Saat Menawarkan Pilihan, Apakah Kamu Bertanya “Yang Mana?” atau “Pilihan Apa?”

Saat Menawarkan Pilihan, Apakah Kamu Bertanya “Yang Mana?” atau “Pilihan Apa?”

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Yang mana?” dan “pilihan apa?” sama-sama meminta sebuah pilihan. Keduanya mencari jawaban di antara dua atau lebih pilihan. Anak-anak mendengar pertanyaan-pertanyaan ini saat waktu makan atau bermain. Keduanya membantu orang membuat keputusan.

“Yang mana?” berarti pilih barang tertentu dari sebuah kelompok. Pertanyaan ini meminta pilihan di antara pilihan yang diketahui. Seorang anak menanyakannya saat melihat berbagai mainan. Pertanyaan ini mengharapkan jawaban seperti “yang merah.”

“Pilihan apa?” berarti beri tahu saya keputusan yang kamu buat. Pertanyaan ini terdengar lebih abstrak dan dewasa. Orang dewasa menanyakannya saat membahas keputusan besar. Pertanyaan ini mengharapkan jawaban seperti “Saya memilih untuk menunggu.”

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya meminta seseorang untuk memilih sesuatu. Keduanya diakhiri dengan pertanyaan tentang pilihan. Tetapi yang satu terasa konkret sementara yang lain terasa abstrak.

Apa Perbedaannya?

Yang satu untuk barang fisik. Yang lainnya untuk keputusan abstrak. “Yang mana?” mengarah pada hal-hal nyata yang dapat kamu lihat. Kamu menggunakannya dengan mainan, pakaian, atau makanan. Pilihannya ada di sana.

“Pilihan apa?” berbicara tentang keputusan dan jalan. Kamu menggunakannya dengan pilihan hidup atau rencana masa depan. Pilihannya mungkin tidak terlihat. Pertanyaan ini terdengar lebih serius.

Pikirkan seorang anak memilih krayon. Kamu menunjuk ke sebuah kotak dan bertanya “yang mana?” Itu masuk akal. Jika kamu bertanya “pilihan apa?” anak itu merasa bingung.

Yang satu untuk pilihan kecil sehari-hari. Yang lainnya untuk pilihan hidup yang besar. “Yang mana?” muncul saat sarapan, waktu bermain, dan berbelanja. “Pilihan apa?” muncul dalam percakapan tentang perilaku atau masa depan. Anak-anak membutuhkan yang pertama jauh lebih banyak daripada yang kedua.

Juga, “yang mana?” selalu memiliki pilihan yang terlihat. “Pilihan apa?” mungkin memiliki pilihan tersembunyi. Gunakan “yang mana?” untuk hal-hal konkret. Gunakan “pilihan apa?” untuk pikiran dan rencana.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “yang mana?” untuk memilih di antara hal-hal yang kamu lihat. Gunakan untuk warna, rasa, mainan, atau pakaian. Gunakan saat pilihannya ada di depanmu. Itu cocok untuk ratusan momen sehari-hari.

Contoh di rumah: “Yang mana yang kamu mau untuk makan siang, apel atau pisang?” “Yang mana boneka kesukaanmu?” “Yang mana yang harus kita tonton, kartun atau film?”

Gunakan “pilihan apa?” untuk keputusan tanpa barang fisik. Gunakan saat seorang anak harus memilih tindakan atau sikap. Gunakan untuk perilaku, waktu, atau aturan hidup. Itu cocok untuk momen pengajaran.

Contoh untuk perilaku: “Kamu punya dua pilihan. Pilihan apa yang akan kamu buat?” “Pilihan apa yang membantumu tetap tidak bermasalah?” “Saat seseorang bersikap jahat, pilihan apa yang kamu miliki?”

Anak-anak jarang mengatakan “pilihan apa?” dengan sendirinya. Mereka mendengar orang dewasa menanyakan hal ini selama disiplin atau bimbingan. Ajari mereka untuk memahaminya. Tetapi ajari mereka untuk mengatakan “yang mana?” untuk pilihan sehari-hari.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Yang mana? “Yang mana cangkirmu? Yang biru atau yang hijau?” “Kita punya tiga permainan. Yang mana yang ingin kamu mainkan pertama?” “Yang mana yang rasanya lebih enak, vanila atau cokelat?”

Pilihan apa? “Pilihan apa yang akan membantumu menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat?” “Kamu bisa berbagi atau bermain sendiri. Pilihan apa yang lebih baik?” “Aturan memberi kamu dua jalan. Pilihan apa yang kamu buat?”

Perhatikan “yang mana?” terasa ringan dan cepat. “Pilihan apa?” terasa berat dan bijaksana. Anak-anak menikmati pertanyaan “yang mana?” Pertanyaan “pilihan apa?” membutuhkan lebih banyak fokus.

