Mengapa Merasa Kehilangan Berbeda dengan Merasa Menjatuhkan Saat Anak-Anak Bermain?

Mengapa Merasa Kehilangan Berbeda dengan Merasa Menjatuhkan Saat Anak-Anak Bermain?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Selamat datang di klub oooops kami. Hari ini kita belajar tentang kehilangan dan menjatuhkan. Senin lalu, Sam bermain dengan kelereng kesayangannya. Dia menggulirkannya di lantai. Dia mencari ke mana-mana. Dia tidak dapat menemukannya. Dia menghela napas dan berkata, "Aku sedang kehilangan kelerengku!" Alex juga bermain. Dia memegang kelerengnya. Tangannya tergelincir. Kelereng itu jatuh ke lantai. Dia berkata, "Aku sedang menjatuhkan kelerengku!" Sam kehilangan kelerengnya selamanya. Alex menjatuhkan kelerengnya secara tidak sengaja. Keduanya melibatkan kelereng yang lepas dari tangan. Lihat perbedaannya? Yang satu hilang selamanya. Yang satu jatuh secara kebetulan. Mari kita jelajahi alasannya.

Memahami Kehilangan dan Menjatuhkan

Kehilangan Berarti Sesuatu Hilang Selamanya

Bayangkan kehilangan saat Anda salah menaruh mainan. Mata mencari ke mana-mana. Ini adalah kehilangan karena rindu. Gerakan terasa hampa.

Pikirkan tentang kehilangan saat Anda lupa sebuah buku. Pikiran kosong. Ini adalah kehilangan karena lupa. Tindakan tidak ada.

Bayangkan diri Anda kehilangan saat Anda melepaskan balon. Angin membawanya pergi. Ini adalah kehilangan karena terbang. Hati terasa sedih.

Menjatuhkan Berarti Sesuatu Jatuh Secara Tidak Sengaja

Sekarang bayangkan menjatuhkan saat Anda terlepas dari genggaman Anda. Benda itu jatuh. Ini adalah menjatuhkan karena jatuh. Gerakan terasa tiba-tiba.

Pikirkan tentang menjatuhkan saat Anda menumpahkan jus. Cangkir terbalik. Ini adalah menjatuhkan karena tumpah. Tindakannya canggung.

Pertimbangkan menjatuhkan saat Anda menjatuhkan pensil. Itu mengenai lantai. Ini adalah menjatuhkan karena memukul. Jiwa terasa terkejut.

Cara Membedakannya dengan Cepat

Kehilangan adalah hilangnya sesuatu secara permanen. Menjatuhkan adalah kecelakaan sementara. Tanyakan pada diri sendiri: Bisakah saya menemukannya? Jika tidak, berarti kehilangan. Jika ya, berarti menjatuhkan.

Kehilangan seperti balon yang terbang menjauh. Menjatuhkan seperti apel yang jatuh dari pohon. Yang satu menghilang. Yang satu mendarat.

Ingat perasaannya. Kehilangan terasa final. Menjatuhkan terasa bisa diperbaiki. Perhatikan hasilnya.

Tiga Skenario Kehidupan Nyata

Adegan pertama terjadi di taman bermain. Sam berayun tinggi. Topinya terbang. Angin meniupnya ke semak-semak. Dia berkata, "Aku sedang kehilangan topiku!" Dia tidak dapat menemukannya. Alex juga berayun. Topinya terlepas dari kepalanya. Itu jatuh ke tanah di dekatnya. Dia berkata, "Aku sedang menjatuhkan topiku!" Dia mengambilnya. Topi Sam hilang. Topi Alex dapat diambil. Keduanya kehilangan topi. Tapi yang satu kehilangan. Yang lainnya menjatuhkan.

Adegan kedua terjadi di rumah. Sam makan kue. Dia meletakkan satu di atas meja. Kemudian, itu hilang. Dia berkata, "Aku sedang kehilangan kuenya!" Dia lupa di mana dia meletakkannya. Alex makan kue. Dia memegang satu. Siku kirinya menyentuh piring. Kue itu jatuh ke lantai. Dia berkata, "Aku sedang menjatuhkan kuenya!" Dia mengambilnya. Kue Sam menghilang secara misterius. Kue Alex jatuh secara tidak sengaja. Keduanya kehilangan kue. Tapi yang satu kehilangan. Yang lainnya menjatuhkan.

