Saat Ingin Melihat Sesuatu yang Dibuat Anak, Haruskah Anda Mengatakan “Tunjukkan Padaku” atau “Biar Saya Lihat”?

Saat Ingin Melihat Sesuatu yang Dibuat Anak, Haruskah Anda Mengatakan “Tunjukkan Padaku” atau “Biar Saya Lihat”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti dari Kedua Ungkapan Ini?

“Tunjukkan padaku” dan “biar saya lihat” sama-sama meminta anak untuk memperlihatkan sesuatu secara visual. Mereka meminta Anda untuk berbagi gambar, mainan, atau tindakan. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika orang tua ingin mengagumi karya mereka. Keduanya mengungkapkan minat dan perhatian.

“Tunjukkan padaku” berarti persembahkan benda atau tindakan itu langsung kepadaku. Ini aktif dan langsung. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak mempelajari tarian baru. Ini meminta demonstrasi.

“Biar saya lihat” berarti izinkan mata saya melihat benda itu. Ini sedikit lebih pasif. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak menyembunyikan gambar. Ini meminta akses untuk melihat.

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya meminta untuk melihat sesuatu. Keduanya menunjukkan bahwa Anda menghargai apa yang dibuat atau ditemukan anak. Tetapi yang satu meminta demonstrasi sementara yang lain meminta akses melihat.

Apa Perbedaannya?

Yang satu sering meminta tindakan. Yang lainnya meminta untuk melihat. “Tunjukkan padaku” sering berarti tunjukkan atau arahkan. Seorang anak mungkin perlu membalikkan sesuatu atau melakukan trik. Ini lebih aktif.

“Biar saya lihat” berarti biarkan mata saya melihat. Anak itu mungkin hanya akan memegangnya diam-diam. Tidak perlu pertunjukan. Ini lebih tenang.

Pikirkan seorang anak dengan trik sulap baru. “Tunjukkan padaku bagaimana cara kerjanya” meminta tindakan. “Biar saya lihat kartunya” meminta tampilan diam. Yang satu adalah pertunjukan. Yang satu adalah pengamatan.

Yang satu bisa terasa lebih bersemangat. Yang lainnya bisa terasa lebih lembut. “Tunjukkan padaku!” terdengar bersemangat. “Biar saya lihat” terdengar penasaran. Keduanya luar biasa. Keduanya mengatakan “Saya peduli.”

Juga, “tunjukkan padaku” dapat digunakan untuk lokasi atau petunjuk. “Tunjukkan padaku di mana kamu sakit” (menunjuk). “Biar saya lihat” tidak berfungsi untuk petunjuk. Pilih berdasarkan apa yang Anda butuhkan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “tunjukkan padaku” untuk tindakan, trik, dan lokasi. Gunakan itu ketika seorang anak ingin mendemonstrasikan sesuatu. Gunakan itu ketika Anda membutuhkan jari yang menunjuk. Itu cocok untuk momen aktif.

Contoh di rumah: “Tunjukkan padaku bagaimana kamu membangun menara itu.” “Tunjukkan padaku di mana kamu meletakkan kunci saya.” “Tunjukkan padaku gerakan tarian baru itu.”

Gunakan “biar saya lihat” untuk melihat benda. Gunakan itu untuk gambar, kerajinan, dan harta karun yang ditemukan. Gunakan itu ketika anak hanya perlu mengangkatnya. Itu cocok untuk momen mengagumi yang tenang.

Contoh untuk melihat: “Biar saya lihat lukisanmu. Itu terlihat indah.” “Biar saya lihat batu yang kamu temukan.” “Biar saya lihat sepatu barumu.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Tunjukkan padaku” untuk demonstrasi tindakan. “Biar saya lihat” untuk melihat dengan tenang. Keduanya merayakan dunia anak.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Tunjukkan padaku: “Tunjukkan padaku bagaimana kamu mengikat tali sepatumu sekarang.” “Tunjukkan padaku jalan ke taman bermain.” “Tunjukkan padaku jungkir balik terbaikmu.”

Biar saya lihat: “Biar saya lihat gambarmu dari dekat.” “Biar saya lihat apa yang ada di sakumu.” “Biar saya lihat gigimu yang tanggal.”

Perhatikan “tunjukkan padaku” meminta pertunjukan atau titik. “Biar saya lihat” meminta tampilan diam. Yang satu adalah panggung. Yang satu adalah galeri. Keduanya menghormati apa yang dibagikan anak.

