simpan “maafkan saya” untuk momen yang sangat sopan.
Salah: “Maafkan saya. Saya ingin bermain di ayunan.” Benar: “Permisi. Bisakah saya giliran di ayunan?”
Kesalahan lain: lupa mengucapkan salah satu frasa. Berjalan di depan seseorang tanpa “permisi” adalah kasar. Selalu katakan itu ketika Anda perlu lewat atau menyela. Sopan santun itu penting.
Salah: (mendorong melewati tanpa sepatah kata pun) Benar: “Permisi. Lewat.”
Beberapa pelajar menggunakan nada kasar. “Permisi” yang diucapkan dengan suara marah tidak baik. Ucapkan dengan lembut. Tersenyumlah. Kesopanan berhasil ketika suara Anda lembut.
Juga hindari mengatakan “maafkan saya” ketika Anda melakukan sesuatu yang salah dengan sengaja. Frasa-frasa ini untuk kecelakaan dan permintaan sopan. Jika Anda merusak sesuatu dengan sengaja, katakan “Saya minta maaf.” Kejujuran pertama.
Tips Memori Mudah Pikirkan “permisi” sebagai pintu yang terbuka. Anda mengetuk dengan lembut. Anda melangkah masuk. Ramah dan sehari-hari. Untuk sebagian besar momen.
Pikirkan “maafkan saya” sebagai sapu tangan lembut. Anda menepuk hidung Anda. Anda mengangguk. Lembut dan formal. Untuk permintaan maaf kecil.
Trik lain: ingat formalitasnya. “Permisi” untuk kehidupan sehari-hari. “Maafkan saya” untuk momen mewah. Sehari-hari mendapat “permisi.” Mewah mendapat “maafkan saya.”
Orang tua dapat mengatakan: “Permisi untuk hari itu. Maafkan untuk cara yang lembut.” Itu berarti sebagian besar hari katakan “permisi.” Gunakan “maafkan saya” ketika Anda ingin menjadi sangat lembut.
Berlatih di toko. Lewati seseorang: “permisi.” Bersin: “maafkan saya.” Dua frasa sopan. Satu anak sopan.
Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Anak Anda perlu menanyakan pertanyaan kepada seorang guru selama kelas. a) “Maafkan saya, guru.” b) “Permisi, guru. Bolehkah saya bertanya?”
Anak Anda bersin di meja makan. a) “Permisi.” b) “Maafkan saya.”
Jawaban: 1 – b. Ruang kelas cocok dengan “permisi” yang ramah. 2 – a atau b. Keduanya berfungsi. “Maafkan saya” lebih lembut untuk bersin.
Isi bagian yang kosong: “Ketika saya perlu meraih saus tomat saat makan malam, saya mengatakan ______.” (“Permisi” adalah pilihan yang alami dan sopan.)
Satu lagi: “Ketika saya tidak sengaja menabrak seseorang di lorong, saya mengatakan ______.” (“Permisi” atau “maafkan saya” keduanya berfungsi. “Permisi” lebih umum untuk anak-anak.)
Sopan santun membuka pintu. “Permisi” menunjukkan rasa hormat. “Maafkan saya” menunjukkan kelembutan ekstra. Ajarkan anak Anda keduanya. Setiap kata sopan membangun dunia yang lebih baik.
Ringkasan “Permisi” adalah frasa sehari-hari untuk mendapatkan perhatian, lewat, atau permintaan maaf kecil. “Maafkan saya” adalah versi yang lebih formal atau lembut untuk kesalahan lembut dan kesopanan ekstra. Gunakan “permisi” hampir sepanjang waktu. Gunakan “maafkan saya” untuk bersin, tidak mendengar, atau momen yang sangat formal. Kedua frasa menunjukkan sopan santun. Sopan santun adalah cinta dalam tindakan.