Adegan ketiga terjadi di sekolah. Sam memiliki buku perpustakaan. Dia mengembalikannya. Kemudian, dia membutuhkannya. Dia tidak ingat di mana dia meletakkannya. Dia berkata, "Aku sedang kehilangan bukuku!" Alex memiliki buku perpustakaan. Dia membawanya. Talinya putus. Buku itu jatuh ke lantai. Dia berkata, "Aku sedang menjatuhkan bukunya!" Dia mengambilnya. Buku Sam hilang selamanya. Buku Alex aman. Keduanya melibatkan buku. Tapi yang satu kehilangan. Yang lainnya menjatuhkan.

Perhatikan pergeserannya. Permanen dulu. Sementara kedua. Pilih frasa Anda berdasarkan pemulihan.

Kesalahan Umum dan Cara Memperbaikinya

Kesalahan pertama: Mengatakan "Aku menjatuhkan kelerengku saat berguling di bawah sofa selamanya." Mengapa salah: Hilang selamanya adalah kehilangan. Alternatif yang benar: "Aku sedang kehilangan kelerengku." Trik memori: Menjatuhkan dapat diambil. Kehilangan hilang.

Kesalahan kedua: Mengatakan "Aku kehilangan pensilku saat jatuh dari tanganku ke lantai." Mengapa salah: Jatuh di lantai adalah menjatuhkan. Alternatif yang benar: "Aku sedang menjatuhkan pensilku." Trik memori: Kehilangan hilang. Menjatuhkan jatuh.

Kesalahan ketiga: Mengatakan "Dia menjatuhkan pekerjaan rumahnya saat dia melupakannya di rumah." Mengapa salah: Lupa di rumah adalah kehilangan. Alternatif yang benar: "Dia sedang kehilangan pekerjaan rumahnya." Trik memori: Menjatuhkan adalah jatuh secara tidak sengaja. Kehilangan adalah lupa.

Kesalahan keempat: Mengatakan "Dia kehilangan bola saat dia menendangnya dan memantul kembali." Mengapa salah: Ditendang dan memantul kembali adalah menjatuhkan. Alternatif yang benar: "Dia sedang menjatuhkan bola." Trik memori: Kehilangan bersifat permanen. Menjatuhkan bersifat sementara.

Trik memori: Pikirkan tentang angin. Kehilangan adalah angin yang membawa balon pergi. Menjatuhkan adalah apel yang jatuh ke bawah. Otak Anda tahu perbedaannya.

Kegiatan Menyenangkan untuk Menguasai Kata-Kata Ini

Kegiatan pertama adalah pertukaran kata. Saya mengucapkan kalimat. Anda memilih kata. Siap?

Kalimat pertama: "Mataku mencari kosong saat aku ______ mainanku." (kehilangan/menjatuhkan) Jawaban: kehilangan.

Kalimat kedua: "Tanganku tergelincir tiba-tiba saat aku ______ cangkirku." (kehilangan/menjatuhkan) Jawaban: menjatuhkan.

Kalimat ketiga: "Aku merasa ______ pada keseluruhan yang hilang selamanya." (kehilangan/menjatuhkan) Jawaban: kehilangan.

Kalimat keempat: "Jatuh yang canggung adalah ______ pada gerakanku." (kehilangan/menjatuhkan) Jawaban: menjatuhkan.

Kegiatan kedua adalah teater mini. Dua adegan. Adegan A: Kehilangan. A berkata, "Aku kehilangan karena pencarian yang kosong!" Adegan B: Menjatuhkan. A berkata, "Aku menjatuhkan karena tergelincir tiba-tiba!" Bertindaklah dengan perasaan.

Kegiatan ketiga adalah temukan yang ganjil. Mana yang terdengar lucu? "Aku menjatuhkan kunciku saat menghilang di sofa." Mengapa? Menghilang adalah kehilangan. Seharusnya kehilangan.

