Kapan Sesuatu Melewati Batas, Haruskah Kamu Mengatakan “Itu Terlalu Banyak” atau “Itu Berlebihan”?

Kapan Sesuatu Melewati Batas, Haruskah Kamu Mengatakan “Itu Terlalu Banyak” atau “Itu Berlebihan”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan-ungkapan Ini?

“Itu terlalu banyak” dan “itu berlebihan” keduanya menggambarkan jumlah yang terlalu besar. Mereka memberi tahu seseorang bahwa suatu kuantitas atau perilaku melampaui batas. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini tentang makanan, kebisingan, atau aturan. Keduanya meminta lebih sedikit.

“Itu terlalu banyak” berarti jumlah ini melebihi apa yang saya butuhkan atau dapat saya tangani. Itu umum dan langsung. Seorang anak mengatakannya ketika diberi terlalu banyak pekerjaan rumah. Rasanya jujur dan jelas.

“Itu berlebihan” berarti ini jauh melampaui jumlah yang wajar. Kedengarannya lebih formal dan menghakimi. Orang dewasa mengatakannya tentang pengeluaran atau pemborosan. Rasanya lebih kuat dan lebih kritis.

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya mengatakan “ini terlalu besar.” Keduanya meminta untuk mengurangi. Tetapi yang satu adalah sehari-hari sementara yang lain untuk masalah yang lebih besar.

Apa Perbedaannya?

Yang satu untuk batas harian. Yang lainnya untuk kasus ekstrem. “Itu terlalu banyak” cocok untuk sebagian besar situasi berlebihan. Terlalu banyak makanan. Terlalu banyak kebisingan. Terlalu banyak pekerjaan rumah. Itu cocok untuk kehidupan normal.

“Itu berlebihan” cocok untuk kelebihan ekstrem atau boros. Lima makanan penutup. Sepuluh jam TV. Berteriak selama satu jam. Kedengarannya seperti keluhan serius. Itu membawa lebih banyak bobot.

Pikirkan seorang anak yang diberi dua sendok es krim. “Itu terlalu banyak” cocok. “Itu berlebihan” akan terdengar dramatis. Yang satu cocok dengan momen itu. Yang satu bereaksi berlebihan.

Yang satu untuk perasaan. Yang lainnya untuk fakta tentang pemborosan. “Itu terlalu banyak” berbagi bagaimana perasaanmu. “Itu berlebihan” membuat pengamatan tentang pemborosan. Perasaan menjadi “terlalu banyak.” Pemborosan menjadi “berlebihan.”

Juga, “terlalu banyak” dapat menggambarkan emosi. “Itu terlalu banyak kesedihan” cocok. “Kesedihan yang berlebihan” terdengar klinis. Gunakan “terlalu banyak” untuk perasaan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “itu terlalu banyak” untuk sebagian besar situasi berlebihan. Gunakan itu untuk makanan, kebisingan, aturan, dan tuntutan. Gunakan itu ketika kamu merasa kewalahan. Itu cocok untuk kehidupan sehari-hari.

Contoh di rumah: “Itu terlalu banyak lada di telurku.” “Lima pekerjaan rumah dalam satu hari? Itu terlalu banyak.” “Musiknya terlalu keras. Itu terlalu banyak.”

Gunakan “itu berlebihan” untuk kelebihan ekstrem atau boros. Gunakan itu untuk pengeluaran, pemborosan, atau perilaku ekstrem. Gunakan itu ketika kamu ingin terdengar serius. Itu cocok untuk masalah yang lebih besar.

Contoh untuk hal-hal serius: “Sepuluh kantong permen untuk satu pesta? Itu berlebihan.” “Menelponku sepuluh kali dalam satu jam adalah berlebihan.” “Hukuman itu berlebihan untuk kesalahan kecil.”

Anak-anak jarang membutuhkan “berlebihan.” Ajari mereka untuk memahaminya untuk membaca. Tetapi untuk kelebihan sehari-hari, “itu terlalu banyak” bekerja dengan sempurna. Itu jujur dan jelas.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak

Itu terlalu banyak: “Itu terlalu banyak susu. Cangkirku meluap.” “Tiga jam pekerjaan rumah terlalu banyak.” “Itu terlalu banyak. Telingaku sakit.”

Itu berlebihan: “Dua puluh taburan pada satu kue? Itu berlebihan.” “Jumlah sampah yang kita buat adalah berlebihan.” “Berbicara selama dua jam tanpa henti adalah berlebihan.”

