Banyak orang tua ingin anak-anak mereka berbicara bahasa Inggris dengan jelas dan sopan. Anda mungkin mendengar anak-anak menggunakan frasa tertentu berulang kali. Dua ungkapan yang sangat umum adalah “menurut saya” dan “saya percaya.” Pada pandangan pertama, mereka terlihat sama.
Pemula sering kali mencampurnya. Mereka mungkin mengatakan “menurut saya, saya percaya” dalam satu kalimat. Hal ini terjadi karena kedua frasa tersebut memperkenalkan pemikiran pribadi. Tetapi pembicara yang hati-hati menggunakannya dengan cara yang berbeda.
Artikel ini membantu Anda dan anak Anda memahami perbedaan kecil namun penting. Anda akan belajar kapan harus menggunakan setiap frasa. Anda juga akan menemukan cara mudah untuk mengingat mana yang paling cocok.
Mari kita jelajahi kedua ungkapan yang berguna ini bersama-sama.
Apa Arti Ungkapan Ini?
“Menurut saya” berarti “ini yang saya pikirkan berdasarkan apa yang saya lihat atau ketahui.” Ungkapan ini berfokus pada penilaian pribadi Anda. Anak-anak dapat menggunakannya ketika mereka berbagi pandangan mereka tentang sesuatu yang sederhana.
Untuk seorang anak, pikirkan “menurut saya” seperti mengatakan “menurut pandangan saya.” Bayangkan melihat sebuah gambar. Mata Anda melihat warna dan bentuknya. Kemudian pikiran Anda membentuk sebuah pemikiran. Pemikiran itulah pendapat Anda.
“Saya percaya” sedikit lebih dalam. Itu berarti “inilah yang saya rasakan benar di dalam.” Ungkapan ini sering kali terhubung dengan nilai-nilai pribadi atau perasaan yang lebih kuat. Seorang anak mungkin menggunakan “saya percaya” untuk hal-hal yang penting bagi mereka, seperti keadilan atau kebaikan.
Untuk seorang anak, pikirkan “saya percaya” seperti mengatakan “hati saya mengatakan ini.” Ungkapan ini terasa lebih pribadi. Ungkapan ini membawa rasa percaya atau keyakinan pada suatu gagasan.
Kedua ungkapan ini tampak serupa karena keduanya berbagi sudut pandang pribadi. Keduanya bukanlah fakta seperti “langit berwarna biru.” Keduanya menunjukkan bahwa seseorang tidak menyatakan kebenaran universal. Itulah sebabnya pelajar muda sering memperlakukannya sama.
Tetapi mereka tidak persis sama. Perbedaannya terletak pada seberapa kuat atau netralnya pembicara terdengar.
Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama adalah tentang kekuatan dan perasaan. “Menurut saya” terdengar lebih netral dan seimbang. “Saya percaya” terdengar lebih pribadi dan berkomitmen.
Salah satu cara untuk membandingkan: “Menurut saya” seperti menunjukkan sebuah gambar. Anda mengatakan “lihat apa yang saya lihat.” “Saya percaya” seperti menunjuk ke hati Anda. Anda mengatakan “inilah yang saya yakini benar.”
“Menurut saya” cocok untuk pilihan sehari-hari. Permainan mana yang lebih menyenangkan? Buku mana yang gambarnya lebih bagus? Ini adalah penilaian ringan. Pembicara tidak merasa sangat terikat pada hasilnya.
“Saya percaya” lebih cocok untuk nilai-nilai atau pemikiran yang lebih dalam. Apakah salah untuk berbohong? Haruskah kita membantu teman yang sedih? Pernyataan ini berasal dari dalam. Mereka menunjukkan apa yang diperjuangkan seseorang.
Perbedaan lainnya adalah tentang mengubah pikiran Anda. Anda dapat dengan mudah mengubah pendapat. “Menurut saya, biru adalah warna terbaik.” Besok Anda mungkin lebih suka merah. Tidak masalah.
