Apa Arti Ungkapan-ungkapan Ini?
“Saya perlu itu” dan “itu perlu” sama-sama mengungkapkan bahwa sesuatu diperlukan. Mereka memberi tahu seseorang bahwa suatu hal atau tindakan adalah penting. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika orang tua berbicara tentang keselamatan atau kesehatan. Keduanya menggambarkan pentingnya.
“Saya perlu itu” berarti saya tidak dapat hidup tanpa hal ini. Ini bersifat pribadi dan langsung. Seorang anak mengatakannya ketika haus atau kedinginan. Itu berasal dari tubuh dan hati.
“Itu perlu” berarti hal ini diperlukan oleh aturan atau fakta. Kedengarannya lebih formal dan umum. Orang tua mengatakannya tentang sabuk pengaman atau pekerjaan rumah. Itu berasal dari logika dan keselamatan.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya mengatakan “ini harus terjadi.” Keduanya meminta tindakan. Tetapi yang satu bersifat pribadi sementara yang lain bersifat universal.
Apa Perbedaannya?
Yang satu bersifat pribadi. Yang satu bersifat umum. “Saya perlu itu” berbicara tentang kebutuhan Anda sendiri. Anda membutuhkan air. Anda perlu istirahat. Ini tentang Anda.
“Itu perlu” berbicara tentang fakta atau aturan. Perlu memakai helm. Perlu mengerjakan pekerjaan rumah. Itu berlaku untuk semua orang.
Pikirkan seorang anak yang lupa makan siangnya. “Saya perlu makanan” bersifat pribadi dan benar. “Perlu makan” juga benar tetapi kurang mendesak. Yang satu mengatakan “bantu saya.” Yang satu mengatakan “ini adalah aturan.”
Yang satu untuk keinginan yang mendesak. Yang lain untuk menjelaskan aturan. “Saya perlu itu” mendapat perhatian dengan cepat. “Itu perlu” mengajarkan pelajaran. Pilih berdasarkan tujuan Anda.
Juga, “Saya perlu itu” bisa emosional. “Itu perlu” selalu logis. Perasaan mendapatkan “Saya perlu itu.” Fakta mendapatkan “itu perlu.”
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?
Gunakan “Saya perlu itu” untuk kebutuhan pribadi yang mendesak. Gunakan untuk air, makanan, istirahat, atau kehangatan. Gunakan saat Anda membutuhkan bantuan segera. Itu sesuai dengan kebutuhan fisik.
Contoh di rumah: “Saya perlu itu. Saya sangat haus.” “Saya perlu itu. Tangan saya kedinginan.” “Saya perlu itu. Saya tidak bisa tidur tanpa boneka beruang saya.”
Gunakan “itu perlu” untuk aturan dan fakta umum. Gunakan untuk keselamatan, sekolah, atau aturan kesehatan. Gunakan untuk menjelaskan mengapa sesuatu harus terjadi. Itu cocok dengan momen pengajaran.
Contoh untuk penjelasan: “Perlu memakai sabuk pengaman di dalam mobil.” “Perlu mengerjakan pekerjaan rumah untuk belajar.” “Perlu menyikat gigi setiap hari.”
Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Saya perlu itu” mengungkapkan kebutuhan pribadi. “Itu perlu” menjelaskan aturan dunia. Yang satu meminta bantuan. Yang satu membangun pemahaman.
Contoh Kalimat untuk Anak-anak
Saya perlu itu: “Saya perlu itu. Tenggorokan saya sangat kering.” “Saya perlu itu. Saya tidak dapat menemukan kacamata saya.” “Saya perlu itu. Tolong beri saya perban.”
Itu perlu: “Perlu melihat ke dua arah sebelum menyeberang.” “Perlu membawa mantel saat cuaca dingin.” “Perlu mengisi daya tablet Anda sebelum bepergian.”
Perhatikan “Saya perlu itu” berasal dari dalam. “Itu perlu” berasal dari aturan luar. Yang satu adalah perasaan. Yang satu adalah fakta. Keduanya benar. Keduanya penting.
Orang tua dapat menggunakan keduanya dengan anak-anak. Anak menggigil: “katakan saya perlu jaket.” Anak berlari ke jalan: “perlu memegang tangan saya.” Anak-anak mempelajari perbedaan antara kebutuhan pribadi dan aturan universal.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa anak mengatakan “Saya perlu itu” untuk keinginan. Itu melemahkan kata. Kebutuhan adalah untuk hal-hal penting. Keinginan adalah untuk preferensi. Simpan “Saya perlu” untuk air, keselamatan, dan kesehatan.