Orang tua dapat menggunakan keduanya di waktu yang berbeda. Di toko: “Yang mana yang kamu suka?” Di rumah setelah melakukan kesalahan: “Pilihan apa yang bisa kamu buat lain kali?” Keduanya mengajarkan keterampilan berpikir.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “pilihan apa?” untuk barang fisik. Itu terdengar tidak wajar. Jika kamu dapat menyentuh pilihannya, katakan “yang mana?” Simpan “pilihan apa?” untuk tindakan dan ide.

Salah: (menunjuk ke dua kemeja) “Pilihan apa yang kamu inginkan?” Benar: “Yang mana yang kamu inginkan?”

Kesalahan lain: menggunakan “yang mana” untuk keputusan abstrak. Jika tidak ada barang fisik, “yang mana” terdengar aneh. Gunakan “pilihan apa” atau “apa yang akan kamu lakukan.”

Salah: “Yang mana yang harus kamu lakukan, bersikap baik atau jahat?” Benar: “Pilihan apa yang akan kamu buat, kebaikan atau kejahatan?”

Beberapa pelajar lupa “satu” setelah “yang.” “Yang” saja bisa berhasil, tetapi “yang mana” lebih jelas. Selalu tambahkan “satu” saat menanyakan tentang barang tertentu. Itu membuat pertanyaan menjadi lengkap.

Salah: “Yang mana yang kamu inginkan?” (oke tapi kurang jelas) Benar: “Yang mana yang kamu inginkan?” (jelas dan wajar)

Juga hindari menanyakan “yang mana” saat hanya ada satu pilihan. Itu membingungkan semua orang. Hanya tanyakan saat kamu benar-benar menawarkan pilihan. Anak-anak belajar percaya dari pertanyaan yang jujur.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “yang mana?” sebagai jari yang menunjuk. Jari menyentuh pilihannya. Kamu melihatnya. Kamu memilih satu. Itu berfungsi untuk hal-hal nyata.

Pikirkan “pilihan apa?” sebagai persimpangan jalan. Jalan terbagi menjadi dua jalur. Kamu tidak dapat melihat Kamu harus memutuskan berdasarkan nilai.

Trik lain: ingat hurufnya. “Which” memiliki WH untuk “what here” (hal-hal di sini sekarang). “Choice” memiliki CH untuk “change head” (mengubah kepala) (berpikir berubah). Di sini sekarang mendapat “yang mana.” Perubahan kepala mendapat “pilihan apa.”

Orang tua dapat mengatakan: “Yang mana untuk tangan. Pilihan apa untuk kepala.” Itu berarti memilih fisik menggunakan “yang mana.” Memutuskan mental menggunakan “pilihan apa.”

Berlatih saat sarapan. Tunjuk ke sereal. Tanyakan “yang mana?” Setelah perkelahian saudara kandung, tanyakan “pilihan apa lain kali?” Anakmu belajar kedua konteks dengan indah.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anakmu berdiri di depan dua jaket. Kamu ingin mereka memilih satu. a) “Pilihan apa yang kamu buat?” b) “Yang mana yang ingin kamu pakai?”

Anakmu memukul seorang teman. Kamu ingin mereka memikirkan perilaku yang lebih baik besok. a) “Yang mana yang akan kamu lakukan lain kali?” b) “Pilihan apa yang akan membantumu menjadi teman yang baik?”

Jawaban: 1 – b. Barang fisik membutuhkan “yang mana.” 2 – b. Keputusan perilaku membutuhkan “pilihan apa.”

Isi bagian yang kosong: “Saat saya melihat dua buku berbeda di rak, saya bertanya kepada ibu saya ______.” (“Yang mana” cocok untuk memilih di antara barang yang terlihat.)

Satu lagi: “Saat ayah saya menjelaskan bahwa saya dapat mengatakan yang sebenarnya atau menyembunyikan kebenaran, dia bertanya ______.” (“Pilihan apa” cocok untuk keputusan moral tanpa benda fisik.)

Kedua pertanyaan membangun keterampilan pengambilan keputusan. Anak-anak belajar berpikir sebelum bertindak. Pertanyaan lembutmu memandu pertumbuhan mereka. Terus bertanya. Terus mendengarkan. Terus mengajar.

Ringkasan

“Yang mana?” memilih di antara benda yang terlihat. “Pilihan apa?” memutuskan di antara tindakan atau ide. Gunakan “yang mana?” untuk mainan, makanan, dan pakaian. Gunakan “pilihan apa?” untuk perilaku dan nilai. Kedua pertanyaan menghormati kemampuan anak untuk memutuskan. Pilihan kecil hari ini membangun kebijaksanaan besar besok.