Orang tua dapat menggunakan keduanya setiap hari. Keterampilan baru: “tunjukkan padaku bagaimana kamu melakukan itu.” Harta baru: “biar saya lihat apa yang kamu temukan.” Anak-anak belajar perbedaannya secara alami.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “tunjukkan padaku” ketika mereka hanya ingin melihat. Itu bisa menekan seorang teman untuk tampil. Jika Anda hanya ingin melihat, katakan “biar saya lihat.” Itu lebih lembut.

Salah: “Tunjukkan padaku gambarmu” (hanya untuk dilihat). Benar: “Biar saya lihat gambarmu. Itu indah.”

Kesalahan lain: mengatakan “biar saya lihat” tetapi tidak benar-benar melihat. Jika Anda meminta untuk melihat, perhatikan. Lihatlah benda itu. Beri komentar tentangnya. Jika tidak, anak merasa diabaikan.

Salah: “Biar saya lihat” (melihat sekilas ke telepon). Benar: “Biar saya lihat” (melihat dengan hati-hati). “Itu luar biasa.”

Beberapa pembelajar lupa untuk bersikap baik tentang apa yang mereka lihat. Jangan mengkritik karya anak yang membanggakan. Jika Anda tidak dapat mengatakan sesuatu yang baik, katakan “terima kasih telah menunjukkannya kepada saya.” Kebaikan selalu menang.

Juga hindari meraih sambil mengatakan “biar saya lihat.” Tunggu sampai anak menyerahkannya kepada Anda. Hormati pegangan mereka pada objek tersebut. Tangan lembut membangun kepercayaan.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “tunjukkan padaku” sebagai panggung kecil. Anak tampil. Anda menonton. Sorak-sorai mengikuti. Aktif dan menyenangkan.

Pikirkan “biar saya lihat” sebagai lampu lembut. Anda menyinari objek tersebut. Anda mengagumi dengan tenang. Diam dan hangat.

Trik lain: ingat hasilnya. “Tunjukkan padaku” mengarah pada tindakan atau penunjukan. “Biar saya lihat” mengarah pada melihat. Tindakan mendapatkan “tunjukkan padaku.” Melihat mendapatkan “biar saya lihat.”

Orang tua dapat mengatakan: “Tunjukkan untuk tindakan. Lihat untuk kepuasan melihat.” Itu berarti pertunjukan mendapatkan “tunjukkan padaku.” Benda diam mendapatkan “biar saya lihat.”

Berlatih di waktu seni. Anak menggambar: “biar saya lihat.” Anak melakukan trik sulap: “tunjukkan lagi.” Dua frasa. Satu anak yang bangga.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anak Anda membangun menara balok dan ingin Anda melihatnya masih berdiri. a) “Tunjukkan padaku bagaimana kamu membangun itu.” b) “Biar saya lihat menara itu. Itu sangat tinggi.”

Anak Anda belajar bersiul dan ingin membuktikannya. a) “Biar saya lihat kamu bersiul.” (tidak begitu tepat) b) “Tunjukkan padaku! Aku ingin mendengar.”

Jawaban: 1 – b. Menara yang masih berdiri hanya perlu dilihat. “Biar saya lihat.” 2 – b. Sebuah pertunjukan membutuhkan “tunjukkan padaku” yang aktif.

Isi bagian yang kosong: “Ketika anak saya melakukan jungkir balik baru, saya bertepuk tangan dan berkata ______ lagi!” (“Tunjukkan padaku” sangat cocok untuk demonstrasi tindakan.)

Satu lagi: “Ketika anak saya membawakan saya daun yang indah dari luar, saya berkata ______ daun itu.” (“Biar saya lihat” cocok untuk momen tenang dan mengagumi dengan benda.)

Melihat melalui mata seorang anak adalah keajaiban. “Tunjukkan padaku” mengundang mereka untuk tampil dengan bangga. “Biar saya lihat” mengundang mereka untuk berbagi dengan tenang. Keduanya mengatakan “dunia Anda menarik minat saya.” Minat itu adalah cinta.

Rangkuman

“Tunjukkan padaku” meminta demonstrasi atau penunjukan. “Biar saya lihat” meminta tampilan objek yang tenang. Gunakan “tunjukkan padaku” untuk tindakan dan lokasi. Gunakan “biar saya lihat” untuk gambar, kerajinan, dan harta karun. Kedua frasa tersebut merayakan dunia anak. Melihat dengan cinta adalah hadiah terbesar.