Salah: “Saya perlu itu” (kue kedua). Benar: “Saya menginginkannya” (kue). “Saya perlu itu” (air).
Kesalahan lain: mengatakan “itu perlu” untuk pendapat pribadi. “Perlu memainkan game ini” tidak benar. Perlu berarti diperlukan, bukan hanya menyenangkan. Gunakan “penting” atau “bagus” untuk preferensi.
Salah: “Perlu menonton acara ini.” Benar: “Perlu menyelesaikan pekerjaan rumah. Kemudian Anda bisa menonton.”
Beberapa pelajar lupa menjelaskan mengapa sesuatu itu perlu. Jangan hanya mengatakan frasa tersebut. Tambahkan alasannya. Perlu karena... mengajarkan berpikir.
Salah: “Itu perlu.” (tanpa alasan) Benar: “Perlu memakai tabir surya karena matahari membakar kulit.”
Juga hindari menggunakan “Saya perlu itu” dengan nada merengek. Kebutuhan itu serius. Suara yang tenang mendapat bantuan yang lebih baik. Ucapkan dengan jelas. Ucapkan dengan baik. Kebutuhan pantas mendapatkan rasa hormat.
Tips Memori Mudah
Pikirkan “Saya perlu itu” sebagai perut keroncongan. Keroncongan itu berasal dari dalam diri Anda. Itu meminta makanan atau air. Pribadi dan mendesak.
Pikirkan “itu perlu” sebagai rambu berhenti. Tanda itu mewakili semua orang. Itu tidak berubah untuk satu orang. Universal dan logis.
Trik lain: ingat fokusnya. “Saya perlu” dimulai dengan saya. “Perlu” dimulai dengan aturan. Saya mendapatkan “Saya perlu itu.” Aturan mendapatkan “itu perlu.”
Orang tua dapat mengatakan: “Perlu untuk tubuhmu. Perlu untuk semua orang.” Itu membantu anak-anak memilih. Kelaparan, haus, dingin dapat “Saya perlu.” Hukum keselamatan dan aturan sekolah mendapatkan “perlu.”
Berlatih di rumah. Anak berkata “Saya perlu air.” (bagus) Orang tua berkata “perlu memakai helm saat bersepeda.” (bagus)
Dua jenis kebutuhan. Satu keluarga.
Waktu Latihan Cepat
Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Anak Anda belum minum air sepanjang sore. Mereka merasa pusing. a) “Perlu minum air.” b) “Saya perlu air sekarang, tolong.”
Anak Anda ingin mengendarai sepeda tanpa helm. Anda menjelaskan aturannya. a) “Saya ingin Anda memakai helm.” b) “Perlu memakai helm untuk melindungi kepala Anda.”
Jawaban: 1 – b. Keadaan darurat fisik membutuhkan “Saya perlu itu” pribadi. 2 – b. Aturan keselamatan untuk semua orang cocok dengan “itu perlu.”
Isi bagian yang kosong: “Ketika saya lupa makan siang di rumah, saya memberi tahu ibu saya ______.” (“Saya perlu itu” cocok dengan kebutuhan pribadi dan mendesak akan makanan.)
Satu lagi: “Ketika kita berbicara tentang mengapa kita berhenti di lampu merah, saya berkata ______.” (“Itu perlu” cocok dengan aturan keselamatan universal.)
Kebutuhan bukanlah keinginan. Belajar perbedaannya adalah kebijaksanaan. “Saya perlu itu” melindungi tubuh Anda. “Itu perlu” melindungi masa depan Anda. Keduanya adalah hadiah.
Rangkuman
“Saya perlu itu” mengungkapkan kebutuhan pribadi. “Itu perlu” menyatakan aturan atau fakta universal. Gunakan “Saya perlu itu” untuk air, makanan, dan keselamatan. Gunakan “itu perlu” untuk hukum, aturan kesehatan, dan persyaratan sekolah. Kedua frasa tersebut mengajarkan anak-anak tentang pentingnya. Yang satu meminta bantuan. Yang satu membangun pemahaman. Keduanya penting.