Kegiatan keempat adalah membuat kalimat. Gunakan kehilangan untuk momen permanen. Contoh: "Aku kehilangan saat aku lupa payungku." Gunakan menjatuhkan untuk momen yang tidak disengaja. Contoh: "Aku menjatuhkan saat aku menumpahkan susu."

Tantangan bonus: Jika sesuatu hilang selamanya, katakan "Aku sedang kehilangan." Jika sesuatu jatuh secara tidak sengaja, katakan "Aku sedang menjatuhkan." Berlatih dengan teman.

Permainan ini melatih otak. Anda memilih kata yang tepat secara alami. Bermainlah dengan teman hari ini.

Rima Mudah untuk Diingat Selamanya

Angin membawa balon pergi, itu adalah kehilangan. Apel jatuh dari pohon ke bawah, itu adalah menjatuhkan. Hilang permanen terasa sedih, kehilanganlah. Jatuh sementara terasa tetap, menjatuhkan untuk dilihat. Pencarian kosong tidak menemukan apa pun, kehilangan jalannya. Tergelincir tiba-tiba mendarat dengan aman, menjatuhkan untuk tetap tinggal. Hati terasa sedih, kehilangan dengan hati-hati. Jiwa terasa terkejut, menjatuhkan untuk berbagi.

Bertepuk tangan dan nyanyikan rima. Segera itu hidup dalam ingatan. Tidak ada lagi kesalahan.

Tugas Pekerjaan Rumah Anda Minggu Ini

Pilih salah satu tugas di bawah ini. Tulis atau gambar jawabannya. Bagikan besok.

Tugas pertama: Jurnal oooops. Siapkan buku catatan kecil. Gambarlah tiga gambar. Pertama: Kehilangan karena kelereng yang hilang. Kedua: Menjatuhkan karena kue yang jatuh. Ketiga: Keduanya menunjukkan hilang. Tulis kalimat di bawah masing-masing. Contoh: "Hilang selamanya adalah kehilangan. Jatuh secara tidak sengaja adalah menjatuhkan. Keduanya adalah oooops."

Tugas kedua: Versi bermain peran. Dengan orang tua, mainkan "Obrolan Oooops." Anda berkata, "Aku sedang kehilangan karena kamu." Orang tua berkata, "Aku sedang menjatuhkan karena pekerjaanku." Tukar peran. Latih frasa dengan benar.

Tugas ketiga: Versi berbagi. Besok beri tahu teman sebangku: "Aku kehilangan kemarin. Aku menjatuhkan hari ini. Bagaimana denganmu?" Dengarkan contohnya.

Bawa pekerjaan ke kelas. Kami menggantung gambar terbaik. Semua orang berbagi kalimat.

Tantangan Mingguan Latihan Hidup

Selesaikan satu tantangan. Tunjukkan bukti kepada guru atau orang tua.

Tantangan A: Catatan pengamatan. Catat selama tiga hari. Hari pertama: Kehilangan dengan mencatat barang yang hilang. Hari kedua: Menjatuhkan dengan melihat benda yang jatuh. Hari ketiga: Kehilangan dengan melupakan sesuatu. Gambarlah gambar. Tunjukkan kepada guru.

Tantangan B: Kesenangan langsung. Hiasi kotak pensil. Tempelkan stiker bintang. Kencangkan gesper. Katakan, "Aku menempelkan stiker, lalu mengencangkan gespernya!" Tunjukkan kepada orang tua.

Tantangan C: Misi sosial. Kunjungi nenek. Katakan, "Nenek, aku mengunjungimu untuk mengatakan halo!" Juga katakan, "Aku menjatuhkan toples kuemu." Ceritakan kembali kepada orang tua.

Tantangan D: Hasil kreatif. Buat penanda buku impian. Buat penanda buku kertas. Buat cerita tentangnya. Tampilkan di kelas.

Lakukan setidaknya satu tantangan. Tersenyumlah saat menggunakan frasa yang tepat. Anda menjadi lebih pintar setiap hari. Teruslah menjelajahi kata-kata. Kerja bagus hari ini.