Tetapi “saya percaya” terasa lebih sulit untuk diubah. “Saya percaya kita harus selalu mengatakan yang sebenarnya.” Itu terdengar lebih serius. Mengubah pernyataan itu akan terasa seperti mengubah aturan pribadi.
Jadi ingat: pendapat = lebih ringan, lebih mudah diubah. Keyakinan = lebih dalam, lebih pribadi, lebih sulit diubah.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan “menurut saya” saat berbagi preferensi atau penilaian. Gunakan di sekolah saat pertunjukan dan penceritaan. Gunakan saat memilih camilan. Gunakan saat berbicara tentang film atau permainan.
Misalnya, seorang anak dapat mengatakan “menurut saya, teka-teki ini terlalu mudah.” Itu terdengar tenang dan masuk akal. Anak itu tidak berdebat. Mereka hanya berbagi pemikiran.
Gunakan “menurut saya” dalam kegiatan kelompok. Ketika seorang guru bertanya “apa pendapatmu?” frasa ini cocok. Kedengarannya sopan dan bijaksana.
Gunakan “saya percaya” saat berbicara tentang sesuatu yang penting bagi Anda. Gunakan untuk kebaikan, kejujuran, atau keberanian. Gunakan saat Anda ingin menunjukkan kekuatan dalam kata-kata Anda.
Misalnya, seorang anak dapat mengatakan “saya percaya kita harus melibatkan semua orang dalam permainan.” Itu terdengar bermakna. Itu menunjukkan anak sangat peduli pada keadilan.
Gunakan “saya percaya” di rumah selama diskusi keluarga. Jika orang tua bertanya “mengapa kamu membantu adikmu?” anak itu dapat mengatakan “saya percaya membantu selalu benar.”
Juga gunakan “saya percaya” untuk tujuan pribadi. “Saya percaya saya bisa menyelesaikan gambar ini” menunjukkan kepercayaan diri. Anak tersebut mengungkapkan kepercayaan batin pada kemampuan mereka sendiri.
Ingat: situasi santai = “menurut saya.” Nilai-nilai penting atau perasaan yang kuat = “saya percaya.”
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Berikut adalah kalimat sederhana untuk “menurut saya”:
Menurut saya, es krim cokelat rasanya lebih enak daripada vanila.
(Ini menunjukkan preferensi sederhana.)
Menurut saya, mobil biru di gambar terlihat lebih cepat.
(Ini menunjukkan penilaian pribadi tentang sebuah gambar.)
Menurut saya, musim panas adalah musim terbaik untuk berenang.
(Ini berbagi pemikiran tentang musim.)
Berikut adalah kalimat sederhana untuk “saya percaya”:
Saya percaya semua orang berhak mendapatkan giliran di ayunan.
(Ini menunjukkan nilai tentang keadilan.)
Saya percaya saya bisa belajar mengendarai sepeda tanpa roda bantu.
(Ini menunjukkan kepercayaan diri batin.)
Saya percaya teman saya merasa sedih, jadi saya memeluknya.
(Ini menunjukkan keyakinan tentang kebaikan.)
Perhatikan bagaimana kalimat “menurut saya” terasa lebih ringan. Kalimat “saya percaya” terasa lebih bermakna. Anak-anak dapat berlatih mengatakannya dengan lantang. Mereka akan segera mendengar perbedaannya.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak anak mengatakan “menurut saya, saya percaya” bersama-sama. Ini adalah kesalahan yang paling umum. Kedengarannya berulang dan tidak wajar.
Salah: “Menurut saya, saya percaya permainan ini menyenangkan.”
Benar: “Menurut saya, permainan ini menyenangkan.” ATAU “Saya percaya permainan ini menyenangkan.”
Pilih salah satu frasa. Jangan gunakan keduanya. Setiap frasa sudah menunjukkan pemikiran pribadi. Menggunakan keduanya menambahkan kata-kata tambahan yang membingungkan pendengar.