Perhatikan “itu terlalu banyak” cocok untuk kelebihan kecil dan sedang. “Itu berlebihan” cocok untuk kelebihan ekstrem atau boros. Yang satu adalah alat sehari-hari. Yang satu adalah palu yang langka.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. “Itu terlalu banyak TV untuk malam ini.” (sehari-hari) “Jumlah gula itu berlebihan.” (percakapan kesehatan) Anak-anak mempelajari skala kelebihan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “itu berlebihan” untuk hal-hal kecil. Kedengarannya seperti mereka meniru orang dewasa. Gunakan “terlalu banyak” untuk kelebihan kecil. Simpan “berlebihan” untuk jumlah yang benar-benar ekstrem.

Salah: “Itu berlebihan kamu memberiku tiga kacang polong.” Benar: “Itu terlalu banyak kacang polong. Aku hanya ingin dua.”

Kesalahan lain: mengatakan “itu terlalu banyak” dengan nada merengek. Merengek menjauhkan orang. Gunakan suara yang tenang dan tegas. “Itu terlalu banyak untukku sekarang” bekerja lebih baik.

Salah: “Ituuuuu terlalu banyak!” (merengek) Benar: “Itu terlalu banyak. Bisakah kita lakukan setengahnya?”

Beberapa pelajar lupa menawarkan solusi. Jangan hanya mengeluh. Katakan “itu terlalu banyak. Bisakah kita mencoba lebih sedikit?” Solusi membangun kerja sama.

Salah: “Itu terlalu banyak.” (tidak ada solusi) Benar: “Itu terlalu banyak. Bisakah saya mendapatkan setengah dari jumlahnya?”

Juga hindari menggunakan “berlebihan” untuk menilai orang. “Tangisanmu berlebihan” menyakitkan. Gunakan “Saya melihat kamu benar-benar kesal” sebagai gantinya. Kebaikan lebih penting daripada kata-kata mewah.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “itu terlalu banyak” sebagai cangkir penuh. Susunya tumpah ke tepi. Kamu perlu menuangkan sebagian. Sederhana dan visual.

Pikirkan “itu berlebihan” sebagai gunung permen. Tumpukan itu mencapai langit-langit. Tidak ada yang bisa memakannya semua. Ekstrem dan boros.

Trik lain: ingat huruf pertama. “Terlalu banyak” memiliki T untuk “terlalu penuh.” “Berlebihan” memiliki E untuk “ekstrem.” Terlalu penuh menjadi “terlalu banyak.” Pemborosan ekstrem menjadi “berlebihan.”

Orang tua dapat mengatakan: “Terlalu banyak untuk piringku. Berlebihan untuk kebencian yang boros.” Itu berarti tumpahan harian menjadi “terlalu banyak.” Pemborosan ekstrem menjadi “berlebihan.”

Berlatih saat waktu camilan.

Dua biskuit: “itu cukup.” Empat biskuit: “itu terlalu banyak.” Dua puluh biskuit: “itu berlebihan.” Anakmu mempelajari skalanya.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anakmu meminta sendok es krim ketiga setelah dua sendok besar. a) “Itu berlebihan.” b) “Itu terlalu banyak es krim untuk satu malam.”

Tetanggamu membiarkan tempat sampah mereka keluar selama tiga minggu. Itu berantakan. a) “Itu terlalu banyak sampah.” b) “Itu berlebihan. Mereka perlu membersihkan.”

Jawaban: 1 – b. Sendok tambahan cocok dengan “terlalu banyak” harian. 2 – b. Pengabaian ekstrem cocok dengan “berlebihan” yang serius.

Isi bagian yang kosong: “Ketika temanku terus mengetuk bahuku setelah aku berkata berhenti, aku berkata ______.” (“Itu terlalu banyak” menetapkan batasan untuk perilaku yang mengganggu.)

Satu lagi: “Ketika restoran menyajikan pizza sebesar meja, saya berkata ______.” (“Itu berlebihan” cocok dengan porsi yang ekstrem dan boros.)

Mengetahui batasanmu adalah kebijaksanaan. “Itu terlalu banyak” melindungi kedamaianmu. “Itu berlebihan” menyebutkan pemborosan ekstrem. Keduanya membantumu menjalani kehidupan yang seimbang. Ajari anakmu untuk mengatakan keduanya dengan kebaikan.

Ringkasan

“Itu terlalu banyak” menggambarkan kelebihan harian yang membanjiri. “Itu berlebihan” menggambarkan tindakan berlebihan yang ekstrem dan boros. Gunakan “terlalu banyak” untuk makanan, kebisingan, dan tuntutan. Gunakan “berlebihan” untuk pemborosan atau perilaku ekstrem. Keduanya menetapkan batasan yang sehat. Mengatakan “cukup” bukanlah kelemahan. Itu adalah kebijaksanaan.