Kesalahan lainnya: menggunakan “saya percaya” untuk pilihan yang sangat kecil. Seorang anak mungkin mengatakan “saya percaya saya ingin kue.” Itu terdengar terlalu serius untuk pilihan kue yang sederhana.
Salah: “Saya percaya saya ingin krayon merah.”
Benar: “Menurut saya, krayon merah lebih cocok untuk gambar ini.”
Kesalahan ketiga: lupa bahwa kedua frasa membutuhkan kalimat lengkap setelahnya. Jangan berhenti di tengah jalan.
Salah: “Menurut saya, karena hujan.”
Benar: “Menurut saya, hari hujan bagus untuk membaca di dalam ruangan.”
Selalu selesaikan pemikiran Anda. Nyatakan pendapat atau keyakinan Anda dengan jelas.
Tips Memori yang Mudah
Berikut adalah trik menyenangkan untuk anak-anak. Pikirkan sepasang kacamata dan hati.
“Menurut saya” = kacamata. Anda melihat sesuatu dengan mata Anda. Kemudian Anda berbagi apa yang Anda lihat. Kacamata membantu Anda melihat ke luar.
“Saya percaya” = hati. Anda merasakan sesuatu di dalam. Kemudian Anda berbagi apa yang Anda rasakan. Hati membantu Anda melihat ke dalam.
Tips memori lainnya: hitung hurufnya. “Pendapat” memiliki dua huruf “i” seperti “mata” (melihat). “Percaya” memiliki kata “bohong” di dalamnya, tetapi keyakinan yang sebenarnya bukanlah kebohongan. Sebenarnya, tips yang lebih baik: “Percaya” memiliki “be” dan “live.” Anda menjalani keyakinan Anda. Itu terasa lebih dalam.
Untuk anak kecil, gambarlah gambar sederhana. Gambarlah mata di samping “menurut saya.” Gambarlah hati di samping “saya percaya.” Setiap kali mereka berbicara, mereka dapat melihat gambar itu. Isyarat visual ini berfungsi dengan sangat baik.
Coba juga ini: tanyakan “apakah ini tentang rasa atau tentang kebenaran?” Jika kalimat tersebut berbagi rasa (makanan favorit, mainan terbaik), gunakan “menurut saya.” Jika kalimat tersebut berbagi kebenaran yang dipegang anak di dalam, gunakan “saya percaya.”
Waktu Latihan Cepat
Cobalah latihan mudah ini dengan anak Anda. Isilah bagian yang kosong dengan “menurut saya” atau “saya percaya.”
__________, ungu adalah warna yang lebih cantik daripada hijau.
__________, kita harus selalu mengucapkan terima kasih ketika seseorang membantu kita.
__________, soal matematika ini memiliki jawaban yang mudah.
__________, mengatakan yang sebenarnya lebih penting daripada memenangkan permainan.
Jawaban:
Menurut saya (preferensi ringan tentang warna)
Saya percaya (nilai tentang rasa terima kasih)
Menurut saya (penilaian tentang kesulitan)
Saya percaya (nilai kuat tentang kejujuran)
Sekarang coba tulis ulang. Jika seorang anak mengatakan “saya percaya saya suka pizza lebih dari pasta,” mintalah mereka mengubahnya menjadi “menurut saya.” Apakah kedengarannya lebih baik? Ya, karena menyukai makanan adalah preferensi yang lebih ringan.
Jika seorang anak mengatakan “menurut saya, berbohong itu buruk,” mintalah mereka mengubahnya menjadi “saya percaya.” Apakah kedengarannya lebih kuat? Ya, karena berbohong melibatkan nilai pribadi.
Latihlah permainan berganti ini selama lima menit setiap hari. Anak-anak akan dengan cepat merasakan perbedaannya.
Ringkasan
Gunakan “menurut saya” untuk penilaian dan preferensi ringan. Gunakan “saya percaya” untuk nilai-nilai yang lebih dalam dan kebenaran pribadi. Keduanya membantu Anda berbagi pemikiran Anda, tetapi yang satu tetap lebih ringan sementara yang lain membawa lebih banyak hati.

